Menangis Di Bawah Sinar Bulan (Kisah Pendakian)

Menangis Di Bawah Sinar Bulan (Kisah Pendakian)
Hal yang tak terduga


__ADS_3

Setelah melewati pedesaan yang padat penduduk, Dirwan bertemu lagi gerbang yang kedua dengan pintu terbuat dari besi yang kokoh da di setiap sudutnya terdapat CCTV yang selalu aktif mengarah ke depan gerbang.


"assalamualaikum" orang yang mengantar Andre mengucapkan salam.


Gerbang pun terbuka dengan perlahan hingga nampak bangunan yang sangat megah di dalamnya.


Dirwan yang hanya bisa terpaku melihat semuanya di tambah angin berhembus dari dalam gerbang membuat badanya terasa sangat sejuk dengan aroma wewangian yang belum pernah ia cium di dunia.


"Ayo nak masuk" ucapnya orang yang membawa Dirwan.


Dirwan hanya menganggukkan kepalanya seraya takjub dengan kota yang sangat indah ini, baru saja melangkahkan kakinya dari gerbang, ia langsung di suguhkan pemandangan yang memanjakan matanya, dirwan melihat taman yang luas sejauh mata memandang, banyak bunga warna-warni dan burung-burung yang hidup bebas


berterbangan.


"gue betah kayaknya disini" ucapnya Dirwan dalam hati.


Kemudian orang yang mendampingi Dirwan langsung menjawab dengan lantang.


"Orang yang sudah tinggal disini gak bisa kembali lagi" dengan tegas.


Secara spontan jantung Dirwan berdetak sangat kencang yang membuat rasa panik muncul dalam benaknya Dirwan.


Setelah beberapa lama berjalan menyusuri taman yang tidak ada ujungnya, Namun di taman itu ada salah satu pohon yang sangat besar hingga tak terlihat pucuknya, berjarak 50 meter dari posisi Dirwan berjalan ke pohon itu, ia melihat ada wanita duduk tertunduk wajahnya ke lututnya yang di tekuknya di bawah pohon besar itu, wanita itu berbaju merah kebaya dengan bawahan kain batik coklat hitam dan berambut panjang hingga wajahnya tidak terlihat.


Sampailah mereka di titik dimana mereka akan melewati pohon besar yang berada di samping jalan, kepala dirwan menoleh ke arah pohon itu untuk memastikan jika wanita itu masih ada disana, ternyata wanita itu masih ada namun dengan posisi berdiri dengan wajah tertunduk ke arah tanah.


"Tolong...tolong saya" suara teriakan berasal dari wanita kebaya merah merintih minta tolong.


Dirwan yang mendengar teriakkan wanita itu langsung berhenti berjalan dan berbalik badan, tapi ketika akan melangkah menuju wanita itu, langsung saja di tarik kembali oleh orang yang mendampingi dirwan.


"Jika disini jangan macem-macem kalau kamu mau selamat,kakek udah nungguin kamu,cepetan jalannya" baju Dirwan di tarik kerahnya.


Dengan rasa penasaran yang masih terngiang-ngiang dalam pikirannya Dirwan membuat ia tidak fokus dalam berjalan juga bahkan melupakan tujuan sebenarnya yang harus segera ke basecamp.

__ADS_1


Mereka berhenti tiba-tiba sambil menahan badan Dirwan dengan satu tangan yang di tempelkan ke dada Dirwan.


"Berhenti" ujarnya.


Dengan dada tertahan oleh tangan, membuat badan Dirwan terdorong ke belakang sampai hampir terjatuh saking kerasnya di tahan dadanya.


gong... suara gong dan dilanjutkan dengan suara gamelan yang terdengar di sekelilingnya.


Seketika suara gamelan itu mempunyai efek yang langsung di rasakan oleh dirwan, badannya bergetar, jantung berdebar, mata terbuka, nafas tersengal susah untuk menghirup stau mengeluarkan udara dari dalam dadanya.


Rupanya sukma Dirwan kembali ke tubuh aslinya, Sukma itu seperti di tarik dari dalam wujud asli Dirwan hingga terasa sangat sakit ketika sukmanya kembali ke badannya.


Dirwan langsung terperanjat seperti mimpi jatuh dari ketinggian. Nafasnya masih terasa kecapean, seluruh badannya dingin sedinginnya sampai bulu kuduknya merinding sejadi-jadinya.


Namun pada waktu Dirwan membuka kedua matanya, samar-samar tak jelas di hadapannya ada beberapa orang yang sedang duduk namun belum bisa melihat jelas. Kelopak matanya sangat berat untuk di buka meskipun bisa terbuka hanya sedikit. Kemudian,


"Udah sadar nih, mas bangun mas" ujarnya ranger.


Mendengar suara ranger yang masih samar-samar tak jelas di telinga Dirwan, ia mencoba bangun namun badannya tidak bisa di gerakkan semuanya.


"Nih kasih minum dulu biar seger badannya" ucapnya ranger


Dengan badan yang terkulai lemas, Dirwan di paksakan minum air oleh salah satu ranger. Badan dirwan di sangga dengan satu tangannya dalam dekapannya badan ranger dan satu tangan yang memegang gelas berisi air mulai mendekatkan ke bibir Dirwan.


glekkgek... Sedikit air masuk ke mulut Dirwan.


Perlahan-lahan mata Dirwan mulai terbuka dan kesadarannya mulai pulih kembali.


"Saya ada dimana?" tanya Dirwan.


Dengan wajah pucat berkeringat jagung, ia berada dalam satu ruangan dengan beberapa orang yang mengelilingi.


"Kamu di basecamp, tadi kami menemukan kamu sedang tergeletak tak sadarkan diri di tengah jalur, kebetulan kami sedang berpatroli dan langsung membawa kamu ke basecamp " ucapnya ranger menjelaskan kronologinya.

__ADS_1


Hal yang Dirwan ingat terakhir kalinya hanyalah pada saat mendengar suara gamelan dan merasakan angin sepoi-sepoi di bawah pohon besar.


Rupanya semua kejadian sukmanya pergi ke alam ghaib pun tidak di ingatnya sama sekali. Namun efeknya kepala Dirwan terasa sangat sakit bagaikan di tusuk jarum.


"Pak tolong teman saya di atas sedang sakit" potongnya Dirwan yang langsung ingat kepada kedua temannya yang sedang dalam kesulitan.


"Di pos berapa mas" tanya ranger.


"Saya tidak tau pasti pos berapa, tapi saya ingat saya turun setelah pos perkemahan (Pesanggrahan)" jawabnya Dirwan.


"Kalo boleh tau sakit apa ?" tanya balik.


"Temen saya terjatuh hampir masuk jurang, sampai kakinya terkilir" jawabnya Dirwan.


Ranger pun langsung dengan sigap tanpa persiapan sama sekali, hanya membawa peralatan seadanya yang bisa di bawa dalam keadaan darurat. Berangkatlah 2 ranger ke atas gunung dan 1 orang menjaga Dirwan di Basecamp.


"Pak saya boleh minta tolong?" tanya Dirwan.


"Minta tolong apa mas ?" ranger, tanya balik.


"Tolong bikinin saya kopi hitam pak" jawabnya Dirwan.


Sontak terkejut mendengar permintaan Dirwan yang tiba-tiba, sampai ranger itu mengerutkan dahinya karena pertama kalinya orang sadar dari pingsannya langsung minta kopi.


"Iya boleh mas,tunggu sebentar ya" ucapnya ranger sambil pergi ke dapur.


Dalam keadaan terduduk itu pun pandangan Dirwan mengarah ke arah kakinya, ia langsung melotot tercengang ada bekas cakaran panjang dari paha hingga betisnya, celana panjangnya pun sampai robek mengikuti jalur cakaran itu.


Tidak hanya sampai disitu saja, ia merasakan kepalanya basah mengalir keluar dari sela sela rambutnya, kemudian Dirwan mengusap satu telapak tangannya ke rambut kepala nya, yang ia dapati ternyata banyak darah yang keluar dari kepala yang melumuri seluruh telapak tangannya.


"Hahh, astaghfirullah darah !!! " ucapnya dalam hati, meski perih meringis kesakitan di setiap helai rambutnya.


Melihat kondisi itu pun Dirwan panik, karena tidak tahu sama sekali kejadian apa yang menimpa dirinya hingga banyak luka di sekujur tubuhnya itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2