Menangis Di Bawah Sinar Bulan (Kisah Pendakian)

Menangis Di Bawah Sinar Bulan (Kisah Pendakian)
Wahyu siuman


__ADS_3

Kemudian Andre yang menjaga di depan tenda merasakan firasat buruk yang membuat hatinya gelisah gundah gulana. Pada waktu dirinya sedang duduk di depan tenda, pandangannya mulai kabur tak jelas hingga gelap tak terlihat.


Andre melihat gambaran yang muncul dalam pikirannya, gambaran itu memperlihatkan kejadian yang akan datang dan yang sudah terjadi pada Dirwan.


Disitulah ia merasa tenang karena Dirwan sudah sampai di basecamp namun khawatir juga karena banyak sekali teror yang selalu meneror Dirwan.


Sekejap mata berkedip, gambaran itu hilang dan pandangan Andre kembali normal seperti biasanya, lalu ia mengusap wajahnya seakan tak percaya dengan kejadian yang ia lihat.


Hal yang membuat Andre merasa takut ketika melihat kejadian yang akan datang karena kejadian itu memperlihatkan Wahyu yang sudah tidak sadar kembali.


"Kek, kenapa aku di bisa melihat kejadian seperti itu?" ucapnya Andre, dalam hati.


"Itu semua kelebihan kamu cu, secara tidak di sengaja akan memperlihatkan kejadian yang akan datang atau yang sudah terjadi jika itu di rasa dalam darurat" jawabnya si kakek.


Andre yang tidak mau kehilangan temannya pun memohon minta bantuan kepada si kakeknya itu, agar semuanya bisa di hindari.


"Apa tidak ada cara lain agar terhindar dari semua itu kek, mereka sahabat bahkan sudah ku anggap saudara" ucapnya Andre.


"Kamu berdoa saja, semoga semuanya baik-baik saja, rejeki, mati, jodoh ngga ada yang tau" ucapnya si kakek.


Setelah mendengar wejangan dari si kakek, andre mulai terbuka pikirannya dan bisa lebih jernih dalam berpikir. Sejenak ia terdiam.


Wahyu yang sudah lama pingsan pun terbangun dari tidurnya langsung teriak.


"Andre..gue dimana ini ?." teriak Wahyu.


"Kita lagi ada di samping jalur, tadi kamu pingsan" Jawabnya Andre.

__ADS_1


Wahyu yang mendengar jawaban Andre pun melongo kebingungan karena dia tidak merasakan sakit pada badannya, seakan baik-baik saja.


Wahyu keluar dari tenda untuk melihat keadaan sekitarnya, ketika dia melihat sekelilingnya, sangat kaget tercengan ketika yang dia lihat ada pohon yang sangat besar dan jurang di setiap sisinya.


"Lu kenapa bikin tenda disini?" tanya Wahyu.


"Kan udh jelasin tadi! " jawabnya Andre.


Wahyu masih belum percaya dengan semua ini namun inilah yang terjadi, sambil menghembuskan nafas panjang.


"terus Dirwan kemana ?" tanya Wahyu.


"DIrwan lagi ke basecamp meminta bantuan buat evakuasi kamu" ujarnya Andre.


Namun yang Wahyu belum sadar bahwa kakinya sedang sakit terus saja mengelak jika dirinya baik baik saja. Ketika Wahyu ingin berjalan kembali ke dalam tenda, kakinya mulai terasa sakit yang sangat menusuk.


'Kan aku udah bilang kalau kamu sakit karena tadi terjatuh dan hampir masuk jurang yang dalam" ujarnya Andre.


Kemudain Andre mwmbantu wahyu untuk masuk kedalam tenda, dengan susah payah akhirnya Wahyu duduk di dalam tenda.


Dengan rasa yang tidak karuan di sertai rasa sakit yang menusuk ke dalam tulang, Wahyu meneteskan air matanya hingga matanya mulai memerah.


"Ambil ini biar kamu ngga panik" Andre memberikan buah anggur yang masih segar.


"Lu dapet buah dari mana ?. Kan disini tidak ada tumbuhan buah anggur" sahutnya Wahyu.


Wahyu yang melihat banyak buah-buahan yang tergeletak di dalam tenda merasa kalau dirinya sedang bermimpi. Namun jika ini hanyalah mimpi semata, mana mungkin rasa sakit bisa terasa sekali.

__ADS_1


"Udah makan aja, yang penting ada makanan yang masih, stok makanan kita juga sudah habis" ucapnya andre.


Karena pingsan yang sangat lama, Wahyu langsung memlahap buah anggur itu hingga tak tersisa. Tidak hanya anggur saja yang dia makan, dia memakan buah apel juga, dengan memeakan buah-buahan ini badan Wahyu yang tadinya lemas, kini segar kembali.


Waktu sudah mulai sore, bantuan tak kunjung datang, cuaca yang tidak mendukung pun membuat suasana menjadi mencekam.


Awan di langit menghitam gelap di sertai guntur yang mulai terdengar.


Hujan rintik-rintik mulai terdengar membasahi tenda mereka, semakin lama semakin besar hujan yang disertai petir itu. Untungnya mereyberada di bawah pohon yang besar, angin yang besar pun tertahan oleh batang pohon yang besar hingga tidak langsung menerpa tenda.


Tanpa adanya penerangan sedikit pun, di dalam tenda yang gelap gulita yang menyulitkan pandangan untuk melihat. Mereka berdua hanya terdian saja tanpa adanya obrolan.


Di tengah badai hujan yang deras itu Andre melihat dari arah jurang, ada kobaran api yang awalnya kecil namun ketika terbang ke atas semakin membesar hingga cahayanya menembus tenda.


Andre yang penasaran yang di lihatnya, dia mencoba membuka sedikit resleting tendanya.


sreeetttttt...


Andre yang kembali menutup resleting itu dengan kepanikan membuat badannya gemetar.


"Lu liat apa dre ? " tanya wahyu.


"Nanti saja ceritanya, yang penting kita jangan berisik" jawabnya Andre.


Rupanya yang Andre lihat adalah sosok banaspati yang baru keluar dari dalam jurang sedang mondar-mandir mencari mangsa.


Jika saja mereka bersuara hingga terdengar banaspati, mungkin saja nyawa mereka tidak akan selamat.

__ADS_1


__ADS_2