
Kemudian Andre yang menjaga di depan tenda merasakan firasat buruk yang membuat hatinya gelisah gundah gulana. Pada waktu dirinya sedang duduk di depan tenda, pandangannya mulai kabur tak jelas hingga gelap tak terlihat.
Andre melihat gambaran yang muncul dalam pikirannya, gambaran itu memperlihatkan kejadian yang akan datang dan yang sudah terjadi pada Dirwan.
Disitulah ia merasa tenang karena Dirwan sudah sampai di basecamp namun khawatir juga karena banyak sekali teror yang selalu meneror Dirwan.
Sekejap mata berkedip, gambaran itu hilang dan pandangan Andre kembali normal seperti biasanya, lalu ia mengusap wajahnya seakan tak percaya dengan kejadian yang ia lihat.
Hal yang membuat Andre merasa takut ketika melihat kejadian yang akan datang karena kejadian itu memperlihatkan Wahyu yang sudah tidak sadar kembali.
"Kek, kenapa aku di bisa melihat kejadian seperti itu?" ucapnya Andre, dalam hati.
"Itu semua kelebihan kamu cu, secara tidak di sengaja akan memperlihatkan kejadian yang akan datang atau yang sudah terjadi jika itu di rasa dalam darurat" jawabnya si kakek.
Andre yang tidak mau kehilangan temannya pun memohon minta bantuan kepada si kakeknya itu, agar semuanya bisa di hindari.
"Apa tidak ada cara lain agar terhindar dari semua itu kek, mereka sahabat bahkan sudah ku anggap saudara" ucapnya Andre.
"Kamu berdoa saja, semoga semuanya baik-baik saja, rejeki, mati, jodoh ngga ada yang tau" ucapnya si kakek.
Setelah mendengar wejangan dari si kakek, andre mulai terbuka pikirannya dan bisa lebih jernih dalam berpikir. Sejenak ia terdiam.
Wahyu yang sudah lama pingsan pun terbangun dari tidurnya langsung teriak.
"Andre..gue dimana ini ?." teriak Wahyu.
"Kita lagi ada di samping jalur, tadi kamu pingsan" Jawabnya Andre.
Wahyu yang mendengar jawaban Andre pun melongo kebingungan karena dia tidak merasakan sakit pada badannya, seakan baik-baik saja.
Wahyu keluar dari tenda untuk melihat keadaan sekitarnya, ketika dia melihat sekelilingnya, sangat kaget tercengan ketika yang dia lihat ada pohon yang sangat besar dan jurang di setiap sisinya.
"Lu kenapa bikin tenda disini?" tanya Wahyu.
"Kan udh jelasin tadi! " jawabnya Andre.
Wahyu masih belum percaya dengan semua ini namun inilah yang terjadi, sambil menghembuskan nafas panjang.
"terus Dirwan kemana ?" tanya Wahyu.
"DIrwan lagi ke basecamp meminta bantuan buat evakuasi kamu" ujarnya Andre.
Namun yang Wahyu belum sadar bahwa kakinya sedang sakit terus saja mengelak jika dirinya baik baik saja. Ketika Wahyu ingin berjalan kembali ke dalam tenda, kakinya mulai terasa sakit yang sangat menusuk.
"Aduhhh kaki gue kenapa? Teriak Wahyu kesakitan.
'Kan aku udah bilang kalau kamu sakit karena tadi terjatuh dan hampir masuk jurang yang dalam" ujarnya Andre.
Kemudain Andre mwmbantu wahyu untuk masuk kedalam tenda, dengan susah payah akhirnya Wahyu duduk di dalam tenda.
Dengan rasa yang tidak karuan di sertai rasa sakit yang menusuk ke dalam tulang, Wahyu meneteskan air matanya hingga matanya mulai memerah.
"Ambil ini biar kamu ngga panik" Andre memberikan buah anggur yang masih segar.
__ADS_1
"Lu dapet buah dari mana ?. Kan disini tidak ada tumbuhan buah anggur" sahutnya Wahyu.
Wahyu yang melihat banyak buah-buahan yang tergeletak di dalam tenda merasa kalau dirinya sedang bermimpi. Namun jika ini hanyalah mimpi semata, mana mungkin rasa sakit bisa terasa sekali.
"Udah makan aja, yang penting ada makanan yang masih, stok makanan kita juga sudah habis" ucapnya andre.
Karena pingsan yang sangat lama, Wahyu langsung memlahap buah anggur itu hingga tak tersisa. Tidak hanya anggur saja yang dia makan, dia memakan buah apel juga, dengan memeakan buah-buahan ini badan Wahyu yang tadinya lemas, kini segar kembali.
Waktu sudah mulai sore, bantuan tak kunjung datang, cuaca yang tidak mendukung pun membuat suasana menjadi mencekam.
Awan di langit menghitam gelap di sertai guntur yang mulai terdengar.
Hujan rintik-rintik mulai terdengar membasahi tenda mereka, semakin lama semakin besar hujan yang disertai petir itu. Untungnya mereyberada di bawah pohon yang besar, angin yang besar pun tertahan oleh batang pohon yang besar hingga tidak langsung menerpa tenda.
Tanpa adanya penerangan sedikit pun, di dalam tenda yang gelap gulita yang menyulitkan pandangan untuk melihat. Mereka berdua hanya terdian saja tanpa adanya obrolan.
Di tengah badai hujan yang deras itu Andre melihat dari arah jurang, ada kobaran api yang awalnya kecil namun ketika terbang ke atas semakin membesar hingga cahayanya menembus tenda.
Andre yang penasaran yang di lihatnya, dia mencoba membuka sedikit resleting tendanya.
sreeetttttt...
Andre yang kembali menutup resleting itu dengan kepanikan membuat badannya gemetar.
"Lu liat apa dre ? " tanya wahyu.
"Nanti saja ceritanya, yang penting kita jangan berisik" jawabnya Andre.
Jika saja mereka bersuara hingga terdengar banaspati, mungkin saja nyawa mereka tidak akan selamat.
Setelah banaspati pergi menjauh, andre merasa tenang . Namun belum sampai disitu, dari arah kejauhan terdengar suara langkah kaki yang menggelegar membuat tanah bergetar.
Andre yang sudah paham jika yang sedang berjalan itu bukanlah hewan melainkan sosok menyeramkan. Suara langkah kaki itu mulai mendekati tenda mereka, ketika makhluk itu benar-benar dekat tenda, tenda itu di goyang-goyang, dan sesekali seperti diangkat hingga melayang di udara.
Andre pun tidak mau kalah, dia memusatkan pikiran agar dirinya berat agar tendanya tidak melayang, dengan rasa percaya diri dia keluar semua kemampuannya.
Dan akhirnya tenda itu berhenti melayang, namun dari arah luar terdengar suara seperti pohon jatuh. Ketika andre mengintip sedikit dari celah tenda, dia terkejut hingga matanya terbuka lebar, sumber suara terjatuh itu berasal dari sosok tinggi besar, berbulu dengan tinggi mencapai 30meter. Meskipun dalam kegelapan, andre bisa melihat dengan jelas karena kelebihan yang dia punya.
Sosok itu kemudian mulai bangkit kembali sampai tubuhnya di posisi duduk, nampak jelas wajahnya yang hitam, lelehan nanah, mata merah dengan taring yang panjang sambil mengeluarkan darah yang terus mengucur.
Wahyu melihat ekspresi andre yang kaget, dia penasaran dan ingin melihat apa yang terjadi di luar.
"Di luar ada apaan sih ?" tanya wahyu.
"Biasalah ada yang ganggu!" jawab andre menutup kembali.
Wahyu yang masih penasaran pun mencoba mengintip namun di hadang oelh andre karena takut wahyu malah histeris melihat sosok yang sangat mengerikan itu.
"Kamu mau kemana, ga usah lihat!!!" cegahnya andre.
Wahyu kembali lagi ke posisi duduknya dengan rasa penasaran yang masih mengganjal di pikirannya. Dengan pikiran yang dewasanya dia menuruti perkataan andre.
"Kamu tidur aja, biar aku yang jaga, siapa tau bantuan segera datang!" ucapnya andre.
__ADS_1
"Tapi nanti lu ga ada temen ngobrol" jawabnya wahyu.
"Gapapa, aku udah biasa sendiri" ujarnya andre.
Wahyu pun merebahkan badannya mencari posisi yang nyaman untuk tidur, kalau pun tidak tidur juga, ga ada yang bisa mereka lakukan ketika hujan begini di tambah lagi tidak adanya penerangan.
Setelah Wahyu tertidur pulas, hujan yang masih lebat. Dari arah jalur ada sinar senter yang mengarah ke tenda mereka, andre yang berada di dalam pun merasa senang karena yang di pikirannya itu bantuan yang sudah datang.
Tapi hanya ada satu orang yang mendekati tenda mereka, semakin lama semakin mendekat.
"Kok cuma satu orang yang kesini?" ujarnya dalam hati.
Biasanya tim evakuasi berjumlah lebih dari 4 orang, andre yang cerdas pun punya pikiran yang mengatakan jika itu bukan tim evakuasi namun mungkin hanya pendaki biasa.
"Bang, ada orang ngga ?. Saya kedinginan!" suara lelaki dari luar tenda.
Andre memilih untuk diam saja dan memutuskan untuk mengintip terlebih dahulu dari resleting tenda..
sreeetttttt....
Memang benar yang andre lihat adalah pendaki seorang diri, tetapi pendaki ini sedang berdiri di depan tenda memakai perlengkapan lengkap dan membawa kepala di tangannya.
Posisi andre mengintip berhadapan dengan kepala yang sedang di bawa sosok pendaki ini, andre sangat terkejut karena wajahnya sangat dekat kepala yang di bawa sosok itu, membuat badan andre merinding sampai ubun-ubun.
Kemudian kepala itu menggelinding ke dalam tenda sampai tepat di hadapan andre.
"Sialan...dasar pengganggu!!!" ucap andre sambil menendang kepala itu.
Namun ketika andre menendang, jari jempol kakinya di gigit oleh kepala tersebut yang membuat dirinya panik sambil kesakitan.
Wahyu yang mendengar andre teriak kesal membuat dirinya terbangun, tapi anehnya wahyu tidak melihat apa apa.
"Lu kenapa sih,berisik aja?" tanya wahyu.
"Kamu ga lihat di kaki aku apa ?" jawabnya andre.
"Emng ga ada apa apa, lu ngigo kali" serunya wahyu.
Wahyu yang sudah ngantuk banget pun tidur kembali, namun Andre yang masih dalam kesakitan berusaha melepaskan kepala itu dari kakinya. Namun semakin andre kuat mendorong kepala itu, semakin kuat pula gigitannya.
"Andra tolong bantu kakak!!" teriaknya dalam hati.
Dari belakang tenda terdengar suara auman harimau yang membuat sosok itu langsung melepaskan gigitannya dan menghilang dengan sendirinya.
Kemudian andra masuk ke dalam tenda ikut menemani andre untuk berjaga-jaga. Andra yang mengkhawatirkan kakaknya langsung bertanya.
"Kakak tidak apa-apa?" tanya andra.
"Tidak apa-apa, cuma jari kakak saja sakit" jawabnya.
"Oh, tenang saja kak, nanti juga sembuh sendiri" ujarnya andra.
Andre yang mendengar perkataan andra membuat dirinya lebih tenang lagi.
__ADS_1