Memutuskan Menikah Muda

Memutuskan Menikah Muda
Episode 15


__ADS_3

Disaat Rafly pergi ke sekolah Alya untuk memintakan izin buat kekasihnya itu, Alya yang sedang termenung diam di kamar sambil membayangkan kejadian semalam bersama Rafly.


Bayangan itu perlahan-lahan membuat Akal sehat Alya hilang, semakin lama membayangkannya semakin besar gairah Alya yang ingin melakukan adegan itu kembali bersama Rafly kekasih tercintanya itu.


Selepas pulang dari sekolah Rafly kemudian pergi menuju rumah Alya untuk mengajak Alya berenang, Rafly tau kalau hari ini bukanlah hari weekend dan masih jam 9 pagi, ini tentunya saat-saat dimana kolam renang sepi.


Tok...tok...tok...


Terdengar suara ketukan pintu rumah dari luar, Alya kemudian bergegas keluar dari kamarnya dan membukakan pintu rumah.


"Ternyata kamu sayang, aku pikir siapa tadi" ucap Alya yang masih memegang pintu rumah yang dia buka itu.


"Iyah aku lah sayang!" ucap Rafly sembari memegang dagu Alya. "Emangnya kamu fikir siapa sayangku?" sambung Rafly.


"Gak mikir apa-apa kok sayang!" ucap Alya sembari melepaskan pegangan tangannya dari pintu yang dia buka tadi.


"Ohh gitu" ucap Rafly dengan santai. "sayang kita pergi berenang yuk, soalnya aku mau latihan fisik renang dulu nih sayang!" sambung Rafly mengajak Alya untuk berenang bersamanya. Karena memang salah satu hobby Alya adalah berenang di kolam renang.


"Ayok sayangku, aku mau banget soalnya aku juga udah lama nih sayang gak berenang" ucap Alya sambil tertawa kegirangan karena di ajakin Rafly berenang.


"Ya udah yuk kita berangkat ke kolam renangnya sekarang yuk sayangku" ucap Rafly sambil berjalan ke motornya.


Alya dengan perasaan senangnya itu kemudian menarik pintu rumahnya dan menguncinya, lalu kunci tersebut di letekkannya di bawah pot bunga tempat yang biasa Neneknya letakkan ketika pergi ke sawah di saat Alya sedang di sekolah.

__ADS_1


Alya kemudian berjalan menuju motor Rafly dan menaiki motor itu sambil memegang pundak Rafly, saat menaiki motor belahan rok Alya sedikit memperlihatkan pahanya yang begitu indah dan sangat menggairahkan untuk di pandang.


Disaat Alya telah menaiki motor, Rafly kemudian menarik gas motornya itu dan melaju dengan kecepatan normal menuju kolam renang. Sesampainya mereka di kolam renang, Rafly dan Alya segera turun dari motor dan bergegas masuk ke dalam kolam renang, tak lupa juga mereka membayar tarif masuk kolam renangnya itu sebelum masuk.


Setelah masuk ke dalam lingkungan kolam renang, tanpa menunggu lama Rafly kemudian melepaskan baju dan celananya. Kini Rafly hanya berbalut celana pendek saja, Alya tertegun melihat pemandangan yang persis berada di depan matanya itu. Tubuh Rafly yang begitu sexy, dada bidangnya yang begitu kekar sehingga membuat ketampanannya bertambah berlipat-lipat. pipi Alya lalu merona melihat pemandangan indah itu, Rafly kemudian perlahan turun ke air, kedalaman kolam itu hanya sampai dada Rafly.


"Ayo masuk ke air, katanya pengen berenang, ayo kita berenang sama-sama, makin siang hari makin panas jadi jangan lama-lama!" ajak Rafly sambil melihat ke arah Alya.


Mendengar ajakan Rafly, Alya tanpa ragu membuka kancing bajunya. Satu per satu kancing bajunya dia lepas, Rafly terkejut atas apa yang Alya lakukan, tubuh Rafly panas dingin di buatnya, Rafly tidak bisa berkata-kata lagi dan hanya bisa mematung.


Setelah kancing baju Alya telah dia buka semuanya, Alya langsung membuang bajunya ke sembarang tempat. kini tubuh bagian atas Alya hanya terbalut bra sexy yang hanya menutup sebagian kecil payudaranya saja, tangan Alya berpindah ke celananya. Tanpa ragu Alya melorotkan celananya yang hanya menyisahkan CD saja, Alya tersenyum menggoda sambil menatap Rafly. Kakinya perlahan melangkah menuju Rafly, langkah demi langkah Alya lakukan sampai akhirnya kakinya berhasil masuk ke dalam air.


Perlahan tapi pasti Alya mendekat kearah Rafly, Rafly tidak berkedip sedikitpun melihat pemandangan di depannya itu. Tubuh Rafly sudah terhipnotis oleh pesona Alya, kini Alya sudah sampai tepat di hadapan Rafly. Kedalaman air kolam mampu menutupi bagian atas tubuh Alya, kini mereka saling berhadapan dengan sengum menggoda yang masih mengembang di wajah Alya, ingin rasanya Rafly melahap habi bibir kekasihnya itu.


"Rafly sayang, kamu kenapa?"


"Kamu gak kedinginan dengan penampilan seperti itu sayangku, yah walaupun ini emang pagi menuju siang hari sih"


"Pakai baju apapun kalau masuk kedalam air pasti dingin sayangku, aku cantik kan sayang?" ucap Alya yang berusaha menggoda Rafly, sembari dia menampakkan senyum manisnya.


"Kamu tidak takut padaku Alya sayang? bisa saja aku memperkosamu sekarang! aku laki-laki normal sayang aku bisa menggila jika melihat gadis berpenampilan sepertimu berduaan denganku di tempat sepi begini!"


Alya tersenyum.

__ADS_1


Tanpa kata, Alya lalu memeluk Rafly sehingga membuat Rafly kaget dan tambah panas dingin meskipun sedang berada di air.


Kini Rafly sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi, dia membisikkan sesuatu dengan lembut di telinga Alya "I Love You My Little Girl" mendengar bisikan itu Alya langsung membalas dengan cara menyambar bibir Rafly. meskipun Rafly sedikit kaget dengan tingkah agresif Alya namun Rafly bahagia mendapatkannya, keduanya langsung berciuman dengan rakus. Alya melingkarkan tangannya di leher Rafly, sedangkan Rafly melingkarkan tangannya di pinggang Alya. Aktivitas paans mereka di dalam air dengan bertukar saliva membuat adik kecil Rafly menegang, sensasi yang hanya bisa dia dapatkan Alya membuatnya hampir menggila. Apa lgi dada Alya yang kenyal menempel tepat dk dada milik Rafly, ini sungguh cobaan indah yang sulit Rafly lalui.


Saat melepaskan ciuman panasnya, Alya menyadari milik Rafly sedang menegang, Alya bagai mendapat hadiah utama lotre.


"Apa perlu kita lanjutkan di rumah kamu nanti sayangku?" tanya Alya menggoda.


"Gak usah di lanjutkan, kita kembali ke rumah masing-masing aja nanti!" kata Rafly yang mengerti maksud dari perkataan Alya tadi.


"Kenapa sayang? apa kamu gak berselera melihatku?" tanya Alya lagi dengan penuh kecewa.


"Hahahaha...." Rafly tertawa lepas mendengar pertanyaan Alya, dia langsung memeluk Alya dengan erat agar Alya tidak salah paham akan maksudnya.


"Karena aku sangat mencintaimu makanya aku ingin kita pulang ke rumah masing-masing aja nanti sayang, aku gak mau akal sehatku seperti semalem datang lagi. Sebenarnya aku sangat-sangat ingin menerkam mu sekarang, tapi rasa cintaku yang begitu besar terhadapmu membuat aku berusaha mengendalikan diri, aku tidak ingin merenggut mahkotamu sebelum kita terikat tali pernikahan sayangku. Aku tidak ingin membuatmu seolah-olah hanya sebagai pemuas nafsuku saja!" jelas Rafly.


"Aku gak keberatan sayang jika kamu memintanya sekarang, aku sangat menginginkanmu" ucap naina kembali.


"Tidak Alya, aku sangat mencintaimu jadi aku harap kamu mengerti maksudku, kamu tenang saja kalau kita nanti sudah menikah kamu akan menyesal karena aku akan menerkammu setiap hari, hahahhaa" ucap Rafly sambil tertawa menggoda kekasihnya yang sangat dia cintai itu.


Alya hanya bisa tersenyum malu sembari menundukkan kepalanya.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2