Menangis Di Bawah Sinar Bulan (Kisah Pendakian)

Menangis Di Bawah Sinar Bulan (Kisah Pendakian)
Pendaki Misterius


__ADS_3

"itu benar burung jalak kamu ? " tanya jaka


"iya bener bang, karena gunung Ciremai ini sama saja dengan rumahku" jawabnya andre


jaka yang heran dengan ucapn dirwan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya,jaka mengalihkan pembicaraannya.


"bang temennya aman yang di tenda ? " tanya jaka


"aman bang,cuma gejala saja,nanti juga bangun" jawabnya andre


Jaka yang sudah lama berbincang dengan andre memutuskan untuk pamit karena ia harus segera turun.


"bang saya pamit dulu ya,mau beres-beres tenda,mau turun sekarang " ujarnya jaka


"owh yaudah bang" ucapnya andre


Jaka pun pergi meninggalkan andre yang sedang memasak,saking asyiknya ngobrol,andre sampai lupa menawarkan makan dan minuman .


beberapa jam kemudian masakan sudah jadi namun wahyu belum kunjung datang juga tapi untungnya masih siang sekitar jam 10:30 siang.


disisi lain wahyu yang sedang susah payah untuk kembali ke tempat camp,ia bertemu pendaki yang sedang duduk di bawah pohon.


"bang sendirian aja ? "tanya wahyu , menghampiri


"hehe iya bang,temenku sudah turun duluan tadi pagi-pagi " jawabnya si pendaki.


Wahyu sempat berpikir mungkin dia nasibnya sama sepertinya yang di tinggal duluan karena keadaan darurat.


"oh gitu bang,mau bareng sama saya ga turunnya? " ajakan wahyu


"engga bang duluan aja gapapa,saya ga bisa kemana mana,tapi tolong sampaikan pada teman saya di bawah ,jangan nyariin aku" ucapnya si pendaki


Wahyu bingung dengan ucapannya itu,karena biasanya pendaki pasti akan turun gunung juga.


"iya bang nanti kalau ketemu,saya duluan ya bang " ujarnya Wahyu sambil berjalan kembali.


Namun hanya beberapa langkah wahyu berjalan,ia menoleh ke belakang, pendaki yang tadi ngobrol dengannya sudah tidak ada entah kemana.


Seketika bulu kuduknya merinding dan jantungnya berdebar kencang,tanpa pikir panjang ia berlari sejauh mungkin dari tempat itu.


"padahal masih siang,ko ada aja yang kaya gtu" ucapnya dalam hati


Setelah dirasa sudah jauh dari tempat itu ia berjalan normal kembali,sambil memikirkan si pendaki tadi.


Tak lama kemudian ia sampai di tempat camp,wahyu langsung lari ke arah tenda.


"gimana dirwan ? " tanya wahyu


"aman ko,nanti juga bangun " jawab andre.


Wahyu yang kelelahan pun langsung duduk sambil meluruskan kakinya .


"tadi pas lo turun ketemu sama pendaki sendirian ngga dre ? " tanya wahyu


"ngga ko,kan tinggal rombongan kita saja yang ada di atas juga" jawabnya


Wahyu ingin menceritakan kembali namun ia mengurungkan niatnya.


"owh gitu ya,,lo udah masak Dre? " tanya wahyu memotong obrolan


"udah tuhh, kalau mau makan ambil aja,ada di dalam tenda " jawabnya Andre.


Perut wahyu yang sudah keroncong pun langsung pergi ke dalam tenda .


"lo udah makan belum ? " tanya wahyu


"belum,duluan aja kalo mau makan,aku beresin dulu kompor " ucapnya andre


Ketika wahyu mau makan ,ia lupa karena tidak ada alas untuk nasinya ,ia pun keluar tenda kembali untuk mencari daun yang bisa di pakai alas.


"mau kemana yu ? " tanya andre


"gue mau nyari daun dulu biat alas makan" jawabnya wahyu sambil menjauh dari tenda.


andre juga lupa kalau mereka tidak membawa piring atau alat mkan lainnya , mereka hanya membawa kompor dan panci kecil untuk masak.

__ADS_1


"andreee..." suara dalam tenda memanggil


andre langsung masuk ke dalam tenda dan ternyata dirwan sudah siuman.


"kamu gapapa wan,mendingan gak ? " tanya Andre


"lumayan mendingan,tolong minta air panas dong " jawabnya


andre langsung ngambil air panas yang sudah ia sediakan karena ia tahu ketika dirwan sadar pasti minta air .


"nihh awass masih panas banget airnya " andre sambil memberikan gelas


gleeekk...gleggg


Air panas itu langsung dirwan minum tanpa kepanasan bahkan ekspresi wajahnya juga biasa saja seperti meminum air dingin biasa.


...----------------...


...----------------...


Andre kaget melihat dirwan seperti itu,mana mungkin ada orang yang kuat meminum air panas secara langsung,tapi andre masih berpikir positif pada waktu itu ,namanya juga dingin ,suhu juga sedang dingin sekali , meskipun pada siang hari suhunya bisa mencapai 15 drajat saja.


"wan kamu ga panas minum air ini? " tanya andre


"ngga kok ini dingin airnya " jawabannya dirwan


kemudian andre memegang gelas yang sudah habis airnya dan ternyata gelasnya masih panas bekas air panas itu.


Tapi tiba-tiba dirwan bicara "mana titipan dari ibuku " .


andre yang sudah tau bahwa yang di hadapannya bukan dirwan .


"titipan" andre dalam hati sambil mengingat kembali, setelah beberapa lama andre berpikir lalu ia teringat dengan sosok nenek yang berjualan nasi uduk ketika di bawah dan andre pun menjawab "owh titipan ini " sembari mengeluarkan kain putih yang ada isinya .


"iya ini titipan dari ibuku ,kenapa kamu tidak memberikan kepadaku waktu di puncak" tanya sosok yang ada di dalam diri dirwan .


"Saya ingin memberikan ini namun di atas puncak yang saya lihat hanya temanku saja,dan aku tidak merasakan keberadaan kamu" ujarnya dirwan .


"kamu liat batu besar yang di pinggir kawah,itu rumahku " ujarnya


"iya saya lihat tapi saya tidak tau kalau kamu disitu" ucapnya andre


"Terimakasih kamu sudah menjaga amanah dari ibuku,semoga kalian selamat sampai bawah,ingat kalau kalian kesini lagi,jangan lupa mampir ke rumahku di atas" ujarnya sosok misterius itu .


belum sempat andre menanyakan siapa yang masuk ke tubuh dirwan,sosok itu langsung pergi begitu saja dan dirwan langsung pingsan kembali.


brukkk.... .


Dug. .dug..dug suara langkah kaki wahyu yang sudah kembali,ia langsung masuk ke dalam tenda dan menggelar daun yang sudah ia bawa.


"banyak banget daunnya" tanya andre


"kan buat kalian juga biar sekalian aku bawain " jawabnya wahyu


Tanpa lama lama wahyu langsung menumpahkan nasi ke atas daun itu dan lauknya oun di satukan ke atas nasi.


"dirwan mau di bangunin ga,biar makan bareng ? " ucapnya wahyu


andre pun mulai membangunkan dirwan tanpa menceritakan apa yang sudah terjadi sebelum wahyu datang.


"wan bangun,maka dulu yuk" andre sambil menggoyang-goyangkan badan dirwan


Dirwan langsung membuka matanya namun sepertinya masih lemas,dengan perlahan-lahan dirwan bangun dengan posisi duduk.


"kok gue sudah ada di tenda,tadi kan. . ." langsung di potong saja sama andre saat dirwan bicara "sudah ,sudah yang penting kamu makan dulu sekarang,biar badan kamu seger lagi ,nanti saja ceritanya" ujarnya andre


Mereka langsung makan yang sudah di siapkan wahyu , meskipun makan dengan seadanya,namun terasa sangat nikmat jika makan bersama dengan teman apalagi jika posisinya di atas gunung seperti ini .


kwakkkk..kwakkkk suara burung jalak memanggil dari luar tenda ,andre pun langsung bergegas pergi keluar tenda .


rupanya burung jalak itu pun kelaparan dan meminta makanan pada andre ,lalu andre kembali kedalam tenda dan memberikan makanan yang ia taruh di depan tenda .


"Burungnya kenapa dre ? " tanya wahyu


"dia lapar yu aku lupa belum di kasih makan juga hehe " ujarnya sambil tertawa kecil .

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan ,tak lupa untuk merapikan kembali seperti biasanya.


"kita mau turun kapan ? " tanya dirwan


"kalau kondisi kamu udah normal, sekarang juga gasken " sahutnya andre


Memang kondisi dirwan belum pulih seperti semula, meskipun sudah makan tetapi ia masih merasakan lemas dan kelelahan.


Pada jam 02:00 siang , mereka bersantai menikmati suasana di gunung namun dirwan kembali istirahat.


jika mereka turun sekarang pun tidak mungkin sampai sebelum Maghrib ke basecamp, mereka memutuskan untuk bermalam semalam lagi di Pesanggrahan ini .


"eh dre gue mau ngomong deh ? " tanya wahyu


"mau ngomong apa, tumben banget " jawabnya andre


Wahyu yang ingin mengungkapkan apa yang ia temui ketika menuju area camp ,dan sekarang memberanikan diri untuk bercerita pada andre .


"tadi pas gue turun ke area camp,gue bertemu sama pendaki sendiri sedang duduk di bawah pohon,lalu ia titip pesan" cerita wahyu


"emng dia titip pesan apa ?, ciri-ciri pendaki gimana? " tanya balik andre


Wahyu menjawab dengan sedikit agak takut " Dia titip pesan agar temennya di bawah jangan nyariin dia,trus ciri-cirinya berpakaian layaknya pendaki namun dia memakai topi dan wajahnya tidak terlalu jelas" ucapnya wahyu menjelaskan


Andre masih mengira bahwa itu hanya pendaki biasa yang tertinggal ,belum curiga dengan cerita wahyu.


"kenapa ga di ajak turun sekalian bareng kamu tadi ? " tanya andre


"udah gue ajak cuma dia gamau,dia mau disitu dulu ,tapi pas aku berjalan beberapa langkah,pendaki itu tiba-tiba menghilang saja" ujarnya wahyu sambil merinding .


Andre malah penasaran dengan si pendaki itu ,lalu andre menanyakan pakai warna baju apa si pendakinya "orangnya pake baju warna apa,bisa jelasin detailnya? " tanya andre , penasaran


"dia pakai baju warna merah lengan pendek,di depan ada motif tulisan gtu deh pokonya" ujarnya wahyu .


Andre kaget dong ,ia langsung ingat dengan jaka , Karena yang di jelaskan oleh wahyu itu sama persis dengan si jaka .


"dia agak tinggi kurus ,di tangan kanannya pake jam tangan warna hitam" andre menegaskan untuk memastikan


"lahh ko lu tau sih,katanya lu ga ketemu siapapun waktu turun? " ujarnya wahyu kebingungan .


"iya aku ga ketemu cuma tadi pas aku sampai di tenda,ada tenda sebelah yang ada abang-abang ngajak ngobrol disini " jawab andre


"serius lu !!! tapi pas gue turun ,cuma ada tenda kita doang disini,lu halusinasi mungkin? " ujarnya


"iyah serius,,tapi aku liat jelas kalau di sebelah kita ada tenda yang lain ko " andre sambil menunjuk ke arah tenda yang ia maksud .


Pada saat andre nunjuk ke arah tenda ,namun yang mereka lihat hanyalah semak belukar dan tidak ada tenda satupun yang berdiri .


seketika andre dan wahyu bertatap muka dengan bengong .


Tidak ada pembicaraan apapun ketika mereka melihat tidak ada tenda lain dan hanya mereka saja sendiri di area camp itu .


meskipun suasana masih siang tapi terasa sangat mencekam sekali .


Andre bertanya tanya dalam hatinya ,semua teka teki ini sepertinya ada sangkut pautnya dengan kejadian dirwan yang kerasukan tadi .


Yang mereka tidak tau , ternyata sosok pendaki itu adalah sosok yang masuk ke tubuhnya dirwan tadi ,pada saat ia bertemu wahyu pun ,sosok itu memang tertinggal kawannya.


lalu pada saat andre memasak pun , sosok itu sudah memberikan clu atau pertanda pada andre .


semua yang mereka alami saling terhubung satu sama lainnya,pada kondisi seperti ini andre juga merasa takut panik namun penasaran juga.


"sebentar,kamu inget nenek nasi uduk ga ? " tanya Andre


"nenek tua yang titip kain putih itu,iya inget" jawabnya wahyu


wahyu langsung mencocok logikan dengan kejadian yang mereka alami tadi.


"kenapa kamu gak ingetin aku waktu di puncak,kan si nenek itu minta kita untuk memberikan kain itu " tanya andre


"Gue aja lupa ,kan lu yang bawa kain itu lalu kain itu kemana ? "


Andre pun menjelaskan kejadian yang sosok yang di maksud si nenek itu masuk ke tubuh dirwan ketika wahyu sedang mencari daun.


...----------------...

__ADS_1


...****************...


......................


__ADS_2