Memutuskan Menikah Muda

Memutuskan Menikah Muda
Episode 7


__ADS_3

"Alya sayang, udah jam 21:30 Wib nhi, kita pulang yuk sayang nanti kamu dicariin nenek kamu lagi"ujar Rafly kepada Alya, dengan suara yang sangat lembut sambil mengusap kepala Alya.


"Iyah bang Raf, Ayok kita pulang bang" respon Alya terhadap ajakan Rafly barusan.


Mereka berdua pun bergegas menuju motor, kemudian motor dinyalakan oleh Rafly dan mereka berdua pun segera pulang ke rumahnya masing-masing, Terlebih dahulu Rafly mengantarkan Alya pulang ke rumahnya. Setelah mengantarkan Alya dengan selamat sampai ke rumahnya, akhirnya Rafly pun memutuskan untuk segera pulang juga ke rumahnya.


Sesampainya di rumahnya, Rafly merasa sangat kangen lagi kepada Alya wanita yang sangat di cintainya itu. Padahal mereka belum ada sejam gak ngobrol Rafly udah kangen aja ke Alya.


Ah, pikiranku kok jadi gak karuan gini yah, yang ada hanyalah Alya, Alya dan Alya, ujar Rafly dalam hatinya sembari dia senyum-senyum sendiri.


Lebih baik aku menelponnya saja, agar rasa kangenku terhadapnya ini setidaknya sedikit berkuranglah, tambah Rafly.


Rafly pun kemudian mengambil ponselnya dari saku celananya, kemudian dia menelfon Alya wanita yang sangat dia sayangi dan dia cintai itu.


"Assalamualaikum, Wa'alaikumussalam" ujar Rafly yang mengucapkan salam kepada Alya, namun dia pula yang menjawab salamnya itu sendiri.


"Wa'alai...." aaaa..kebiasaan deh bang Raf sayang, kalau kasih salam dia juga yang jawabnya sendiri" ujar Alya kepada Rafly dengan tertawa dan perasaan yang kesal terhadapnya. Ada apa bang Raf sayang?, kok tumben udah malem-malem gini nelfon Alya" sambung Alya bertanya kepada Rafly, karena tidak biasanya Rafly menelfonnya disaat udah sangat malam seperti itu.


"Gak apa-apa, Aku cuman kangen aja sama kamu Alya sayang, hehhehe" ujar Rafly dengan nada suara yang sangat lembut dan diiringi dengan tawa pelannya.


"Astaga heheehhe, perasaan kita baru aja tadi bang Raf ketemuannya" jawab Alya sambil tertawa, diiringi dengan sedikit perasaan malu di hatinya, karena Rafly baru saja mengungkapkan rasa kangennya terhadapnya.


"Iyah nih, gak tau juga kenapa yah ku bisa kangen banget lagi sama kamu Alya sayang, heheehe" balas Rafly dengan tertawa juga.


"Hehheheheh, ada-ada aja bang Raf cayang ini" ujar Alya sambil tertawa lepas. "Eh bang Raf, kita ini HTS yah bang!" sambung Alya.


"Hah?, HTS tuh apaan Al?!" tanya Rafly dengan nada suara kebingungan.

__ADS_1


"Iyah, HTS bang Hubungan tanpa status!, secara kan kita udah sayang-sayangan tuh tapi kita belum pacaran, hehehehe" jawab Alya dengan tertawa.


"Hahahaah, bukannya kamu Al yang gak mau pacaran dulu kan, karna takut di tuduh yang gak-gak ntar sama mantan kamu itu!" ujar Rafly kepada Alya, dengan suara yang sangat pelan.


"Iyah sih bang Raf, cuman yah gitu deh, hehehehe" jawab Alya dengan perasaan kebingungan, karna dia tidak tau apa lagi yang harus dia bilang ke Rafly.


"Alya sayang, apa kamu udah siap menjalin hubungan bareng aku?!" tanya Rafly, dengan nada bicara yang sangat serius.


"Maksudnya bang Raf?" ujar Alya yang menanyakan kembali kepada Rafly, tentang maksud omongannya barusan.


"Kalau Alya udah siap jalin hubungan bareng aku, ayok aja Alya sayang. Tapi kita pacaran aja yah dulu soalnyakan kita masih sama-sama sekolah, dan aku pun belum ada kerjaan Alya sayang!!!" jawab Rafly dengan nada bicara yang sangat serius. "gimana, Alya mau gak?" sambung Rafly.


"Iyah bang Raf, aku mau" jawab Alya tanpa pikir panjang, karena Alya pun udah sayang banget sama Rafly, dan saat-saat inilah yang di tunggu-tunggu olehnya.


Alhamdulillah ya Allah, Alya mau menerima cintaku. ungkap Rafly dalam hatinya.


"Makasih juga yah bang Raf, karna udah mau menjadikan aku sebagai pacarnya bang Raf. Padahal aku banyak sekali kekurangannya, sekali lagi makasih yah bang Raf udah mau nerima aku apa adanya" ujar Alya dengan senyuman lebar, dan dengan perasaan yang begitu sangat bahagia.


"Pokoknya aku janji sayang, aku akan menyayangi dan mencintai Alya selamanya sampai nanti aku mati, aku janji akan membuat Alya tertawa bahagia terus bersamaku, aku tidak ingin melihat kamu menangis yang, aku ingin melihat kamu itu terus bahagia sayangku" ujar Rafly dengan suara yang sangat lembut, dan dengan perasaan yang sedikit sedih. Karena dia membayangkan ketika Alya disakiti oleh mantannya, lalu kemudian Alya menangis, Dia sangat tidak tega melihat Alya menangis seperti itu.


"Iyah sayang, aku percaya sama kamu, aku yakin kalau kamu itu laki-laki baik yang di berikan tuhan kepadaku!" ujar Alya dengan suara yang lembut dan perasaan yang sangat bahagia.


Akhirnya Alya dan Rafly pun menjalin hubungan status pacaran pada saat itu, Rafly merasa sangat-sangat bahagia. Karena, wanita yang selama ini dia cintai dan dia sayangi itu mau menerima dirinya. Begitupun dengan Alya, dia sangat-sangat begitu bahagia karena pria yang dia sayangi itu mau menjalin hubungan dengannya, dan mau menerima segala kekurangannya.


Ya Allah, jika memang bang Rafly adalah pria yang engkau kirim untuk hambamu ini, lancarkanlah hubungan aku dengannya ya Allah. Karena aku sudah sangat menyayanginya, dan aku yakin dia adalah pria yang sangat baik ya Allah, ungkap Alya yang sedang berdoa dalam hatinya.


"Sayang, kamu belum ngantuk kah?" tanya Rafly kepada Alya.

__ADS_1


"ngantuk dikit sih tadi sayang, tapi sekarang udah gak lagi, hhehehehe" jawab Alya dengan senyuman lebar di wajahnya.


"Tapi itu udah jam 23:40 Wib loh sayangku, nanti kamu sakit lagi kalau begadang sayang" ujar Rafly dengan suara yang sangat lembut.


"Iyah sayangku iyah, habis ini aku tidur kok sayang" jawab Alya dengan suara yang lembut pula.


"Sayang, tau gak apa yang paling bahagia buat aku hari ini?" tanya Rafly sambil tersenyum.


"Apa emangnya sayangku?" tanya Alya dengan perasaan yang penasaran.


"Yang paling membuat aku bahagia hari ini itu adalah kamu sayang, dan yang paling bahagia buat aku adalah bisa menjalin hubungan pacaran ini bareng kamu sayangku" jawab Rafly kepada Alya sambil tersenyum manis.


"Ah, kamu bisa aja sayang gombalnya, hehehhe" ujar Alya sambil tertawa.


"Heheheh, tapi itu kenyataan loh sayang bukan gombal" ujar Rafly sambil tersenyum. "Eh sayangku, kamu tau gak?" sambung Rafly bertanya lagi kepada Alya.


"Gak tau sayangku, hehehe" jawab Alya sambil tertawa.


"Sama sayang aku pun gak tau, ahahahaha" ujar Rafly sambil tertawa lepas.


"Ih, nyebelin banget deh pacarku ini" ujar Alya sambil tertawa lepas juga.


Alhamdulillah, Aku senang banget mendengar kamu tertawa lepas seperti itu sayangku, ujar Rafly dalam hatinya.


Yah, itulah sosok Rafly yang sebenarnya, seorang pria yang begitu humoris dan sangat tidak ingin melihat wanita menangis, terlebih lagi kepada wanita yang dia sayanginya.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2