Menangis Di Bawah Sinar Bulan (Kisah Pendakian)

Menangis Di Bawah Sinar Bulan (Kisah Pendakian)
Tanggung Jawab


__ADS_3

Sepanjang perjalanan ke bawah aman aman saja namun berbeda dengan Wahyu yang sehabis mengambil batu itu ia merasakan seperti ada orang lagi di belakang nya, sesekali ia menengok ke arah belakang namun tidak ada siapa-siapa.


Pada kondisi seperti itu Wahyu belum menyadari akan hal sesuatu, rupanya yang selalu mengikuti Wahyu di belakangnya adalah sosok pemilik batu tersebut.


"Ada suara langkah kaki tapi ga ada orang di belakang" ucapnya Wahyu dalam hati.


Andre yang berada di depan Wahyu merasakan gelagat Wahyu yang aneh ,Andre sering menoleh kebelakang untuk memastikan kondisi Wahyu baik-baik saja.


"Kamu kenapa yu ?" sambil melihat kebelakang.


"Gapapa kok dre ,aman" dengan nada bicara biasa saja.


Namun ketika Andre melihat ke belakang,ia terkejut ketika ada sosok tinggi hitam berbulu yang sedang berjalan di belakang Wahyu.


"Ada apa lagi ini, kenapa kita di ikutin sosok itu" ujarnya dalam hati.


Karena Wahyu berjalan nya cukup lambat ia tertinggal cukup jauh dari Andre dan Dirwan , kira-kira 10 meter jaraknya.


Dirwan yang hanya fokus ke depan pun tidak sadar jika Wahyu tertinggal lumayan jauh darinya.


Selama 1 jam berlalu mereka berjalan, Andre yang pertama kali menyadari bahwa mereka sedang di putar-putar di tempat itu saja,sudah 5 kali mereka melewati jalanan yang sama.


"breakkk" teriak Andre.


"Kenapa dre ,ada apa ? tanya Dirwan.


Mereka berhenti sejenak untuk menenangkan pikiran dahulu.


Burung jalak pun tidak terlihat lagi di sekitar mereka.


Sembari nunggu Wahyu yang masih tertinggal jauh dari mereka,Andre memutuskan untuk melipir sedikit dari jalur dan mencari lahan yang landai untuk istirahat.

__ADS_1


"Kita istirahat disini aja dulu" sambil berjalan ke arah lahan landai.


Beberapa saat kemudian Wahyu pun tiba


"Kenapa malah berhenti,kan masih jauh perjalanan kita" tanya Wahyu.


"Udah istirahat aja dulu ,kita sedang di putar-putar saja di tempat ini " jawabnya Andre.


plukkkk..suara batu terjatuh dari kantong Wahyu.


"Batu apa itu ,dapat dari mana ?" tanya Andre.


"Gue dapet ini dari pos camp tadi,pas gue lagi kencing,gue nemu batu ini di dahan pohon" jawab Wahyu.


Andre yang sudah menebak jika penyebabnya adalah batu tersebut pun langsung mengambil batu tersebut.


Ketika batu itu di pegang,aura yang ada di dalamnya sangat gelao sekali pertanda batu itu membawa aura yang jelek jika di ambil.


"Tapi kan jauh banget masa iya gue harus balik lagi" jawab Wahyu.


"Ya kalau kita mau pulang,mau ga mau harus kembalikan batu itu" ucapnya Andre.


Wahyu yang sudah cape lelah pun tersulut emosinya di tambah efek dari aura batu yang ia ambil.


"Lu aja sendiri sana balikin,lu yang punya ide gila seperti itu" sentak Wahyu membanting tasnya.


"Kan kamu yang ambil ,harus tanggung jawab dong" ujarnya Andre.


Suasana menjadi panas karena Wahyu tidak mau bertanggung jawab atas semua yang telah ia lakukan karena tidak mau mengembalikan batu tersebut.


Wahyu yang sudah terlanjur emosi pun mengepalkan tangannya dan akan menghantamkan pukulan ke arah Andre ,Namun belum sempat mengenai Andre ,Wahyu malah terpental jauh.

__ADS_1


"Udah jangan malah ribut begini ,kita juga sama-sama lagi cape ,dan lu mau ga mau harus balik lagi" ucapnya Dirwan menenangkan Wahyu.


Pada saat Wahyu terpental dan terjatuh ke tanah,ia langsung sadar kembali dan langsung mendengarkan perkataan Dirwan.


"Iya iya gue balikin lagi " Wahyu bangkit berdiri kembali.


Wahyu yang sudah berjalan menuju kembali ke pos camp, ternyata hanya 20 meter saja dari jarak mereka beristirahat,sudah kelihatan jelas nama posnya di batang pohon.


"ya ampun kita selama beberapa berjalan,kita masih dekat dengan pos camp" ujarnya Andre.


"Iyah bener, ternyata kita hanya berjalan lambat atau bener di puterin di tempat ini saja " sahutnya Dirwan.


Andre menghela nafas panjang agar pikiran nya jernih kembali.


Si kakek pun datang dalam pikiran Andre.


"kalian jangan ambil apapun yang bukan milik kalian,jika kalian melanggarnya maka kalian tidak akan bisa pulang" ujarnya si kakek memberi peringatan.


"Iya kek maafin teman saya ,saya pun tidak tau jika ia mengambil sesuatu " jawabnya Andre.


Hanya butuh waktu 10 menit saja Wahyu sudah kembali lagi.


"cepat banget lu?" tanya Dirwan


"huhuhu gue lari biar cepat" dengan nada terengah-engah kecapean.


Namun pada saat Wahyu mengembalikan batu tersebut,ketika Wahyu berdiri di depan pohon yang awal ia ambil batu itu, tiba-tiba batang pohon itu berubah menjadi kaki berbulu lebat yang sangat besar hingga tak terlihat mana badannya.


Wahyu yang sudah ketakutan dan ingin mengembalikan batu itu ,ia langsung melemparkannya ke arah makhluk itu lalu Wahyu berlari terbirit-birit hingga ia kembali ke tempat istirahat.


......................

__ADS_1


__ADS_2