Menangis Di Bawah Sinar Bulan (Kisah Pendakian)

Menangis Di Bawah Sinar Bulan (Kisah Pendakian)
hipotermia 2


__ADS_3

Dalam kepanikan yang andre rasakan hingga keringat dingin dan jantung berdebar kencang membuat hatinya tak tenang,ini pertama kalinya dirwan mengalami hipotermia, meskipun andre sudah mengetahui ilmunya namun tetap saja tak membuat ia tenang .


Si kakek yang berada duduk di samping andre pun berbicara "tenang saja cu,ia gapapa kok,hanya kekurangan energi saja" ujarnya si kakek sambil melihat kondisi dirwan.


"tapi kek saya takut dia kenapa-kenapa, soalnya pertama kalinya kita mengalami hal seperti ini " ucapnya andre dengan mata berkaca-kaca.


Si kakek pun memegang tangan dirwan , sepertinya si kakek sedang mengobatinya.


"sudah sampai tuan muda" ucap prajurit yang mengendalikan kuda .


andre kaget karena ia sudah benar-benar sampai di tempat camp.


"ayo cu bawa temanmu kedalam tenda,nanti juga bangun " ujarnya si kakek


andre pun turun dari delman itu dan langsung menggendong menuju tendanya,pada saat andre ingin mengucapkan terimakasih, delman itu sudah tidak ada di hadapannya.


"makasih kek " ucapnya dalam hati andre


andre sampai tempat camp hanya dalam waktu sekejap saja,andre teringat dengan nasib wahyu yang masih di belakang jauh sekali.

__ADS_1


sembari menunggu dirwan siuman,andre memasak air panas dan memasak nasi serta lauknya.


Di area camp tersebut hanya ada 1 tenda saja yang tersisa,tak lama kemudian orang yang ada di dalam tenda itu keluar langsung menyapa "hey bang abis summit ngga ? " tanya pendaki lain,sebut saja jaka.


"iya bang udah ko barusan nyampe " jawabnya andre


"sini bang ngopi disini " ajaknya andre


Tenda mereka tidak jauh,mungkin hanya berjarak 5 meter saja.


"bang kamu sendirian saja ? " tanya si jaka sembari duduk depan tenda andre


Si jaka belum curiga atau aneh pada andre ,mungkin baru kenal juga jadi belum mengenal lebih jauh lagi.


"kamu berapa orang bang ?" tanya andre


"saya solo hiking bang" jawabnya jaka


mereka berbincang berkenalan layaknya para pendaki pada umumnya,jaka ini pendaki asal jawa timur,ia pun baru pertama kali naik ke gunung Ciremai,di sela obrolan,jaka nyeletuk "bang ,kamu bertemu apa saja disini ? " tanya jaka sambil melihat ke arah andre

__ADS_1


andre yang awalnya tidak mengerti namun Langsung tersadar kejadian yang mereka alami.


"kami aman aman saja bang " jawabnya Andre,ia tidak mau menceritakan hal seperti itu pada orang asing (yang belum kenal dekat) .


"syukurlah bang ,kalo aku kemarin sempat nyasar tapi Alhamdulillah nya saya bertemu burung jalak dan di tuntun kembali ke jalur" ceritanya jaka .


Dalam pikiran andre sudah bisa menebaknya kejadian seperti di alami olehnya juga ,dan sekarang burung jalak nya masih mengikuti andre.


"yang abang maksud burung jalak ini,sambil memanggil burungnya" sahutnya andre .


jaka kaget sambil nelan ludanya, seketika badanya ngfrezz seperti tak percaya dengan yang di lakukan andre, Karena setelah burung itu hinggap di pundak andre ,si jaka melongo saja .


"ini serius bang ,ko bisa disini burungnya terus bisa jinak sama Abang? " tanya jaka penasaran


Andre hanya tersenyum sambil ngelus burung jalaknya.


"hehe iya bang ini burung saya ,tapi burung ini tinggal di gunung ini ,jika saya suatu saat nanti muncak kesini lagi,ia pasti sudah nunggu di bascamp" ucapnya andre


Jaka yang belum percaya dengan apa yang ia lihat di depan matanya sendiri, karena yang jaka tahu burung jalak itu biasanya takut pada orang asing .

__ADS_1


__ADS_2