
Setelah pelukan yang mesra itu, Rafly kemudian mengantarkan Alya pulang ke rumahnya, setelah itu dia bergegas pulang ke rumahnya juga dan merapikan kamar beserta kasurnya yang akan dia pakai untuk tidur bersama Alya malam ini.
Setelah semuanya bersih dan rapih, Rafly kemudian bergegas menuju kamar mandi untuk mandi, sehabis mandi dia berbaring di kasurnya sembari mengingat wajah dan tubuh Alya yang begitu sangat menggodanya.
Alya aku sudah tidak sabar tidur bersamamu malam ini sayang, akan ku buat malam ini menjadi malam yang tidak akan pernah kau lupakan sayangku!, ucap Rafly dalam hatinya.
Tak terasa waktu pun menunjukan pukul 22:30 Wib, semua keluarga Rafly telah tidur, Rafly kemudian megirimi Alya pesan untuk segera menuju rumahnya.
Setelah menerima pesan dari kekasihnya itu, Alya pun segera menyalakan motornya dan bergegas menuju rumah Rafly. Sampailah Alya di rumah Rafly, Rafly kemudian membukakan pintu dan mempersilahkan kekasihnya itu untuk masuk.
Setelah masuk rumah, Rafly dan Alya kemudian bergegas masuk ke dalam kamar Rafly dan mematikan lampu kamarnya, yang tersisah hanyalah lampu tidur yang mereka nyalakan.
Rafly kemudian mempersilahkan kekasihnya itu untuk naik ke atas ranjang, Alya pun naik ke atas ranjang sambil tersenyum kepada Rafly, Rafly membalas senyuman Alya tersebut dan dia pun segera naik ke atas ranjang.
Sekarang posisi Rafly dan Alya sedang baring bersampingan dan Rafly terus memandangi tubuh kekasihnya itu, melihat tubuh kekasihnya yang begitu indah dan mereka sekarang hanya sedang berduaan di kamar membuat akal sehat Rafly hilang, yang ada hanya keserakahan bodoh yang sangat menginginkan kekasihnya itu seutuhnya.
"Sayang kamu malam ini harus tanggung jawab yah, karena kamu telah membuat aku kehilangan akal sehatku!" ucap Rafly yang membisikkan kata-kata itu ke telinga Alya, sembari memeluk Alya.
"Tapi kalau aku hamil gimana sayang?" ucap Alya yang telah mengerti maksud perkataan Rafly tadi. "Aku kan masih sekolah sayang!" sambung Alya.
"Aku gak akan ngeluarin cairannya di dalam kok sayang, jadi kamu tenang aja yah!" ucap Rafly berusaha untuk meyakinkan Alya, bahwa yang akan mereka lakukan itu semuanya akan aman dan tidak berdampak apa-apa.
"Ya udah deh sayang kalau kamu emang maunya seperti itu, tapi janji yah sayang jangan keluari cairan kamu di dalam!" ucap Alya dengan sedikit kekhawatiran akan hal itu. "Lakukanlah sekarang sayangku!" sambung Alya.
Mendengar perkataan iyah dari mulut Alya, membuat Rafly menjadi semakin bergairah dan semakin kehilangan akal sehatnya, Rafly kemudian menindih Alya sambil mencium bibirnya dan memberikan sentuhan-sentuhan yang merangsang, Alya langsung meresponnya dengan cara langsung melingkarkan tangannya di leher Rafly.
"Eeummm....." Ciuman panas itu masih berlanjut, Alya masih melingkarkan tangannya di atas leher Rafly. Sementara Rafly tanpa sadar memindahkan tangan kanannya ke dada Alya, di remesnya perlahan payudara Alya, Rafly begitu menikmatinya.
__ADS_1
Setelah keduanya merasa kehabisan oksigen, ciuman itu kemudian di lepaskan dan mata keduanya pun bertemu.
"Kamu gak akan menyesali ini semua kan Alya sayang?"
"Gak akan sayangku, aku sayang banget sama kamu."
Rafly menatap mata Alya dan tidak ada kebohongan dimatanya.
"Baiklah, akan aku lakukan sekarang juga sayangku!"
Tanpa aba-aba Rafly langsung menurunkan ciumannya ke leher indah milik Alya.
"Aahhh...." Alya mendesah saat lehernya di kecup pertama kali oleh seorang pria, kecupan itu begitu lembut.
"Aahhh...." Alya masih mendesah, Rafly sudah banyak memberi tanda kepemilikan di leher Alya.
Setelah puas bermain di leher Alya, Rafly kemudian melepas pakaian bagian atas milik Alya lalu pakaian itu di lemparkannya ke sembarang tempat. Rafly begitu takjub melihat buah dada Alya yang sangat indah yang masih di bungkus oleh bra pink. Tanpa menunggu lama, Rafly langsung melepaskan pengait bra Alya lalu melemparkannya ke sembarang tempat juga, Dengan penuh gairah Rafly menghisap buah dada Alya sambil memainkannya.
"Aahhh..." aku udah gak tahan sayang....aahhh..." Rafly menyadari bahwa Alya sudah basah di bawah sana, dia juga menyadari bahwa adik kecilnya sedari tadi sudah menegang. Rafly menghentikan aktivitasnya sejenak sembari mengumpulkan kembali akal sehatnya, lalu dia bangun dari tubuh Alya.
"Kita sampai disini saja Alya sayang, aku gak mau menodai kamu!" ucap Rafly sembari memberikan baju dan bra Alya kepada Alya untuk segera dia pakai. "Aku minta maaf sayang kalau kamu sudah menikmatinya dan aku menghentikan permainan kita maafkan aku, aku tidak mau menodai kamu, aku akui aku salah telah mengajakmu berbuat seperti ini sekali lagi maafkan aku sayang!" sambung Rafly dengan penuh perasaan menyesal akan perbuatannya bersama kekasihnya itu.
"Tapi sayang aku siap kok menanggung semua resikonya!" ucap Alya dengan perasaan yang sangat ingin melanjutkan permainan mereka tadi, karena Alya sangat begitu menikmatinya.
"Gak sayang, aku gak mau kamu memberikan keperawanan kamu kepada aku sebelum kita menikah!" ucap Rafly dengan suara yang lembut. "Kamu pakailah pakaian kamu sekarang sayang dan pulanglah ke rumah kamu, kita ini telah melakukan perbuatan yang seharusnya kita tidak lakukan sayangku, sekali lagi maafkan aku yah sayang!" sambung Rafly meminta maaf kepada kekasihnya itu.
Alya kemudian memakai bra dan bajunya lalu dia bergegas keluar kamar dan rumah Rafly untuk segera pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Sungguh tadi sebenarnya adalah hal yang sangat di inginkan Rafly, tapi karena perasaan cintanya kepada Alya begitu besar sehingga dia bisa menutupi perasaan nafsu gilanya itu. Dengan terpaksa Rafly menuntaskan kembali permainannya sendiri di kamar mandi kamarnya.
Setelah menuntaskan permainannya di kamar mandi kamarnya, Rafly kemudian bergegas naik ke atas ranjanganya untuk tidur.
Kring...kring...kring...
Alarm Rafly telah berbunyi menandakan Waktu telah menunjukan pukul 5:50 Wib, Rafly kemudian bangun dan memperbaiki tempat tidurnya lalu dia pergi mandi dan bergegas ke rumah Alya untuk mengantarkan kekasihnya itu ke sekolah.
Sesampainya di rumah Alya, Rafly memperhatikan leher Alya yang masih merah akibat cumbuannya tadi malam.
"Hari ini gimana kalau kamu libur aja sayangku? lihat leher kamu masih merah akibat tadu malam!"
Alya kemudian melihat tanda itu.
"Iyah sayang, kalau gitu aku izin aja hari ini."
"Nanti biar aku saja yang ke sekolah dan meminta izin untukmu sayangku."
"Iyah, makasih yah sayang"
"Kamu masuk ke dalam rumah kamu lagi gih sayang, dan jangan sampai Kakek dan Nenek kamu melihat itu semua!"
"Iyah sayangku, nanti aku bakalan di kamar terus kok aku keluar pada waktu makan aja"
"Iyah sayangku, ya udah aku ke sekolah dulu yah sayang memintakan izin buat kamu"
Cup
__ADS_1
setelah mengecup singkat bibir Alya, Rafly pun pergi menuju sekolah Alya untuk memintakan izin buat dia.
BERSAMBUNG........