Memutuskan Menikah Muda

Memutuskan Menikah Muda
Episode 16


__ADS_3

Setelah adegan panas itu selesai, Rafly dan Alya pun berenang bersama dengan penuh rasa kebahagiaan di hati keduanya. Setelah merasa sudah cukup lama berenang, Rafly kemudian mengajak Alya untuk segera beranjak dari kolam dan memakai kembali semua pakaiannya. Rafly yang terlebih dahulu beranjak dari kolam dan memakai pakaiannya itu kemudian duduk-duduk di pinggiran kolam sambil menyaksikan pacarnya yang sementara ingin keluar dari kolam itu, lagi dan lagi pemandangan yang indah itu membuat Rafly sama sekali tidak berkedip dan mulai kehilangan akal sehatnya lagi.


"Sayang, kamu kenapa kok ngelihatin aku segitunya banget sih?" ucap Alya sambil jalan menuju ke arah Rafly. "Apa kamu ingin melanjutkan permainan kita tadi yang tertunda di kolam itu sayang?" tanya Alya sembari memberikan tatapan menggoda ke Rafly.


"Gak kok, aku hanya ingin memperhatikan tubuh kamu yang begitu sangat indah sayangku!" ucap Rafly berusaha untuk menyembunyikan nafsu gilanya itu yang menginginkan Alya seutuhnya.


"Oh gitu, ya udah deh aku pakai pakaianku dulu yah sayang habis itu baru kita pulang" ucap Alya sembari mengambil pakaiannya.


Setelah melihat pacarnya itu telah memakai semua pakaiannya, Rafly kemudian memanggil Alya untuk duduk sebentar di sampingnya. Alya pun merespon ucapan Rafly itu dia langsung bergegas berjalan menuju Rafly, di percepat langkahnya itu olehnya kemudian sampailah dia tepat di hadapan Rafly. tanpa aba-aba, Alya langsung mengambil posisi duduk di pangkuan Rafly.


Tatapan keduanya pun kini saling bertemu, Alya kemudian melingkarkan tangannya di leher Rafly sembari bertanya "ada apa sayangku?"


Rafly kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Alya sembari menjawab pertanyaan dari Alya tadi.


"Gini sayangku, Setelah aku menyelesaikan pendidikanku di academy kemiliteran, aku akan mengenalkanmu ke ayah dan ibuku dan nanti setelah kamu lulus SMA kita akan menikah Alya sayang!" lagi dan lagi Rafly mengutarakan tentang keseriusannya itu kepada Alya.


Mendengar perkataan dari kekasihnya itu membuat pipi Alya merah merona dan diliputi dengan perasaan yang sangat-sangat bahagia. Alya seperti itu Karena bukan tanpa alasan, siapa sih wanita yang tidak bahagia jika di ajak menikah oleh pacarnya yang sangat dia cintai? tentu semuanya akan sangat bahagia seperti yang dirasakan Alya saat ini.


"Iyah sayangku, makasih karena kamu sudah mencintaiku dengan tulus, mendengar ucapan kamu barusan membuat aku semakin tergila-gila padamu sayang,"


"Justru aku sangat beruntung karena telah mendapatkanmu, aku beruntung kamu mencintaiku dengan tulus sayang, sampai kamu rela memperlihatkan semua tubuhmu kepadaku padahal kita belum terikat pernikahan!"


"Iyah sayang, alhamdulillah kalau kita sama-sama bisa merasa beruntung karena saling memiliki sayang, itu artinya cinta kita akan abadi selamanya" ucap Alya sembari memeluk Rafly dengan perasaan terharu.


"Aamiin sayangku" ucap Rafly dengan suara yang lembut, sembari mengelus kepala Alya.


Alya pun tidak dapat membendung Air matanya lagi dia sangat terharu akan ucapan Rafly tadi, Kini untuk kesekian kalinya Air mata Alya tumpah di pelukan Rafly.


"Hiks...hikkss...hiikkss...sayang jangan pernah tinggalin aku yah, cuman kamu yang selalu ada buat aku dan aku gak mau kehilangan kamu" ucap Alya sambil menangis terseduh-seduh.


"Eh sayang, jangan nangis dong aku janji bakalan nikahin kamu sayang, doain aja yah semoga di lancarkan semuanya dan di panjangkan umur kita semua sayangku!" ucap Rafly yang berusaha untuk lebih meyakinkan Alya akan keseriusannya yang ingin menikahinya itu.

__ADS_1


"Hikss...Hikkss...Sayang, aku gak tau harus melanjutkan hidup aku kayak gimana kalau gak ada kamu bersamaku, karena yang perhatian dan sangat peduli ke aku sekarang itu cuman kamu sayang" ucap Alya yang masih dalam kondisi menangis.


"Eh sayang, kamu dengerin yah, aku itu udah janji sayang bakalan nikahin kamu dan aku juga sangat-sangat menyayangi kamu, jadi gak mungkinlah kalau aku ninggalin kamu sayangku!" ucap Rafly yang lagi dan lagi berusaha untuk meyakinkan Alya. "Sekarang kamu berhenti menangis yah sayang, ku gak mau lihat kamu menangis. Aku maunya itu melihat kamu bahagia selalu sayang!" sambung Rafly.


"Makasih yah sayang, aku sayang banget deh sama kamu" ucap Alya sembari mengusap air matanya yang sedari tadi tumpah di pelukan Rafly.


"Ya udah, kita pulang yuk Alya sayang bentar lagi dzuhur tuh soalnya"


"Ayok sayangku"


Rafly dan Alya kemudian bergegas pulang ke rumahnya,


seperti biasa Rafly terlebih dahulu harus mengantarkan Alya pulang sebelum dia pulang ke rumahnya. Dia harus memastikan bahwa kekasih tercintanya itu sampai di rumahnya dengan selamat.


Setelah sampai di rumahnya, Rafly kemudian menjatuhkan badannya di atas kasurnya dan entah mengapa yang terbayang-bayang di pikirannya hanyalah tubuh indah Alya yang membuat akal sehatnya tadi berulang-ulang kali hilang.


Kriiiingg....kriiiinggg....kriiiinggg


Belum puas membayangkan tubuh indah kekasihnya itu, Rafly harus diganggu oleh bunyi suara ponselnya. "Arghh...siapa sih kni yang nelfon, ganggu aja!" ucap Rafly yang kesal karena dia merasa terganggu dengan suara ponselnya itu. Kemudian di ambilnya lah ponselnya tersebut dan di lihatnya, ternyata yang menelfonnya adalah ibunya.


"Assalamualaikum, Nak"


"Wa'alaikumussalam, Buk"


"Nak, kamu kan udah lulus yah jadi minggu depan kamu kesini yah Nak buat daftar Tentaranya!"


"Oh iyah Buk, oky lah kalau begitu Buk!"


"Iyah Nak sayang, kamu selama ini udah banyak latihan fisik kan, Nak?"


"Udah kok Buk, mulai dari lari-lari siang, berenang dan yang lainnya udah aku lakuin semua Buk!"

__ADS_1


"Baguslah kalau gitu Nak, semoga nanti kamu lolos jadi tentara yah Nak sayang"


"Aamiin Buk, semoga semuanya lancar!"


"Iyah Nak, ya udah ibu cuman mau nyampaiin itu yah Nak sayang, kalau gitu udah dulu yah Nak ibu masih sibuk ini soalnya!"


"Oky, Buk"


Setelah berbicara dengan ibunya, Rafly kemudian menelfon Alya menggunakan panggilan whatsaap untuk memberitahu tentang keberangkatannya mendaftar tentara di kota M minggu depan.


Kriingg....kriiinnggg.....


Terdengar bunyi ponsel Alya dari saku celananya, Alya kemudian mengambil ponselnya tersebut dan melihat panggilan masuknya itu.


"Hah..sayang? kok dia nelfon yah bukannya tadi baru aja ketemu atau mungkin dia kangen lagi kali yah, hehehehe" ucap Alya sambil tersenyum dan mengangkat telfon dari Rafly.


"Assalamualaikum, sayang"


"Wa'alaikumussalam, Alya sayangku"


"Kamu pasti kangen yah sayang?" ucap Alya dengan pedenya.


"Gak sayang, aku gak kangen, hehehehe" ucap Rafly yang bercandain pacarnya itu.


"Hmmm, gitu" ucap Alya singkat dengan perasaan yang kesal.


"Hahahahah, bercanda ih sayang" ucap Rafly sambil tertawa lepas. "Gini loh sayangku, ibu aku tadi nelfon terus ibu suruh aku untuk berangkat ke kota M untuk mendaftar tentara minggu depan sayang" sambung Rafly dengan suara yang sangat lembut.


"Oh, kamu udah mau berangkat minggu depan yah sayang?" tanya Alya untuk memastikannya lagi. "Kalau kamu emang udah mau berangkat minggu depan, kamu hati-hati yah sayang. Ingat jaga diri dan hati kamu buat aku yah, aku gak mau kehilangan kamu sayangku!" sambung Alya dengan perasaan yang sangat sedih dia berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


Ceritanya sampai disini dulu yah kak๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


buat yang penasaran gimana kelanjutan ceritanya bisa di favoritkan aja yah kak ceritanya ini, dan jangan lupa berikan like dan rate ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ nya yah kak serta tinggalkan comentarnya agar bisa kami feedback nntinya, terima kasih๐Ÿ˜‡๐Ÿ™


__ADS_2