
Pada saat para pendaki sudah jauh tak terlihat lagi, Andre duduk bersandar di bawah pohon besar itu, pandangan matanya melihat kearah atas langit yang biru sambil menarik nafas panjang pertanda ia lelah sekali.
Angin sepoi-sepoi menghembus ke badan Andre membuat ia merasakan ngantuk yang mulai menerpa matanya hingga terasa sangat berat, pikirannya pun mulai terasa hilang sedikit demi sedikit sampai Andre terlelap di bawah rindangnya pohon.
Sementara itu Dirwan yang sedang dalam perjalanan menuju pos basecamp untuk meminta bantuan kepada ranger atau pihak basecamp, namun di tengah perjalanan lebih tepatnya di pos Arban ia beristirahat di tempat yang lumayan landai ,Dirwan pun langsung pergi ke arah landai tersebut yang ada ssalah satu pohon yang cukup rindang untuk berteduh, Dirwan memilih untuk istirahat dahulu, ketika berjalan pun sudah sempoyongan dan matanya pun sudah mulai berkunang-kunang agak sedikit gelap ketika ia melihat ke jalur.
Dirwan langsung rebahan di bawah pohon tanpa alas apapun saking sudah tidak kuat lagi sampai ia tak sadar jika sudah terlelap tertidur.
Lalu Dirwan merasakan sukmanya keluar dari dalam tubuhnya hingga dapat melihat dirinya sendiri yang sedang tertidur di bawah pohon .
"hahh.. kenapa aku ada dua,ini mimpi atau nyata" ucapnya dalm hati.
Dirwan berdiri di hadapan jasad aslinya sambil menatap wajahnya sendiri dengan raut muka yang mulai panik seakan ia tidak percaya dengan semua yang ia alami saat ini.
Tak lama berselang datang nenek-nenek berambut putih datang menghampiti Dirwan yang sedang berdiri, nenek itu berjalan mengambang dengan tatapan sangat tajam menatap ke arah dirwan.
Dirwan yang merasakan ada seseorang yang mendekati ke arahnya dengan hawa yang panas membuat dirinya gerah.
"aaaaaaaaa siapa kamu ?". kenapa tiba-tiba ada disini?" teriak kaget terpental.
"hehehehe hehehhe kamu harus ikut saya" ketawa si nenek sambil mengajak Dirwan untuk ikut dengannya.
Dengan rasa takut yang membuat badan dirwan bergetar,hatinya bergemuruh tak karuan hingga jantungnya terasa ingin copot ketika mendengar suara nenek itu.
Badan dirwan kaku membeku terasa ada yang mengekangnya, Dirwan berusaha melawannya namun usahanya hanya sia-sia saja karena tidak ada pengaruh apapun, yang ada hanya gelisah dalam dadanya.
Perlahan-lahan si nenek itu menjulurkan tangannya yang kering bersisik dengan kuku yang panjang mulai menggenggam tangan kanan dirwan, sontak dirwan yang melihatnya di buat sangat ketakutan yang tak bisa ia tahan lagi,rasanya ingin teriak namun mulutnya berasa terkunci, hanya dalam hatinya saja ia dapan berbicara dan meluapkan rasa takutnya.
"lepaskan saya!!!" teriak Dirwan dalam hatinya.
"percuma saja kamu teriak sekeras-kerasnya pun tidak akan mempan" sahutnya si nenek yang mendengar yang dirwan ucapkan dalam hatinya.
__ADS_1
Yang Dirwan takutkan bagaimana caranya ia bisa kembali kedunianya lagi, namun yang paling penting sekarang gimana caranya lepas dari genggaman si nenek.
gong...Suara gong menggelegar sangat kencang yang membuat si nenek merasa kesakitan dan melepaskan genggamannya.
"Sialan... Nyawa kamu masih selamat saat ini, saya akan kembali lagi menjemput" ujarnya si nenek hilang memudar seperti debu.
Untuk saat ini nyawa dirwan masih aman tapi ia masih bertanya-tanya dalam dirinya ,kenapa si nenek itu langsung pergi ketika mendengar suara gong tadi.
Dirwan yang sudah bisa menggerakkan seluruh tubuhnya pun penasaran dari mana asal suara gong tadi, dirwan mencari kesana kemari namun tidak menemukan sesuatu.
"Suara tadi dari mana ya asalnya" ucapnya dalam hati.
Pada saat sukmanya keluar dari dalam tubuhnya, Dirwan tidak sabar jika dirinya sudah berbeda tempat dengan sebelumnya.
Dirwan spontan mengerutkan dahi, kelopak mata terbuka dengan rahang terbuka lebar melihat yang ada di hadapannya adalah pintu gerbang yang sangat besar.
Gerbang itu terbuka perlahan dengan cahaya yang memancar dari celah pintu yang sedang terbuka hingga membuat dirwan mengangkat tangannya menghalangi kedua matanya karena saking silaunya.
Cahaya yang tadinya sangat silau kini mulai redup hingga Dirwan menurunkan kembali tangannya.
"Kamu temannya Andre ?" tanya seseorang yang tiba-tiba ada di hadapannya dirwan.
Mata dirwan terbuka lebar hingga badannya terhempas ke belakang saking kagetnya.
"iii iyaa benar,anda siapa?" tanya dirwan, gugup.
"Saya di utus sama kakek untuk menjemput kamu untuk mengembalikan kamu ke duniamu" ujarnya
Dengan rasa bimbang yang menggebu-gebu, antara harus ikut atau tidak membuat dirwan maju mundur dalam mengambil keputusan.
Belum sempat Dirwan mengatakan iya atau tidak , seseorang itu langsung saja menuntun tangan dirwan menuju ke dalam gerbang, dirwan yang sudah pasrah tak berdaya yang tak tau harus melakukan apa-apa, ia menuruti saja dan mengikutinya karena ia berpikir jika orang itu menyebut nama Andre pasti ada maksud tujuan tertentu padanya.
__ADS_1
Baru saja satu langkah menginjakkan kakinya melewati gerbang yang besar dan tinggi. Dirwan langsung di sambut oleh iringan musik gamelan yang suaranya sangat dekat sekali namun tidak ada orang yang memainkannya.
Setelah melewati gerbang, Dirwan langsung di suguhkan dengan pemandangan pedesaan yang padat penduduk yang sangat ramai, Dirwan di tuntun melewati rumah-rumah panggung yang terbuat dari kayu dengan atap jerami.
"Ini dimana ?". Saya mau di bawa kemana ?" tanya Dirwan , gemetaran.
"Kamu akan di bawa menghadap kakek" jawabnya.
"Kakek siapa ?" tanya dirwan.
Namun pertanyaan dirwan tidak jawab kembali dan mereka hanya diam fokus berjalan menuntun dirwan.
Rasa penasaran dirwan yang tinggi ,sering kali dalam hatinya bertanya-tanya tentang siapa kakek yang di maksud tadi itu.
Rupanya si kakek mengetahui apa yang di alami dirwan pada saat nenek tua akan membawa dirwan yang akan di jadikan budak nantinya.
Lalu si kakek langsung mengutus prajuritnya untuk menjemput dirwan, alasannya kenapa si nenek langsung merasa kesakitan dekali ketika mendengar suara gong, ternyata nenek itu adalah musuh bagi mereka.
Kemudian dirwan yang masih dalam perjalanan pun melihat sekelilingnya, ia begitu terpukau pada saat ia melihat kota yang megah dan modern di belakang desa tersebut.
"wawww ini tempat apa, belum ada yang secanggih ini di dunia manusia" ucapnya dirwan dalam hati.
Sembari jalan, Dirwan melihat kota dengan gedung-gedung yang tinggi, mobil tanpa ban, namun orang yang menghuni desa maupun kota itu berbeda dengan manusia pada umumnya. Secara fisik hampir sama namun yang membedakannya telinga mereka lancip seperti telinga kucing.
Namun orang-orang di sana yang melihat Dirwan sangat bingung dengan raut wajah yang agak sinis terus memandangi dirwan ketika melewati warga sekitarnya.
"Bu itu siapa ?. Penghuni baru ya bu ?" tanya anak kecil yang sedang bersama ibunya di pinggir jalan yang di lewati dirwan.
"Sssttt jangan bilang begitu, ga baik" mengentikan pembicaraan sang anaknya.
Orang-orang disana mengira Dirwan adalah penghuni baru yang sedang di antar ke tempatnya ,karena di kawal oleh utusan kakek.
__ADS_1
...****************...