
Di pagi harinya mereka bangun jam 07:00 pagi dengan kondisi udara yang sangat dingin namun sudah ada sinar matahari yang masuk menyinari ke arah tenda mereka.
Wuuaahhhhh... suara menguap
Andre terbangun dari tidurnya dan langsung duduk sambil mengucek kedua matanya dengan tangan yang masih lemas karena nyawa belum terkumpul.
Ssrreetttt '' suara resleting tenda terbuka''
Andre pun keluar tenda dan melihat keselilingnya ternyata di depan tenda sudah ada si kakek yang sedang menunggunya .
"Cu ,kamu sudah bangun ?" tanya si kakek.
"eh kakek,iya kek sudah bangun" jawabnya andre.
Andre berjalan kearah si kakek dan langasung mencium tangan si kakek, kemudian duduk berhadapan dengan si kakek yang sedang duduk bersila.
"Cu sekarang sudah waktunya kamu untuk membantu banyak orang dengan kelebihan yang kamu punya sekarang" ujarnya si kakek.
"iyah kek tapi aku masih belum tau caranya gimana" jawabnya andre.
Andre yang masih polos dengan hal seperti itu pun hanya bisa bengong mendengarkan perkataan dari si kakek.
"tenang saja kau bakalan bisa dengan sendirinya...waktu kakek tidak banyak,kakek pamit dulu,jaga diri kamu baik-baik " ucapnya si kakek.
Setelah si kakek berpamitan dengan Andre ,ia sejenak melamun memikirkan semua perkataan dari si kakek tadi yang masih menjadi misteri untuk Andre .
Tak lama berselang wahyu keluar dari tenda dengan mata yang masih merah karena ia tidurnya tidak nyenyak semalam.
"dre lu mau masak ngga " tanya Wahyu.
"sisa makanan kita tinggal mie instan doang" jawabnya Andre.
Ternyata stok makanan mereka tidak cukup untuk beberapa hari kedepan ,tinggal mie instan 5 bungkus dan cukup untuk seharian mereka untuk turun gunung.
"dirwan sudah bangun belum?" tanya Andre.
"sudah tapi dia lagi rebahan di dalam tenda" jawabnya Wahyu .
Andre menyiapkan perlatan masak untuk memasak mie instan buat sarapan mereka agar perut mereka tidak keroncongan.
Andre mengeluarkan kompor dan pancinya,bersiap-siap untuk memasak mie instan .
Sementara itu Andre sedang memasak mie instan Wahyu yang kebelet buang air kecil pun pergi untuk mencari tempat yang aman.
"dre gua mau kencing dulu ya" ujarnya Wahyu sambil pergi berjalan ke arah semak.
"iya " sahutnya andre.
Setelah beberapa lama Wahyu bejalan ia menemukan tempat yang cocok untuk buang air kecil lalu ia langsung saja kencing sampai merinding karena sudah sangat kebelet banget.
Selesainya wahyu kencing matanya terfokus pada suatu pohon yang berada di samingnya itu,ia melihat ada batu berwarna hijau tertancap di batang pohon tersebut,kemudian ia menghampiri batu itu yang nampak bersinar menyala .
"batu apa ini,bagus juga " ujarnya dalam hati
Dengan hati-hati ia mengambil batu itu sembari melihat ke kanan kirinya ,namun perasaan Wahyu merasa tidak enak ketika menyentuh batu tersebut.
Namun ia tidak menghiraukannya sama sekali karena ia sudah tertarik sama batu tersebut yang menarik perhatiannya untuk ia ambil dan berniat untuk ia bawa pulang.
Dengan susah payah ia mengambil batu tersebut dan akhirnya berhasil juga ia dapatkan,tapi ketika Wahyu akan kembali ke tenda ada bisikan yang ia dengan dengan jelas di telinganya.
"Kembalikan..kembalikan" bisikan.
Wahyu tidak menggubrisnya dan terus saja berjalan menuju arah tenda ,ia tidak bercerita jika ia menemukan batu ketika ia sudah kencing.
__ADS_1
Sesampainya di depan tenda ia melihat dirwan yang sudah duduk di depan kompor yang sedang membantu Andre memasak mie instan.
"Abis dari mana lu ?" tanya Dirwan.
"Biasa abis kencing" jawabnya andre.
Kemudian mereka melingkari kompor sembari menghangatkan tubuh mereka.
Andre memasak mie instan sekaligus 3 bungkus untuk menghemat air dan ketika sudah matang mie tersebut dengan terpaksa mereka makan mie memakai panci .
Mereka mulai memakan mie instan dengan satu wadah bersamaan, dari arah atas pohon burung jalak menghampiri mereka yang sedang makan ,Andre hampir lupa dengan burung jalaknya,burung itu meminta makan lalu Andre memberikan beberapa helai mie untuk burung itu,mungkin karena sudah lapar juga langsung saja di makan oleh burung jalaknya itu.
Setelah selesai makan mie instan, mereka langsung berkemas merapikan peralatan dan tenda karena rencananya mereka akan turun pada jam 9 pagi.
Biasanya estimasi turun lebih cepat di banding muncak gunung.
Perkiraan mereka sampai ke basecamp itu jam 4 sore jika tidak banyak istirahat di perjalanan.
Barang-barang seperti tenda dan perlengkapan yang lain sudah fi bereskan semua dan sudah di masukan ke dalam tas masing-masing.
"Sebelum kita melanjutkan perjalanan turun,baiknya kita berdoa dahulu" ucapnya Andre.
Mereka semua berdoa dengan khusuk agar di perjalanan nanti aman dari gangguan-gangguan seperti kemarin-kemarin yang mereka alami.
"Berdoa selesai", ujarnya Andre.
Kini formasinya berbeda saat muncak , Dirwan di posisi paling depan ,Andre di tengah ,Wahyu di belakang.
Tak lupa juga burung jalak yang biasanya jalan dengan lompat-lompat, sekarang burung itu terbang diantara dahan-dahan pohon.
Sepanjang perjalanan pun mereka biasa saja tidak ada halangan apapun.
Sepanjang perjalanan ke bawah aman aman saja namun berbeda dengan Wahyu yang sehabis mengambil batu itu ia merasakan seperti ada orang lagi di belakang nya, sesekali ia menengok ke arah belakang namun tidak ada siapa-siapa.
"Ada suara langkah kaki tapi ga ada orang di belakang" ucapnya Wahyu dalam hati.
Andre yang berada di depan Wahyu merasakan gelagat Wahyu yang aneh ,Andre sering menoleh kebelakang untuk memastikan kondisi Wahyu baik-baik saja.
"Kamu kenapa yu ?" sambil melihat kebelakang.
"Gapapa kok dre ,aman" dengan nada bicara biasa saja.
Namun ketika Andre melihat ke belakang,ia terkejut ketika ada sosok tinggi hitam berbulu yang sedang berjalan di belakang Wahyu.
"Ada apa lagi ini, kenapa kita di ikutin sosok itu" ujarnya dalam hati.
Karena Wahyu berjalan nya cukup lambat ia tertinggal cukup jauh dari Andre dan Dirwan , kira-kira 10 meter jaraknya.
Dirwan yang hanya fokus ke depan pun tidak sadar jika Wahyu tertinggal lumayan jauh darinya.
Selama 1 jam berlalu mereka berjalan, Andre yang pertama kali menyadari bahwa mereka sedang di putar-putar di tempat itu saja,sudah 5 kali mereka melewati jalanan yang sama.
"breakkk" teriak Andre.
"Kenapa dre ,ada apa ? tanya Dirwan.
Mereka berhenti sejenak untuk menenangkan pikiran dahulu.
Burung jalak pun tidak terlihat lagi di sekitar mereka.
Sembari nunggu Wahyu yang masih tertinggal jauh dari mereka,Andre memutuskan untuk melipir sedikit dari jalur dan mencari lahan yang landai untuk istirahat.
"Kita istirahat disini aja dulu" sambil berjalan ke arah lahan landai.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Wahyu pun tiba
"Kenapa malah berhenti,kan masih jauh perjalanan kita" tanya Wahyu.
"Udah istirahat aja dulu ,kita sedang di putar-putar saja di tempat ini " jawabnya Andre.
plukkkk..suara batu terjatuh dari kantong Wahyu.
"Batu apa itu ,dapat dari mana ?" tanya Andre.
"Gue dapet ini dari pos camp tadi,pas gue lagi kencing,gue nemu batu ini di dahan pohon" jawab Wahyu.
Andre yang sudah menebak jika penyebabnya adalah batu tersebut pun langsung mengambil batu tersebut.
Ketika batu itu di pegang,aura yang ada di dalamnya sangat gelao sekali pertanda batu itu membawa aura yang jelek jika di ambil.
"Kamu kembalikan ke tempatnya saja kalau kita mau selamat " ujarnya Andre.
"Tapi kan jauh banget masa iya gue harus balik lagi" jawab Wahyu.
"Ya kalau kita mau pulang,mau ga mau harus kembalikan batu itu" ucapnya Andre.
Wahyu yang sudah cape lelah pun tersulut emosinya di tambah efek dari aura batu yang ia ambil.
"Lu aja sendiri sana balikin,lu yang punya ide gila seperti itu" sentak Wahyu membanting tasnya.
"Kan kamu yang ambil ,harus tanggung jawab dong" ujarnya Andre.
Suasana menjadi panas karena Wahyu tidak mau bertanggung jawab atas semua yang telah ia lakukan karena tidak mau mengembalikan batu tersebut.
Wahyu yang sudah terlanjur emosi pun mengepalkan tangannya dan akan menghantamkan pukulan ke arah Andre ,Namun belum sempat mengenai Andre ,Wahyu malah terpental jauh.
"Udah jangan malah ribut begini ,kita juga sama-sama lagi cape ,dan lu mau ga mau harus balik lagi" ucapnya Dirwan menenangkan Wahyu.
Pada saat Wahyu terpental dan terjatuh ke tanah,ia langsung sadar kembali dan langsung mendengarkan perkataan Dirwan.
"Iya iya gue balikin lagi " Wahyu bangkit berdiri kembali.
Wahyu yang sudah berjalan menuju kembali ke pos camp, ternyata hanya 20 meter saja dari jarak mereka beristirahat,sudah kelihatan jelas nama posnya di batang pohon.
"ya ampun kita selama beberapa berjalan,kita masih dekat dengan pos camp" ujarnya Andre.
"Iyah bener, ternyata kita hanya berjalan lambat atau bener di puterin di tempat ini saja " sahutnya Dirwan.
Andre menghela nafas panjang agar pikiran nya jernih kembali.
Si kakek pun datang dalam pikiran Andre.
"kalian jangan ambil apapun yang bukan milik kalian,jika kalian melanggarnya maka kalian tidak akan bisa pulang" ujarnya si kakek memberi peringatan.
"Iya kek maafin teman saya ,saya pun tidak tau jika ia mengambil sesuatu " jawabnya Andre.
Hanya butuh waktu 10 menit saja Wahyu sudah kembali lagi.
"cepat banget lu?" tanya Dirwan
"huhuhu gue lari biar cepat" dengan nada terengah-engah kecapean.
Namun pada saat Wahyu mengembalikan batu tersebut,ketika Wahyu berdiri di depan pohon yang awal ia ambil batu itu, tiba-tiba batang pohon itu berubah menjadi kaki berbulu lebat yang sangat besar hingga tak terlihat mana badannya.
Wahyu yang sudah ketakutan dan ingin mengembalikan batu itu ,ia langsung melemparkannya ke arah makhluk itu lalu Wahyu berlari terbirit-birit hingga ia kembali ke tempat istirahat..
......................
__ADS_1