
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selama perjalanan menuju pos berikutnya tidak ada masalah apapun dalam perjalanan, mereka kembali seperti perjalanan yang riang gembira.
Wahyu heran dengan kondisi gunung ini,karena tidak pernah merasakan atau menemukan sesuatu di gunung lain.ia merasakan nyaman seperti di rumah sendiri, meskipun mereka baru pertama kali naik ke gunung Ciremai..
Tepat pada pukul 11:00 siang, bertemu lah dengan pendaki asal jawa timur, mereka berpapasan bertegur sapa layaknya para pendaki pada umumnya..
ada 6 orang pendaki dari jawa timur ini, mereka sudah 3 hari di gunung ini.
mas di atas aman ? tanya andre..karena mungkin kemarin mengalami gangguan kabut yang aneh,andre pikir pun di atas juga sama..
aman ko mas,cerah banget selama saya mendaki pun,jawab dari salah satu pendaki.
Di tengah-tengah obrolan mereka,ada satu orang yang tidak ngobrol sama sekali sejak pertama bertemu pun tapi ketika lagi asyik-asyiknya ngobrol,ia memotong pembicaraan,dengan lembut ia berkata "Mas nanti kalo udh sampai atas,titip ini ya" sembari memberikan bungkusan dari kain putih..
__ADS_1
Andre pun menerima itu namun ia heran bukan main,karena bungkusan itu sama persis dengan apa yang di kasih oleh si nenek di bawah..
tanpa pikir panjang andre menerima dan memasukan ke tas nya..iya mas nanti saya bawain sampe atas,ujarnya andre
6 pendaki berpamitan untuk turun, karena sudah terlalu lama mereka berbincang-bincang kesana kesini, mereka bersalaman tanda persahabatan sesama pendaki..
satu,dua,tiga,empat,lima,enam,tujuh
dirwan sengaja menghitung pendaki yang barusan pamitan,namun ia kaget ketika ingat bahwa pendaki tadi berjumlah 6 orang tapi yang ia hitung ada 7 orang..
tap tap tap.., perjalanan kembali di lanjutkan
Semua yang mereka lihat tidak ada duanya selain di gunung ini,banyak sekali buah-buahan yang tinggal petik saja dan masih segar sekali untuk di makan..
Beberapa jam kemudian akhirnya sampai di pos ke tiga, terdapat shelter yang lumayan besar dengan atapnya terbuat dari pelepah daun kelapa..
__ADS_1
Mereka beristirahat sejenak di shelter tersebut,tapi andre berkeliling di sekitar pos tiga itu,ia menemukan sebuah gundukan batu tersusun rapi,dan di ujung gundukan itu tertulis nisan seorang ulama ternama.
Ia lalu duduk berlutut di samping makam itu dan berdoa untuk ulama tersebut,andre mulai memejamkan mata dan mengangkat kedua tangannya sembari membaca doa..
dari segala arah datang banyak sekali kera yang pernah ia jumpai sebelumnya,kera itu ikut duduk mengelilingi makam itu,seakan ikut mendoakan,namun andre belum sadar bahwa ada begitu banyak kera yang mengelilinginya..
suasana menjadi hening sunyi dan hikmat sekali,1 jam lamanya berdoa,andre selesai dan kaget terkejut melihat banyak kera,dan datanglah kerasa yang paling besar datang menghampiri andre,kera itu memberikan kembali tongkat yang sebelumnya sudah di berikan namun tertinggal ketika tersesat di hutan terlarang itu..
andre baru sadar ketika melihat tongkat tersebut dan berpikir bahwa kera ini sudah mengikuti sejak awal keluar dari hutan larangan untuk memberikan kembali tongkat nya..
Tongkat itu seakan sudah hak nya andre dan harus di bawa oleh andre kemanapun ia pergi, tongkat itu berukuran 30cm dengan pegangan atasnya berbentuk harimau dan di hiasi batu merah delima..
...****************...
...****************...
__ADS_1