
"Iyah sayang, aku bakalan jaga hati dan diri aku buat kamu kok. Lagian kan nanti saat pendidikan militer aku itu gak bisa keluar-keluar sayang, jadi kamu gak usah khawatir yah!" ucap Rafly yang meyakinkan Alya.
"Makasih yah sayang" ucap Alya dengan suara yang lembut
"Iyah sayangku, sama-sama. Kalau gitu udah dulu yah sayang, Aku mau kumpulin pakaianku dulu nih sayang yang mau ku bawa minggu depan" ucap Rafly dengan lembut. "Assalamualaikum, sayangku" sambung Rafly.
"Wa'alaikumussalam, sayang" balas Alya.
Rafly kemudian mematikan telfonnya dan mengumpulkan pakaiannya yang akan dia bawa minggu depan ke kota M untuk pendidikan tentara.
Disisi lain Alya sangat sedih, karena beberapa hari lagi orang yang paling dia sayangi itu akan meninggalkannya untuk sementara. Alya duduk termenung di kasur memikirkan bagaimana keadaannya nanti setelah Rafly pergi pendidikan selama 6 bulan, karena selama ini yang begitu sayang, peduli, dan perhatian kepadanya hanyalah Rafly kekasihnya itu. Ayahnya telah meninggal, sedangkan ibunya sudah jarang bahkan tidak memperhatikannya lagi semenjak kematian ayahnya, sedangkan Alya hanya tinggal bersama kakek dan neneknya yang sudah lanjut usia jadi benar-benar yang peduli dan perhatian ke Alya sekarang hanyalah Rafly kekasihnya itu.
Ya Allah, bentar lagi aku dan bang Rafly akan berpisah untuk sementara. Aku rasanya gak kuat ya Allah karena selama ini yang peduli dan sangat perhatian ke aku cuman dia, tolong kuatkan aku ya Allah. ucap Alya dalam hatinya.
Alya kemudian menjatuhkan badannya di atas kasurnya sambil terus memikirkan keadannya nanti setelah Rafly pergi, dan blush, kini air mata Alya benar-benar sudah tidak bisa dia bendung lagi hingga jatuh derasnya di atas kasur tempat dia berbaring. Badannya kini sangat lemas dan kepalanya begitu pusing memikirkan semuanya, lalu dia pun tertidur dalam tangisannya itu.
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
__ADS_1
Kini tibalah dimana hari keberangkatan Rafly menuju kota M untuk pendidikan tentara, Alya mengantar Rafly ke bandara dengan penuh perasaan sedih, karena dia harus berpisah untuk sementara dengan kekasihnya itu.
Sesampainya di bandara, Rafly memegang tangan pacarnya itu sambil berkata "Sayang, apa kamu baik-baik saja aku tinggalkan dulu untuk sementara?"
Mendengar ucapan dari Rafly, Alya langsung memeluk Rafly dengan sangat erat sambil berkata "Sayang, aku baik-baik aja kok, nanti kamu fokus yah sama pendidikan tentara kamu, kamu gak usah mikirin aku, aku disini bakalan selalu jaga hati dan diri aku kok buat kamu."
"Iyah sayang, aku bakalan fokus kok" ucap Rafly sembari memeluk dan mengelus-elus kepala kekasihnya itu.
Aku akan terus setia kepadamu sayang, aku akan menunggumu kembali dan menikahi aku, walaupun hatiku ini hancur karena kepergianmu untuk sementara tapi aku akan berusaha untuk kuat sayang, batin Alya.
Sungguh ini adalah saat-saat yang sangat tidak di inginkan oleh Alya, berpisah dengan Rafly walau hanya sementara membuat hatinya begitu sedih. Dia sangat ingin menangis meluapkan kesedihannya itu, tapi dia tidak ingin membuat Rafly khawatir kepadanya. Dia terus berusaha menahan air matanya agar tidak keluar dan memberikan senyuman manisnya kepada Rafly, maksudnya agar Rafly bisa tenang dan fokus kepada pendidikannya nanti.
Para penumpang pesawat blablabla dengan nomor penerbangan blablabla di persilahkan untuk naik ke pesawat, karena 15 menit lagi pesawat akan melakukan take off.
(Suara pemberitahuan di bandara)
Mendengar suara pemberitahuan itu, Rafly dengan berat hati dan dengan perasaan yang sangat sedih melepaskan pelukan Alya. Rafly sungguh benar-benar tidak tega meninggalkan Alya, tapi demi masa depannya dia berusaha kuat untuk meninggalkan Alya.
__ADS_1
Alya kemudian mengambil tangan Rafly lalu dia mencium tangan pacarnya itu dengan perasaan yang sangat sedih, Alya terus berusaha untuk menahan air matanya agar tidak keluar.
Rafly kemudian perlahan-lahan melepaskan pegangan tangan Alya sembari berjalan pelan menuju pesawat. Ketika pegangan tangan itu lepas Alya langsung membalikkan badannya lalu kemudian berlari ke mobil, dan blush, air mata Alya kini tidak bisa dia tahan lagi dan jatuh begitu derasnya dari matanya yang indah itu.
Sayang, aku sangat tidak kuat melihat kepergianmu. walaupun memang ini hanya sementara saja tapi entah mengapa hati ini begitu sedih saat melihat kamu pergi, batin Alya.
Rafly berjalan masuk ke dalam pesawat lalu dia duduk di tempatnya, sedari tadi hanyalah Alya yang ada dalam pikirannya. Sungguh dia benar-benar tidak tega meninggalkan Alya selama 6 bulan lamanya, tapi mau tidak mau itulah satu-satunya pilihan yang harus dia ambil agar kelak masa depannya dan Alya bisa cerah.
Alya kemudian kembali ke rumahnya dengan perasaan yang sangat sedih, sesampainya di rumahnya dia langsung menjatuhkan badannya di kasurnya. Sungguh dia benar-benar sangat bingung harus bagaimana menjalani hari-harinya tanpa sosok Rafly bersamanya.
Dia terus membayangkan moment-moment romantisnya saat bersama kekasihnya itu, dimana mereka selalu makan bersama baik itu secara langsung maupun lewat video call, dimana Rafly selalu mengantar dan menjemputnya saat dia sekolah, dimana Rafly selalu menghiburnya saat dia sedih, dimana Rafly selalu mengusap air matanya ketika dia menangis, sungguh dia benar-benar merasa kehilangan Rafly. Padahal nyatanya Rafly hanya pergi sementara dan itu hanyalah 6 bulan, tapi entah mengapa hati Alya mengatakan bahwa Rafly akan pergi sangat lama dari hidupnya.
**BERSAMBUNG.........
Jangan lupa vote dan komen yah sahabat
Saran dan kritikannya selalu author nantikan
__ADS_1
Makasih
Salam manis Author**