
Waktu telah menunjukan pukul 16:30 Wib, Rafly bergegas menuju kamar mandi untuk segera mandi. Karena malam ini Rafly ingin mengajak kencan Alya lagi, di sebuah taman yang begitu indah.
Setelah selesai mandi, Rafly kemudian memakai pakaiannya kemudian memakai wangi-wangian yang tentunya sangat di sukai oleh para wanita. Siapa sih wanita yang gak suka berada di dekat cowo yang harum, begitulah pikiran Rafly saat itu.
Setelah selesai memakai baju dan memakai wangi-wangian, Rafly kemudian mengambil ponselnya lalu menghubungi Alya wanita yang sangat di cintainya tersebut.
"Halo Al, Assalamualaikum" sapa Rafly kepada Alya melalui telfon, dengan suara yang sangat lembut.
"Eh, iyah halo bang Raf. Tumben nelfon sore-sore gini bang, apa ada yang bisa Alya bantu bang?" tanya Alya kepada Rafly, dengan nada suara yang pelan dan perasaan yang sedikit bingung, Karena tidak biasanya Rafly menghubungi dirinya saat sore-sore menjelang malam seperti ini.
"Gak apa-apa si Al, cuman pengen ngajakin Alya jalan aja klau Alya gak keberatan sih yah, Alyanya mau gak jalan sama aku malam ini?" tawar Rafly kepada Alya, dengan suara yang begitu sangat lembut.
Aduh, jantungku kok deg-degan gini yah di ajakin jalan malam sama bang Raf, ujar Alya dalam hatinya.
"Iyah bang Raf, Alya mau bang. tapi, jangan lama-lama yah bang!" ujar Alya kepada Rafly.
"Ya udah, Alya sayang siap-siap yah aku kesitu sekarang jemput Alya sayang" ujar Rafly kepada Alya, sambil tertawa manja.
Rafly pun bergegas menuju motor dan mengendarai motor tersebut menuju rumah Alya.
Sesampainya di rumah Alya, Rafly pun kemudian turun dari motor dan mengetuk pinty rumah Alya.
tok tok tok tok....
"itu siapa yah maghbrib gini malah ngetok-ngetok pintu, bukannya ikutan sholat aja juga sana di masjid" ujar nenek Alya kepada semua orang yang ada di rumah dengan nada bicara yang sedikit kesal.
Nenek Alya kemudian menuju pintu rumah, untuk segera membukakan pintu tersebut.
"Eh, ternyata kamu toh nak, nyari Alya kan nak?, tanya nenek Alya kepada Rafly, dengan raut wajah yang masih agak kesal sebenarnya karena Rafly sudah kurang sopan bertamu di rumahnya.
"Iyah nek, saya nyari Alya, Alyanya ada kan nek? tanya Rafly kepada nenek Alya.
" Iyah nak, Alyanya ada kok tunggu bentar yah, dia lagi sholat maghrib soalnya nak" jawab nenek Alya kepada Rafly.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa menit, Akhirnya Alya pun selesai melaksanakan sholat maghrib, dan mereka akhirnya berangkat menuju sebuah taman yang sangat indah.
Sesampainya di depan taman, Alya benar-benar terpukau oleh keindahan taman tersebut, dan benar-benar merasa nyaman berada di taman itu. Apa lagi dia ke taman tersebut bersama pria yang dia sayangi, perasaannya menjadi sangat senang dan bahagia.
Rafly dan Alya pun duduk di bagian sudut taman yang agak gelap, saat itu Alya merasa sedikit ketakutan. Tapi Rafly terus berusaha untuk menenangkannya, agar ia terbiasa dengan suasana disekitarnya.
Akhirnya, Alya pun mulai bersikap santai dan tidak takut lagi dengan keadaan di sekitarnya yang agak gelap. Kemudian mereka berdua pun saling bercerita dan bertatapan mata, namun ntah apa yang merasuki pikiran Rafly saat itu, dia tiba-tiba seperti hilang kesadaran dan ia ingin sekali mencium bibir indah Alya saat itu juga.
Kemudian, Rafly mendekatkan bibirnya ke bibir Alya lalu ia mencium dan ******* habis bibir Alya, ntah mengapa Alya tidak ada kekuatan untuk melepaskan atau menolak bibir Rafly tersebut, ia rasanya seperti terhipnotis, jantungnya berdegup kencang seakan tidak percaya dengan keadaan yang ia alami skarang, karena itu merupakan pertama kalinya ia di cium oleh pria.
"Al, maafkan aku yah ku tidak bermaksud untuk berbuat yang tidak sopan terhadapmu" ujar Rafly kepada Alya.
"Iyah bang Raf, gak apa-apa kok asal bang Raf senang" ujar Alya kepada Rafly, sebenernya sih aku juga senang bang Raf bisa ciuman bibir denganmu, lanjut Alya berbicara dalam hatinya.
"Alya sayang senang gak jalan sama aku?" tanya Rafly kepada Alya.
"Senang banget bang Raf, bang Raf itu udah menghibur Alya terus, udah nemenin Alya terus, makasih banyak yah bang Raf atas perhatiannya selama ini" jawab Alya kepada Rafly.
"Boleh bang Raf, silahkan" jawab Alya
"Apa Alya nyaman bersama aku?" tanya Rafly
"Jujur aja yah bang Raf, ku itu udah nyaman banget sama bang Raf, Karena bang Raf itu baik banget orangnya, selalunya aja membuat aku terhibur dan yang paling penting bang Raf tidak ingin melihat aku sedih" jawab Alya dengan menundukan kepalanya. disertai dengan perasaan yang sangat terharu bahagia, karena ada pria yang begitu tulus perhatian kepadanya selepas meninggalnya Almarhum Ayahnya.
FLASHBACK ON
10 tahun 5 bulan yang lalu, Pada saat itu hari sangat cerah, dan ayah Alya memutuskan untuk pergi memancing di sebuah danau.
Pada saat itu Alya sedang berada di rumah bersama ibunya, kemudian ayah Alya pun berpamitan kepada keduanya.
"Ma, papa pergi mancing dulu yah di danau, mama di rumah baik-baik yah" ujar ayah Alya kepada ibu Alya, dengan memberikan senyuman lebar di wajahnya.
"Nak, papa pergi dulu yah kamu di rumah aja yah nak jangan keluyuran, dan jangan nakal-nakal ntar kasihan ibu kamu, hehehhe" ujar ayah Alya kepada Alya, sambil tertawa menggendong Alya kecil.
__ADS_1
"Iyah yah, Alya dan ibu akan nungguin ayah pulang kok, aku dan ibu akan di rumah terus gak akan kemana-mana kok yah, dan gak akan nakal-nakal hehhehe, ujar Alya kecil kepada ayahnya, dengan penuh tawa dan keceriaan di wajahnya. Alya kemudian memeluk erat ayahnya, sebelum ayahnya pergi memancing ikan di danau.
Siapa sangka, kalau itu merupakan pelukan terakhir Alya dan ayahnya. karena saat di tengah-tengah danau memancing tiba-tiba saja perahu yang di naiki ayah Alya pun terbalik, dan ayah Alya pun tenggelam di danau tersebut. kemudian, Jasad ayah Alya di temukan oleh seorang warga dan langsung melaporkannya kepada ibu Alya.
Tok tok tok tok...
"Assalamualaikum, bu Fairah" kata seorang tetangga dengan nada panik yang sedang mengetuk pintu rumah bu Fairah.
"Wa'alaikumussalam" balas bu Fairah sembari membuka pintu rumahnya. "Ada apa yah pak, kok kelihatannya panik seperti itu?" sambung bu Fairah.
"Aaa..anu Bu anu...Pak Fairuz bu" balas warga tersebut dan saking paniknya dia ngomong sampai susah dan gugup.
"Iyah, suami saya kenapa pak?" dengan cemas bu Fairah menanyakan ada apa yang terjadi dengan suaminya.
"Pak Fairuz kecelakaan di danau, dan meninggal di lokasi bu....!" kata orang tersebut dengan menghembuskan nafas panjang.
Bu Fairah sangat kaget dan masih tidak percaya, saat mendengar kabar tersebut. Air mata jatuh perlahan dari kelopak mata bu Fairah dan dia jatuh tak berdaya di atas lantai, saat itu Alya kecil yang belum mengerti apa-apa hanya terdiam melihat ibunya yang menangis.
dua hari kemudian setelah ayah Alya meninggal, Alya selalu bertanya kepada Ibunya, "ibu dimana ayah?" tanya Alya kecil kepada ibunya.
Ibu Fairah kemudian terdiam sejenak dan menatap mata putrinya itu, kemudian memeluk erat-erat putinya tersebut.
"Ayah lagi kerja ke luar kota sayangku, dan gak bisa pulang dulu karena sibuk" jawab bu Fairah kepada Alya kecil, dengan nada yang sangat lembut dan perasaan yang sangat sedih. Bu Fairah terpaksa berbohong kepada Alya kecil, karena dia tidak mau melihat putrinya itu meneteskan air mata setelah mengetahui bahwa Ayahnya ternyata telah meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.
FLASHBACK OFF
Mulai saat itulah, Alya jarang mendapatkan perhatian dari orang tuanya, karena Ibu Alya harus kerja ke luar kota dan Alya di titipkan bersama neneknya.
Alya sangat merindukan sosok ayahnya, seorang ayah yang selalu ada untuknya saat dia sedih maupun senang, sosok Ayah yang tak mengenal lelah dalam mencarikan nafkah untuk dia dan ibunya, sosok Ayah yang sangat baik dan bertanggung jawab, Alya benar-benar merindukan sosok Ayahnya.
Dan sepertinya sosok tersebut telah Alya temukan lagi dalam diri Rafly, laki-laki yang benar-benar sayang kepadanya secara tulus tanpa melihat fisik dan ekonominya.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1