
Dua jam kemudian tepatnya jam 09:00 mereka memutuskan untuk turun kembali ketempat camp, "sudah yuk kita turun'sudah siang juga" ujarnya dirwan yang sudah mulai kepanasan.
Suasana di atas gunung memang sejuk dan indah sekali ketika melihat pemandangan yang luar biasa indahnya,namun jika waktu sudah melwati jam 08:00 sinar matahari sangat terasa sekali menyengat ke kulit.
Akhirnya mereka turun dengan hati senang dan gembira. Mereka baru ingat sama burung jalak hitam,pada saat mereka di puncak,burung jalak itu tidak ikut namun burung itu menunggu di batas antara hutan dan puncak gunung,burung itu terlihat sedang bertengger di atas pohon di ujung jalur.
"Burung jalaknya kok ga ikut kita ke puncak ya " tanya dirwan .
andre menjawab dengan santai "mungkin di puncak sana bukan wilayah untuk burung" ujarnya
Tap tap tap. . .
suara langkah kaki yang terdengar dari arah bawah ,namun tidak ada siapa-siapa ketika wahyu menengok ke arah bawah jalur ke pos kemah,ia tidak menggubris hal itu, mereka terus berjalan dan sampai lah dimana yang awalnya ada batang pohon yang tumbang kini tidak ada apa-apa dan malahan jarak dari puncak ke tempat mereka berhenti cuma 5 menit saja.
"wan lo inget ga pas awal kita berangkat,kan disini ada batang kayu melintang" tanya wahyu menggaruk kepalanya
"lah iya,kok ga ada apa apa disini" jawabannya sembari melirik ke kanan dan kiri.
Dan jalur yang mereka lewatin pun terasa berbeda sekali,tampak raut wajah dirwan pucat seketika dan bibirnya membiru.
sontak andre panik "wan kamu gapapa" sambil memegang tangan dirwan.
"tangannya dingin sekali" ujarnya andre
Wahyu dengan sigap langsung memberi pertolongan pertama pada dirwan,ia memberikan blengket dan mengoleskan balsem keseluruhan tubuhnya.
"semoga saja ini sedikit membuatnya hangat" ucap wahyu .
sementara dirwan masih menggigil kedinginan dan mulai berhalusinasi yang aneh-aneh "awas ada gajah besar di belakang " teriak dirwan ketakutan dengan mata melotot.
Namun andre dan wahyu tidak menghiraukan omomgan dirwan , ternyata dirwan mengalama gejala hipotermia.
meskipun masih gejala namun ini sangat berbahaya jika tidak langsung di tangani dengan cepat.
"yu ,aku duluan sama dirwan ke tempat camp ya ,nanti tas aku bawain " ucap andre sambil menggendong dirwan
"udahh tenang ,yaudah sana biar dia bisa istirahat di tenda "jawabnya wahyu.
__ADS_1
Andre langsung berlari menuju arah area camp , jaraknya lumayan jauh,bisa menempuh waktu 3 jam untuk sampai ke tenda.
di tengah perjalanan andre di hadang oleh para prajurit kerjaan dan ada 1 delman serta 2 kuda.
lantas andre pun berhenti karena ia tidak bisa lewat , andre sangat takut karena ia mengira itu orang-orang yang tinggal di atas gunung ini namun tanpa andre sadari,itu adalah prajurit utusan sang prabu.
"permisi saya mau lewat " ucapnya andre ,namun prajurit itu tidak menjawab sepatah kata pun, tetapi salah satu dari mereka yang memiliki cambuk kuda mendekati andre lalu berkata "tuan muda , izinkan saya mengantar anda dan teman anda ke bawah" ujarnya sambil duduk berlutut di hadapan andre.
andre diam saja karena masih merasa takut namun si kakek tiba-tiba datang dengan wujudnya turun dari delman itu "cu gapapa,naik aja , mereka adalah utusan sang prabu" ujarnya sambil berjalan mendekati andre
"owh iya kek" Andre hanya menjawab sedikit,ia Langsung naik ke delman
Kondisi dirwan yang sudah tak sadarkan diri membuatnya merasa panik kembali.
Dalam kepanikan yang andre rasakan hingga keringat dingin dan jantung berdebar kencang membuat hatinya tak tenang,ini pertama kalinya dirwan mengalami hipotermia, meskipun andre sudah mengetahui ilmunya namun tetap saja tak membuat ia tenang .
Si kakek yang berada duduk di samping andre pun berbicara "tenang saja cu,ia gapapa kok,hanya kekurangan energi saja" ujarnya si kakek sambil melihat kondisi dirwan.
"tapi kek saya takut dia kenapa-kenapa, soalnya pertama kalinya kita mengalami hal seperti ini " ucapnya andre dengan mata berkaca-kaca.
"sudah sampai tuan muda" ucap prajurit yang mengendalikan kuda .
andre kaget karena ia sudah benar-benar sampai di tempat camp.
"ayo cu bawa temanmu kedalam tenda,nanti juga bangun " ujarnya si kakek
andre pun turun dari delman itu dan langsung menggendong menuju tendanya,pada saat andre ingin mengucapkan terimakasih, delman itu sudah tidak ada di hadapannya.
"makasih kek " ucapnya dalam hati andre
andre sampai tempat camp hanya dalam waktu sekejap saja,andre teringat dengan nasib wahyu yang masih di belakang jauh sekali.
sembari menunggu dirwan siuman,andre memasak air panas dan memasak nasi serta lauknya.
Di area camp tersebut hanya ada 1 tenda saja yang tersisa,tak lama kemudian orang yang ada di dalam tenda itu keluar langsung menyapa "hey bang abis summit ngga ? " tanya pendaki lain,sebut saja jaka.
"iya bang udah ko barusan nyampe " jawabnya andre
__ADS_1
"sini bang ngopi disini " ajaknya andre
Tenda mereka tidak jauh,mungkin hanya berjarak 5 meter saja.
"bang kamu sendirian saja ? " tanya si jaka sembari duduk depan tenda andre
"kita bertiga bang,temen aku yang satunya masih di atas dan saya turun duluan membawa teman saya yang sakit terkena gejala hipotermia" ujarnya andre
Si jaka belum curiga atau aneh pada andre ,mungkin baru kenal juga jadi belum mengenal lebih jauh lagi.
"kamu berapa orang bang ?" tanya andre
"saya solo hiking bang" jawabnya jaka
mereka berbincang berkenalan layaknya para pendaki pada umumnya,jaka ini pendaki asal jawa timur,ia pun baru pertama kali naik ke gunung Ciremai,di sela obrolan,jaka nyeletuk "bang ,kamu bertemu apa saja disini ? " tanya jaka sambil melihat ke arah andre
andre yang awalnya tidak mengerti namun Langsung tersadar kejadian yang mereka alami.
"kami aman aman saja bang " jawabnya Andre,ia tidak mau menceritakan hal seperti itu pada orang asing (yang belum kenal dekat) .
"syukurlah bang ,kalo aku kemarin sempat nyasar tapi Alhamdulillah nya saya bertemu burung jalak dan di tuntun kembali ke jalur" ceritanya jaka .
Dalam pikiran andre sudah bisa menebaknya kejadian seperti di alami olehnya juga ,dan sekarang burung jalak nya masih mengikuti andre.
"yang abang maksud burung jalak ini,sambil memanggil burungnya" sahutnya andre .
jaka kaget sambil nelan ludanya, seketika badanya ngfrezz seperti tak percaya dengan yang di lakukan andre, Karena setelah burung itu hinggap di pundak andre ,si jaka melongo saja .
"ini serius bang ,ko bisa disini burungnya terus bisa jinak sama Abang? " tanya jaka penasaran
Andre hanya tersenyum sambil ngelus burung jalaknya.
"hehe iya bang ini burung saya ,tapi burung ini tinggal di gunung ini ,jika saya suatu saat nanti muncak kesini lagi,ia pasti sudah nunggu di bascamp" ucapnya andre
Jaka yang belum percaya dengan apa yang ia lihat di depan matanya sendiri, karena yang jaka tahu burung jalak itu biasanya takut pada orang asing .
...----------------...
__ADS_1