Memutuskan Menikah Muda

Memutuskan Menikah Muda
Episode 5


__ADS_3

Beberapa menit perjalanan pulang dari pantai, menjadi waktu-waktu yang tidak bisa di lupakan oleh Alya. Karena, pada saat itu adalah awal mulanya Alya bisa memeluk Rafly, Cowo yang selama ini selalu menghiburnya itu. Dimana tatkala ia bersamanya, ia merasa sangat bahagia dan begitu sangat nyaman.


Setibanya dirumah Alya, Alya pun turun dari motor dan dengan spontan langsung mencium tangan Rafly. Rafly merasa sangat kaget, dan juga sangat bahagia. karena, itu pertama kalinya cewe mencium tangannya, sudah seperti halnya pasangan suami istri.


"Kok Alya mencium tanganku yah, udah kyak perlakuan istri ke suaminya aja, hehehe" ujar Rafly dalam batinnya.


"Kan Alya udah sampai rumah nih dengan selamat, aku pamit pulang juga yah dulu Alya, Alya baik-baik yah jangan sedih lagi, hehhehe" ujar Rafly kepada Alya, dengan senyuman malu karena tangannya habis di cium Alya.


"Iyah bang Raf, Alya gk sedih lagi kok bang, Alya malahan sekarang senang banget bang Raf" ujar Alya kepada Rafly dengan senyuman lebar di wajahnya.


"Alhamdulillah, baguslah kalau gitu Alya sayang. Hehehe, sayang pula maaf yah Alya kmu udah ku panggil-panggil sayang nih padahalkan kita belum pacaran" ujar Rafly kepada Alya dengan sedikit senyuman malu di wajahnya.


"Iyah, gak apa-apa kok bang Raf. Asalkan bang Raf senang, hehehehe" ujar Alya kepada Rafly, dengan ekspresi tertawa.


Sebenarnya, aku ingin sekali menjalin hubungan denganmu sekarang juga bang Raf, cuman ku takut nanti di sangka selingkuh dan di katain yang gak-gak oleh mantanku yang baru ku putuskan itu, ujar Alya dalam hatinya.


"Ya udah, aku pulang dulu yah Al, kamu baik-baik di rumah jangan sedih-sedih lagi yah. nanti, kalau aku udah sampai dirumahku aku kabarin kamu, ujar Rafly kepada Alya, dengan penuh senyuman.


"Iyah bang Raf, aku tunggu kabarnya yah" ujar Alya kepada Rafly, dengan senyuman tipis di wajahnya dan di selimuti dengan sedikit perasaan kecewa. karena, dari lubuk hati Alya yang paling dalam dia sebenarnya masih sangat menginginkan Rafly untuk selalu berada dekat dengan dirinya.


Rafly kemudian menyalakan mesin motornya dan pulang ke rumahnya, sesampainya di rumah, ia kemudian membuka ponselnya dan masuklah pesan whatsapp dari ibunya.


"nak, ibu mau bicara sama kamu!, kalau kamu udah baca pesan ini tolong segera telfon ibu yah sayang" begitulah isi pesan whatsapp dari ibu Rafly.


Setelah membaca pesan tersebut, Rafly segera menelfon ibunya dan akhirnya mereka berbincang-bincang lama. Dalam perbincangan tersebut, ibu Rafly menginginkan Rafly untuk masuk pendidikan TNI setelah lulus SMA tahun depan. Awalnya Rafly menolak keinginan ibunya tersebut, karena keinginan Rafly dari kecil itu dia ingin sekali masuk sekolah pelayaran atau sekolah pilot.


Keputusan mana yang harus ku ambil saat ini, apa ku harus mengikuti keinginan ibuku atau aku tetap mengejar impianku sebagai pelayaran atau pilot, ungkap Rafly dalam hatinya.

__ADS_1


Setelah berfikir panjang, akhirnya Rafly memutuskan untuk mengikuti keinginan ibunya tersebut. Karena Rafly berfikir bahwa dia adalah anak pertama yang tentunya memiliki tanggung jawab yang besar kepada kedua adiknya secara ayah mereka sudah sangat-sangat tidak memperhatikan mereka.


Dan menurut Rafly, menjadi TNI itu adalah pekerjaan yang sangatlah mulia. Karna tugas utamanya adalah mempetahankan NKRI dari segala ancaman, baik itu dari luar negara maupun ancaman dalam negara.


Selain itu, Rafly juga harus mendapatkan pekerjaan yang cepat setelah lulus SMA nanti. Agar ia dapat membantu ibunya dalam membiayai kedua adiknya tersebut, dan menjadi TNI itu sangatlah cepat karena Rafly hanya perlu mengikuti pendidikannya selama 6 bulan, dan kalau lolos bisa langsung jadi PNS yang tentunya itu merupakan pekerjaan yang tetap, yang memiliki masa depan yang jelas. Itulah, yang membuat Rafly mengiyakan keinginan ibunya tersebut.


"Inget yah nak, setelah kamu kerja nanti kamu gak boleh menikah dulu!!!, kamu harus membiayai adikmu yang pertama dulu buat dia bekerja juga dulu baru kamu menikah nak. Karena, kalau adikmu yang pertama udah kerja maka dialah nanti yang akan membiayai semua ongkos sekolahnya adikmu yang kedua sampai ia sukses juga nak!" ujar ibu Rafly kepada Rafly, dengan nada suara yang sangat serius.


"Iyah ma, Rafly akan inget pesan mama" balas Rafly kepada ibunya.


"Iyah nak, makasih yah nak" ujar ibu Rafly kepada Rafly, dengan perasaan yang sangat lega karena anaknya itu mau mengikuti keinginannya.


Setelah lama berbincang-bincang dengan ibunya, telfon pun kemudian di matikan oleh ibunya. Kemudian Rafly menuju kamarnya untuk membaringkan badannya di atas kasurnya.


Hari yang cukup melelahkan, jalan kesana kemari di tengah-tengah panasnya matahari. Tapi, aku merasa puas karena bisa membuat Alya tersenyum hari ini, ujar Rafly dalam hatinya, sembari senyum-senyum sendiri, sambil membayangkan kejadian di motor dan kejadian saat di pantai tadi bersama wanita yang di cintainya itu.


Selepas pulang dari pantai, tidak ada lagi hal lain yang berada di fikiran Rafly selain memikirkan Alya, bayangan-bayangan Alya selalu muncul di fikirannya sampai akhirnya dia tertidur lelap di kasurnya.


Terdengar suara ketukan dari pintu rumah, Rafly kemudian terbangun dari tidurnya akibat ketukan yang keras itu, dan bergegas membukakan pintu. ternyata yang mengetuk pintu itu adalah tante Rafly yang baru saja pulang kerja.


"Nak, kamu baru bangun tidur yah?, kelihatan lemas kali badannya" tanya tante Rafly kepada Rafly.


"Iyah tante, aku tadi ketiduran, hehehe" jawab Rafly kepada tantenya, sambil tersenyum lebar


"Owhh iyah nak, kok rumah kelihatan sepi banget ini, adik-adikmu pada kemana nak?" tanya tante Rafly lagi kepada Rafly, dengan raut wajah yang sedikit bingung.


"Tadi adik-adik keluar tante, katanya mau jalan-jalan ke taman yang di sebelah jembatan tante" jawab Rafly kepada tantenya, sambil tertawa.

__ADS_1


"Owhh gitu, ya udah nak tante mau mandi dulu yah" ujar tante Rafly kepada Rafly.


Tante Rafly kemudian pergi masuk kamar dan mandi. sedangkan Rafly, kembali masuk juga ke kamarnya dan lagi-lagi ia terus terbayang-bayang wajah Alya, gadis baik dan cantik yang telah berhasil menaklukan hatinya.


"Aduh, aku kok gini yah sekarang, malah terus-terusan terbayang wajahnya, apakah sekarang aku benar-benar jatuh cinta kepada seorang wanita?" tanya Rafly di dalam hatinya


FLASHBACK ON


5 tahun yang lalu saat Rafly duduk di bangku kelas 1 SMP, dia kembali tinggal bersama ibunya dan kedua adiknya.


Tetapi ada yang berubah dari keluarga mereka, ada orang baru di dalam keluarga mereka. Yah, itulah dia sosok ayah baru buat Rafly dan adik-adiknya dia adalah suami baru ibu Rafly. Mereka melangsungkan pernikahan tanpa sepengetahuan Rafly dan adik-adiknya bisa di bilang mereka menikah secara diam-diam.


apakah dengan adanya sosok ayah baru ini dapat membuat keluarga Rafly menjadi harmonis seperti dulu lagi?, dan ternyata tidak. Malah keadaannya bertambah sangat parah, karena ayah baru Rafly ini orangnya ternyata sangat kasar dan kejam.


Ibu Rafly sering kali di pukuli dan disiksa oleh suami barunya tersebut, Rafly yang melihat langsung kejadian tersebut sangat emosi dan marah. Tapi apalah daya Rafly kecil tidak bisa melakukan apa-apa selain duduk dan diam sambil meneteskan sedikit air mata.


Tak jarang juga, Rafly dan adik-adiknya menjadi korban kekerasan ayah tirinya tersebut. Kadang kala Rafly dan adik-adiknya di bentak, bahkan sampai di ancam ingin di injak-injak badannya jika mereka berani melawan ayah tirinya tersebut.


"Bu, kenapa ibu mau bersuami dengan pria semacam dia yang sudah pengangguran dan suka kasar lagi bu?!" tanya Rafly kepada ibunya, dengan perasaan yang sedikit kesal melihat keputusan ibunya yang sangat salah karena telah menikah dengan pria semacam ayah tirinya itu.


"Ibu dulu sangat cinta nak kepada dia, namanya perasaan itu sangat sulit untuk kita kendalikan nak, dan kalau udah yang namanya cinta yang hadir di hati masing-masing manusia maka seburuk apapun pasangannya tersebut bakalan tetap ia terima nak!" ujar ibu Rafly kepada Rafly, sambil meneteskan air mata.


Astaga, lagi dan lagi semuanya karena cinta mata dan pikiran ibu bisa jdi tertutup seperti itu, ujar Rafly dalam hatinya, dengan perasaan yang sangat kesal mendengar jawaban ibunya tersebut.


FLASHBACK OFF


Semenjak saat itu, Rafly sudah tidak yakin dan tidak percaya lagi dengan yang namanya perasaan cinta. Karena menurutnya, perasaan cinta hanya akan membuat kita sakit hati nantinya.

__ADS_1


Tapi, setelah kenal dan bertemu dengan Alya perasaan Rafly tersebut pun seakan sirna lenyap ntah kemana. Rafly merasa bahwa Alya adalah wanita yang sangat sederhana, baik dan penyabar, sampai-sampai dia jatuh cinta kepadanya.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2