
Setelah kejadian itu mereka banyak pelajaran yang bisa di ambil, bahwasannya barang yang bukan milik kita tidak boleh kita ambil apa lagi jika barang tersebut di temat yang bukan semestinya.
"Kita lanjut lagi,pos 5 masih jauh dari sini" ucapnya Andre sambil berdiri bersiap untuk berjalan kembali.
Mereka pun berangkat kembali melanjutkan perjalanan,kini Wahyu di posisi paling depan dan Andre di belakang.
Dengan posisi seperti ini bisa sedikit meminimalisir kejadian yang sebelumnya karena Andre berada di paling belakang.
"Kalian fokus saja ke depan,jangan tengok kanan kiri" ujarnya Andre.
Menuju pos 5 ini jalannya tidak ada landai sama sekali dengan kondisi jalan yang licin membuat perjalanan mereka sangat hati-hati sekali karena jika tergelincir maka sudahlah tamat riwayatnya mereka karena kiri kanan mereka jurang yang dalam.
Orang-orang bilang ini adalah tanjakan asoy yang berarti tanjakan yang tidak hentinya, intinya seperti itu,banyak para pendaki yang cidera di tanjakan asoy ini.
Dirwan yang paling depan sudah menghapal jalurnya ia dengan lancar melewati semua turunan yang lumayan curam namun ketika Wahyu melewati turunan itu iya hampir saja tergelincir karena licin,jika saja ia tidak sempat memegang batang pohon mungkin nyawanya tidak tertolong.
"Tolong gue dre,wan" teriak Wahyu
Andre yang berada dibelakangnya pun langsung saja menghampiri dan meraih tangan Wahyu dan langsung menariknya, sedangkan Dirwan yang sudah terlebih dahulu di bawah ia menunggu karena jika balik lagi takutnya malah tambah kacau suasana.
"Jangan bengong kalau jalan tuh,aku bilang kan hati-hati" ucapnya Andre.
Tapi penuturannya Wahyu berbeda,yang ia lihat hanyalah jalan lurus tidak ada turunan,namun setelah ia terjatuh baru sadar jika jalannya turunan yang membuat Wahyu sendiri panik.
Dengan tertatih-tatih Wahyu emncoba untuk berdir kembali namun kakinya terkilir hingga sulit untuk berdiri sendiri.
"Aduh kaki gue sakit banget" meringis kesakitan.
"Kamu masih sanggup ngga ? " tanya Andre.
"Entahlah kyanya gue ga kuat lagi" Wahyu meringis.
Kaki Wahyu membiru dan ada sedikit luka yang cukup dalam di bagian telapak kakinya dan di bagian betisnya ada bekas cakaran kuku berjumlah 3 jari.
Kondisinya sangat memprihatinkan jika perjalanan di lanjutkan maka banyak memakan waktu lama namun jika berhenti,tidak ada tempat landai untuk memberikan pertolongan pertama.
"Wan kamu lanjut aja jalan, langsung saja ke basecamp dan kasih tau ranger di atas ada orang sakit" teriak Andre.
"oke siap dre,gue duluan ya" Dirwan langsung berlari turun.
Andre yang sedang bingung apa yang harus dilakukan sekarang, tiba-tiba datang kakek-kakek yang waktu itu bertemu di sore hari.
tapi sekarang kakek itu tidak membawa apa-apa dan langsung saja menghampiri mereka berdua.
"dek kalian kenapa ?" tanya si kakek.
"ini kek teman saya tadi terjatuh hampir masuk ke jurang" jawab Andre.
Kakek itu langsung memegang bagian luka di kaki Wahyu yang masih membiru dan mengeluarkan banyak darah.
Dalam sekejap saja darahnya berhenti.
Andre yang melihatnya sangat terkejut karena hanya dalam sekejap saja darahnya langsung berhenti namun Wahyu yang mungkin sudah cape dan kehilangan banyak darah pun langsung lemas dan pingsan.
"dek bawa dia kesana" si kakek menunjuk ke arah pohon besar yang ada di belakang mereka.
Di pohon itu ternyata ada lahan yang cukup untuk beristirahat dan cukup untuk satu tenda saja.
__ADS_1
Untungnya tas yang berisi tenda di bawa oleh Andre jadi ia bisa langsung mendirikan tenda di dekat pohon tersebut.
Andre pergi duluan ke pohon tersebut untuk menaruh tasnya lalu ia mendirikan tenda dan kembali lagi untuk membawa Wahyu yang pingsan.
Setelah Wahyu di istirahatkan didalam tenda ,Andre kemudian ngobrol dengan si kakek itu di depan tenda yang tak jauh dari jalur.
"Kakek ini siapa kok ada di gunung terus dari kemarin kek ?" tanya Andre.
"hehehe kamu ga perlu tau siapa saya nanti juga kamu tau sendiri kok..Saya sudah lama tinggal disini dek dan ini masih wilayah kakek" ujarnya si kakek dengan suara serak
"owh tapi kakek kok nggak tinggal di bawah di pemukiman warga,kok malah milih disini ?" tanya Andre penasaran.
"Kalau kakek nggak tinggal disini,siapa yang menjaga gunung ini dek!!!, banyak orang yang tidak bertanggung jawab merusak alam tanpa berpikir panjang" jawabnya si kakek.
Mendengar jawaban seperti itu seketika Andre teringat dengan kakeknya yang selalu mendampinginya.
Di tengah obrolan mereka datang harimau putih yang di tugaskan untuk menjaga Andre juga, harimau itu berjalan ke arah mereka dan langsung menggesekkan kepalanya pada si kakek.
"Ini adikmu kan ?" tanya si kakek.
"kok kakek tau sih ? kakek kenal sma adik saya ?" tanya balik.
Harimau putih itu seaka sudah akrab sekali dengan si kakek, sepertinya ia sering berkunjung ke tempat si kakek ini.
"Dia sering main kesini dek,kadang dia juga suka bercerita tentang dirimu yang rindu ingin ketemu kamu" ujarnya si kakek.
Rupanya harimau itu sering bercerita tentang Andre dan karena ia hanya di ceritakan oleh orangtuanya saja dahulu tentang Andre tanpa tahu yang mana orangnya.
"Pantas saja aku sangat ingin sekali naik ke gunung ini kek, padahal aku belum pernah kesini " ucapnya Andre.
"Emangnya siapa namanya kek ?" jawabnya Andre menatap si kakek.
Antara percaya dan tidak percaya namun ibunya Andre pernah bercerita tentang adiknya ini ,suatu ketika ibunya sedang mengandung anak kedua ketika Andre masih berumur 2 tahun ,namun ketika umur kehamilan ibunya yang ke 7 bulan,ibunya terjatuh di kamar mandi akibat terpeleset yang menyebabkan keguguran dan merenggut nyawa jabang bayi yang aka menjadi adiknya Andre.
Namun dengan kuasa Tuhan,jiwa adiknya bereinkarnasi ke dalam wujud harimau putih dengan alam yang berbeda dengan Andre.
"Namanya adalah Andra , ibumu sudah menyiapkan nama itu karena ingin selalu mengingat kedua anaknya dan semua itu benar dek,ibumu memang sangat menginginkan kelahiran adikmu ini namun takdir berkata lain" si kakek tiba-tiba menyahut,ia tahu apa yang di pikirkan Andre.
"Kakek bisa denger suara hati saya ? padahal saya belum bicara pada kakek" tanya Andre.
"Sebenarnya kita masih satu garis keturunan namun dengan rentang jarak yang berbeda,jadi kakek pun tahu apa yang kamu pikirkan " ujarnya si kakek sambil tersenyum.
Tanpa bisa berkata apapun lagi tidak terasa air mata Andre jatuh dari pipinya.
Andre tidak tau perasaan apa yang ia rasakan sekarang, antara bahagia, kecewa, menyesal,marah menjadi satu dalam hatinya hingga tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata.
Kemudian Andra mendekati Andre dan langsung saja memeluknya erat-erat. Air mata pun tidak terbendung lagi diantara keduanya hingga menangis tersedu-sedu.
Dalam pelukan penuh haru itu Andre mengusap kepala Andra yang masih dalam wujud harimau putih, dengan keajaibanNya Andra berubah menjadi wujud manusia remaja yang kira-kira umumnya 17 tahunan.
"Kakak aku kangen,aku kangen ibu" ucap Andra sambil menangis.
"Iya kakak juga kangen,ibu selalu menceritakan tentang kamu yang sangat ingin sekali bertemu denganmu" ujarnya Andre.
Kedua saudara ini memang memiliki ikatan batin yang sangat kuat meskipun baru pertama kali bertemu tapi mereka seperti sudah lama bersama.
"Di gunung ini aku tinggal kak,ini rumahku..Kalau kakak ada waktu ,ajak ibu kesini kak aku ingin bertemu ibu" isak tangis Andra.
__ADS_1
"Iya dra ,nanti pasti kakak sampaikan pada ibu" jawabnya Andre.
"Sudah dulu kak waktu aku tidak banyak,jika kakak kesini lewat jalur manapun, kakak tinggal panggil saja namaku, aku pasti akan mendengar dan langsung datang" ucapnya Andra.
"Iya dra padahal kakak masih rindu sama kamu,masih pengen ngobrol banyak sama kamu, kamu jaga diri baik-baik disini ya" ujarnya Andre.
Setelah perbincangan penuh haru ,Andra dan si kakek pergi dengan perlahan seperti cahaya yang memudar.
Andre sempat mengira semua ini hanyalah mm mimpi namun ia tidak merasakan tertidur dan masih sadar.
Sulit untuk percaya memang namun ini terjadi dengan nyata dalam realtime waktu yang sama.
Kemudian Andre memeriksa keadaan Wahyu yang sedang pingsan ke dalam tenda semabri menunggu bantuan datang.
Dari arah luar tenda terdengar banyak suara kera yang bersuara seperti berteriak,Andre pun langsung melihat ke luar tenda , ternyata sudah banyak kera yang sedang mengelilingi tenda.
Dari kejauhan terlihat seekor kera emas yang berjalan sambil membawa buah-buahan kearah Andre, kera itu berjalan layaknya manusia namun sedikit membungkuk.
Setelah sampai di depan tenda, kera itu memberikan buah-buahan itu kepada Andre, ia melongo melihat begitu banyak buah di hadapannya.
Kemudian para gerombolan kera itu pergi ke atas pohon sambil berteriak-teriak khas kera.
Para kera tersebut seperti tau kondisi yang Andre alami saat ini,karena stok makanan hanya tinggal mie instan saja yang tida mungkin untuk ia makan sendiri, dengan adanya buah-buahan ini cukup untuk mengisi perut sambil menunggu bantuan datang.
Andre memasukan buah-buahan itu ke dalam tenda untuk di amankan, buah-buahan itu terdiri dari buah apel, anggur, jambu, pisang, semangka.
Andre mengambil satu buat apel yang merah untuk ia makan, Andre pun langsung memakannya dan ia terkejut ketika merasakan rasa buah apel yang segar dan manis yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
plak..plakk..plakk
Terdengar suara langkah kaki yang berjumlah 3 orang yang mendekat ke arah tenda Andre.
"Mas..mas ada orang" tanya para pendaki.
"Iya mas" jawab Andre.
Andre keluar tenda dan menghampiri para pendaki itu yang sudah berdiri di depan tendanya.
"Mas kenapa pasang tenda disni, bahaya banyak binatang buas disini mas" ujarnya salah satu pendaki.
"Temen saya lagi sakit mas,tadi terjatuh saat turunan sampai kakinya terkilir" ujarnya Andre.
"Mas ada P3K ngga ?, atau sudah di berikan pertolongan pertama mas ?" tanya si pendaki.
"Sudah mas,ini pun sedang istirahat mungkin kecapean mas" ucapnya Andre.
Rupanya para pendaki ini sudah muncak sejak kemarin karena di bawah cuaca buruk jadi mereka terhenti di pos ke 3 semalaman.
"Oh iya mas tadi saya ketemu satu pendaki yang berlari turun seperti buru-buru banget,saya tanya pun ia lari terus, temen masnya bukan ?" tanya si pendaki.
"Iya itu teman saya mas,dia mau minta bantuan ke ranger di bascamp karena teman sayang yang di dalam tenda tidak memungkinkan untuk berjalan" ujarnya Andre.
Kemudian 3 pendaki itu berpamitan untuk melanjutkan kembali perjalan mereka karena waktu sudah sangat siang takutnya kemalaman di jalur.
...****************...
...****************...
__ADS_1