
Setelah banaspati pergi menjauh, andre merasa tenang . Namun belum sampai disitu, dari arah kejauhan terdengar suara langkah kaki yang menggelegar membuat tanah bergetar.
Andre yang sudah paham jika yang sedang berjalan itu bukanlah hewan melainkan sosok menyeramkan. Suara langkah kaki itu mulai mendekati tenda mereka, ketika makhluk itu benar-benar dekat tenda, tenda itu di goyang-goyang, dan sesekali seperti diangkat hingga melayang di udara.
Andre pun tidak mau kalah, dia memusatkan pikiran agar dirinya berat agar tendanya tidak melayang, dengan rasa percaya diri dia keluar semua kemampuannya.
Dan akhirnya tenda itu berhenti melayang, namun dari arah luar terdengar suara seperti pohon jatuh. Ketika andre mengintip sedikit dari celah tenda, dia terkejut hingga matanya terbuka lebar, sumber suara terjatuh itu berasal dari sosok tinggi besar, berbulu dengan tinggi mencapai 30meter. Meskipun dalam kegelapan, andre bisa melihat dengan jelas karena kelebihan yang dia punya.
Sosok itu kemudian mulai bangkit kembali sampai tubuhnya di posisi duduk, nampak jelas wajahnya yang hitam, lelehan nanah, mata merah dengan taring yang panjang sambil mengeluarkan darah yang terus mengucur.
Wahyu melihat ekspresi andre yang kaget, dia penasaran dan ingin melihat apa yang terjadi di luar.
"Di luar ada apaan sih ?" tanya wahyu.
"Biasalah ada yang ganggu!" jawab andre menutup kembali.
Wahyu yang masih penasaran pun mencoba mengintip namun di hadang oelh andre karena takut wahyu malah histeris melihat sosok yang sangat mengerikan itu.
"Kamu mau kemana, ga usah lihat!!!" cegahnya andre.
Wahyu kembali lagi ke posisi duduknya dengan rasa penasaran yang masih mengganjal di pikirannya. Dengan pikiran yang dewasanya dia menuruti perkataan andre.
"Kamu tidur aja, biar aku yang jaga, siapa tau bantuan segera datang!" ucapnya andre.
__ADS_1
"Tapi nanti lu ga ada temen ngobrol" jawabnya wahyu.
"Gapapa, aku udah biasa sendiri" ujarnya andre.
Wahyu pun merebahkan badannya mencari posisi yang nyaman untuk tidur, kalau pun tidak tidur juga, ga ada yang bisa mereka lakukan ketika hujan begini di tambah lagi tidak adanya penerangan.
Setelah Wahyu tertidur pulas, hujan yang masih lebat. Dari arah jalur ada sinar senter yang mengarah ke tenda mereka, andre yang berada di dalam pun merasa senang karena yang di pikirannya itu bantuan yang sudah datang.
Tapi hanya ada satu orang yang mendekati tenda mereka, semakin lama semakin mendekat.
"Kok cuma satu orang yang kesini?" ujarnya dalam hati.
Biasanya tim evakuasi berjumlah lebih dari 4 orang, andre yang cerdas pun punya pikiran yang mengatakan jika itu bukan tim evakuasi namun mungkin hanya pendaki biasa.
"Bang, ada orang ngga ?. Saya kedinginan!" suara lelaki dari luar tenda.
sreeetttttt....
Memang benar yang andre lihat adalah pendaki seorang diri, tetapi pendaki ini sedang berdiri di depan tenda memakai perlengkapan lengkap dan membawa kepala di tangannya.
Posisi andre mengintip berhadapan dengan kepala yang sedang di bawa sosok pendaki ini, andre sangat terkejut karena wajahnya sangat dekat kepala yang di bawa sosok itu, membuat badan andre merinding sampai ubun-ubun.
Kemudian kepala itu menggelinding ke dalam tenda sampai tepat di hadapan andre.
__ADS_1
"Sialan...dasar pengganggu!!!" ucap andre sambil menendang kepala itu.
Namun ketika andre menendang, jari jempol kakinya di gigit oleh kepala tersebut yang membuat dirinya panik sambil kesakitan.
Wahyu yang mendengar andre teriak kesal membuat dirinya terbangun, tapi anehnya wahyu tidak melihat apa apa.
"Lu kenapa sih,berisik aja?" tanya wahyu.
"Kamu ga lihat di kaki aku apa ?" jawabnya andre.
"Emng ga ada apa apa, lu ngigo kali" serunya wahyu.
Wahyu yang sudah ngantuk banget pun tidur kembali, namun Andre yang masih dalam kesakitan berusaha melepaskan kepala itu dari kakinya. Namun semakin andre kuat mendorong kepala itu, semakin kuat pula gigitannya.
"Andra tolong bantu kakak!!" teriaknya dalam hati.
Dari belakang tenda terdengar suara auman harimau yang membuat sosok itu langsung melepaskan gigitannya dan menghilang dengan sendirinya.
Kemudian andra masuk ke dalam tenda ikut menemani andre untuk berjaga-jaga. Andra yang mengkhawatirkan kakaknya langsung bertanya.
"Kakak tidak apa-apa?" tanya andra.
"Tidak apa-apa, cuma jari kakak saja sakit" jawabnya.
__ADS_1
"Oh, tenang saja kak, nanti juga sembuh sendiri" ujarnya andra.
Andre yang mendengar perkataan andra membuat dirinya lebih tenang lagi.