Memutuskan Menikah Muda

Memutuskan Menikah Muda
Episode 20


__ADS_3

Setelah cukup lama telfonan, Rafly kemudian mematikan telfonnya dan bergegas kembali ke dalam batalyon untuk mengisi data-data yang di berikan. Setelah mengisi semua data-datanya, Rafly pun memajukan langkahnya ke arah halaman batalyon dan dia melihat sekumpulan tentara sedang latihan.


AKu juga harus bisa seperti mereka nantinya, agar orang tuaku bisa bangga sama Aku, batin Rafly.


Setelah cukup lama melihat para tentara itu latihan, Rafly dan Ibunya pun pulang ke rumah. sesampainya di rumah, Hanphone milik ibu Rafly pun berdering pertanda ada seseorang yang sedang menelfonnya.


Aduh, Abang nelfon lagi angkat gak yah, batin Ibu Rafly. "Kalau di angkat aku takutnya Rafly dengar lagi nanti obrolanku sama dia dan Rafly pasti marah itu kalau tau aku dekat sama laki-laki lagi dan ingin menikah lagi" sambung Ibu Rafly dalam hati.


Ibu Rafly pun kebingungan, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan ntah dia harus angkat telfonnya ataukah membiarkan saja seperti itu. Karena disisi lain semua anak Ibu Rafly sudah sangat tidak mau jika ibunya itu menikah lagi untuk ketiga kalinya, dan sedangkan di dalam hati kecil Ibu Rafly dia masih sangat ingin menikah dan mencari pendamping hidup yang baru lagi.


Dering telfon pun terus berbunyi, membuat Rafly yang saat itu berada di kamarnya merasa penasaran siapakah yang menelfon ibunya itu. Akhirnya dengan rasa penasaran yang sangat tinggi, Rafly pun memajukan langkah kakinya secara perlahan-lahan ke kamar ibunya, Rafly pun berdiri di depan pintu kamar ibunya sembari menempelkan telinganya di pintu kamar ibunya, berharap dia bisa mendengar semua percakapan ibunya dengan orang misterius yang selalu menganggu ibunya itu.


Kringgg.....kringg...kring...kring


Setelah cukup lama berdering terus, Ibu Rafly kemudian mengangkat telfonnya.


"Assalamualaikum, halo"


"Wa'alaikumussalam yang" ucap orang yang menelfon ibu Rafly tersebut. "Yang kenapa kok dari tadi gak di angkat-angkat sih?" sambung orang itu.


"Maaf yang disini lagi ada anakku, aku takut nanti kalau dia dengar dia bakalan marah lagi ke aku karena aku jalin hubungan lagi sama laki-laki" ucap Ibuk Rafly dengan suara yang sangat pelan karena takut di dengar oleh anaknya itu.

__ADS_1


disaat sedang asik-asik telfonan bersama kekasih barunya itu, ibu Rafly langsung terkaget dengan suara Rafly dari dalam kamar yang memanggil dirinya. "Buk...buk...bajuku tadi yang di kamar sini skarang dimana yah buk kok gak ada?" ucap Rafly yang bertanya kepada ibunya. "Ibu lagi ngapain?, Ibu tadi lihat bajuku itu gak Bu?" sambung Rafly sembari melangkahkan kakinya dengan pelan menuju ke ruang tamu rumah tempat ibunya duduk.


Aduh anakku mau kesini lagi, bahaya ini kalau dia sampai dengar obrolanku dengan pacarku ini, bisa marah banget dia nanti ke aku kalau dia tau aku berhubungan lagi sama laki-laki. batin ibu Rafly.


"Yang telfonnya sudah dulu yah anakku mau kesini nih, aku takut nanti dia dengar obrolan kita, Assalamualaikum yang" ucap ibu Rafly sembari mematikan telfonnya.


"Oh, Ibu lagi disini yah. Bu lihat bajuku yang di kamar gak Bu?" ucap Rafly yang lagi-lagi menanyakan bajunya itu.


"tadi ibu masukin ke dalam lemari Nak, coba lihat di lemari" jawab ibu Rafly. "Emangnya kamu mau kemana Nak pakai baju itu?" sambung ibu Rafly.


"Saya mau pergi ketemu teman saya dulu Bu, kami tadi sudah janjian sore ini mau ketemu di pantai Bu" jawab Rafly. "Maklumlah Bu kami kan sudah hampir 4 tahun ini tidak ketemu, secara kan tamat SMP dulu Rafly langsung ke Makassar loh Bu" sambung Rafly.


"Iyah Bu siap" ucap Rafly sembari melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian untuk mengambil bajunya yang telah dia cari dari tadi.


Oh iyah, ternyata bajuku ada di lemari sini yah, batin Rafly


Rafly kemudian memakai bajunya dan berpamitan kepada ibunya, setelah berpamitan Rafly kemudian melangkahkan kakinya menuju motor yang akan dia kendarai menuju pantai untuk bertemu teman-teman lamanya itu. Rafly pun mengendarai motornya dengan santai tidak kencang tapi tidak lambat juga, beberapa menit kemudian Rafly pun sampai di pantai tempat dia janjian bersama teman-teman lamanya itu.


Rafly pun pergi terlebih dahulu untuk memarkir motornya, lalu dia berjalan di sepanjang pantai mencari teman-temannya itu. Kemudian dari kejauhan dia melihat sekumpulan anak muda seumurannya yang sedang duduk-duduk di pinggiran pantai, Rafly pun bergegas menuju ke tempat para anak muda itu, dan benar saja itu adalah teman-teman lamanya Rafly yang sedari tadi telah menunggunya di pantai.


"Wets halo sob, apa kabar? sudah alam ini kita tidak berjumpa" ucap Rois sembari memeluk dan memukul-mukul halus pundak Rafly.

__ADS_1


Yah, itu lah yang namanya Rois dia merupakan sahabat Rafly sejak masih SMP dulu.


kemudian satu per satu teman Rafly pun berjabat tangan dengan Rafly. Tetapi, ada seorang cewe yang bernama Nur hampir meneteskan air matanya ketika melihat Rafly, hal itu sangat nampak dari raut wajah serta bola mata Nur ketika berjabat tangan dengan Rafly, Bola mata Nur begitu berkaca-kaca di iringi dengan raut wajah yang sangat sedih.


**BERSAMBUNG........


Sampai disini dulu yah kawan-kawan ceritanya, mohon maaf author baru bisa lanjut UP nya sekarang karena beberapa hari yang lalu Author ada urusan yang benar-benar harus Author selesaikan dulu🙏


Tapi, Inshaallah buat kedepannya ini Author akan UP setiap hari lagi kok kayak dulu, mohon support dan dukungannya yah sobat😉🙏


Buat kawan-kawan sekalian yang penasaran dengan kelanjutan ceritanya silahkan di Favoritkan saja yah novelnya ini biar tidak ketinggalan cerita dari saya🙏


Siapakah Nur itu?


ada hubungan apa dia dengan Rafly di masa lalu?


mengapa dia sedih ketika bertemu Rafly?


Bagaimanakah keadaan Alya sekarang**?


Buat kawan-kawan sekalian yang penasaran dengan kelanjutan ceritanya silahkan di Favoritkan saja yah novelnya ini biar tidak ketinggalan cerita dari saya🙏

__ADS_1


__ADS_2