
"Yun.. Kamu tidur?
Kata kak Natan.
"Yun...? Kamu sakit? Badan kamu panas banget.
"Gak kak, aku gak papa ko.
Ujarku, sambil melepaskan melupakanku, Kak Natanpun langsung melepas pelukannya.
"Makasih kak, udah peluk aku barusan.
Ekspresi kak Natan langsung berubah, apa kalimatku salah ya?
Apaan ni bocah, polos banget, yakali ngomong langsung kayak gitu. Dasar..
"Hujan udah berhenti, yu balik.
Kata kak natan
Aku hanya mengangguk perlahan, entah kenapa badanku terasa sangat lemas, nafasku sesak, kepalaku terasa berat.
"Kamu gak papa?
Ujar kak Natan
Aku hanya mengangguk saja, kekuatanku sudah tidak cukup untuk berbicara.
"Kamu bisa jalan?
Ujar kak Natan
Akupun hanya bisa mengangguk.
"Apaan sih, ko ngangguk doang? Itu artinya kamu ada apa apanya. Dasar, sinih...
"Eeeeeeh kak..
Spontan aku terkejut dengan tindakan kak Natan ke aku, Kak Natan langsung gendong aku dibokongnya, jelas aku heran dong dengan sikapnya.
Kenapani si bunglon?
"Kak turunin! Aku gak papako, nanti ngerepotin.
Ujarku
"Kamu gak mau ngerepotin aku?
Tanya kak Natan
"Iya kak aku gak mau, turunin kak, aku bisa jalan sendiri ko.
Ujarku
"Kalau gak mau buat aku repot, kamu tenang dan diam aja!
Ketusnya.
__ADS_1
Kenapani bunglon? Kesambet apaan?
Aku hanya pasrah dan mengala, biar bagaimanapun pasti aku akan kalah debat sama kak Natan. Sebenarnya aku sangat lelah, dan badanku sangat lemas, dan gak punya kekuatan untuk berjalan, tapi aku juga gengsi kalau kayak gini.
Akhirnya kami sampai dirumah pak Bambang. Aku melihat Pak Bambang, sama yang lain disana, mungkin mereka juga khawatir kepadaku. Aduuh Ayunda bikin repot aja sih kamu.
"Yunda... Kamu kenapa? Kamu gak papakan?
Tanya Kak Aldo.
Saat itu aku gak punya kekuatan lagi untuk menjawab pertanyaan kak Aldo, padahal aku seneng banget dengarnya, emang kak Aldo itu baik kepada semua rekannya, tapi geer sedikit gak papakan.
"Aduh Yun... Kamu kenapa bisa kehujanan gini?
Kata lisa.
"Sini aku anterin kamu masuk
Kata kak Aldo.
Kak Aldo langsung mengambil gandengan tanganku dari lengan kak Natan, apa aku mimpi bisa sentuhan sama kak Aldo. Aaaa tuhan rasanya ingin seperti ini terus.
***
"Kak Natan ketemu sama Yunda dimana?
Tanya Lisa
"Diujung jalan setapak
"Jauh sekali nak.
Kata pak Bambang.
Kak Natan hanya menganggukkan kepalanya. Dan masuk kedalam kamarnya.
Apa bocah itu sedang dekat sama Aldo?
****
"Kak Aldo
Panggil Lisa
"Iya
Jawab kak Aldo
"Kak Aldo, Yunda harus ganti baju dulu, kak Aldo mau disini terus?
Tanya lisa
"Eehh iyaya, kalau gitu aku keluar, Yunda jangan lupa minum obatya!
Ujar kak Aldo
Aku hanya menganggukkan kepalaku dan tersenyum bahagia.
__ADS_1
Rasanya ingin terbang, gak ada ruginya aku masuk kejurusan ini, malahan sangat menguntungkkan buat dekat sama kak Aldo.
Kayaknya Aldo pertaian banget sama Ayunda.
Gumam Kak Nisa
"Yunda, setelah ganti baju, kamu makan duluya, terus minum obat!
Ujar kak Nisa
"Makasih kak
Ujarku sambil tersenyum
"Iya, kalau gitu aku buatin kamu buburya.
"Makasih kak nisa.
Ujarku.
Asiknya punya senior kayak kak nisa,, sudah cantik, tinggi, ramah, baik, pengertian lagi, pokonya terbaiklah kalau tentang kak Nisa.
"Kamu gak papa Yun?
Tanya lisa sambil duduk dibibir kasur
"Iya lis, aku baik ko
"Kamu sih, udah tahu musim hujan tapi tetap aja keluyuran, kalau kamu ilang gimana? Untung aja Kak Natan langsung pergi cari kamu tadi.
Wajah Lisa terlihat sangat khawatir, aku jadi malu sudah merepotkan mereka semua, terutama Kak Natan.
"Apa? Kaka natan nyari aku?
"Iya iyalah, menurut kamu kak Natan gak sengaja ketemu sama kamu, disaat hujan lebat gitu?
Ujar Lisa
"Ehh maaf deh, karena sudah buat kalian khawatir.
Aku hanya bisa tertunduk malu.
"Udah gak usah difikirin, kamu tidur dulu aja, sambil tunggu bubur kamu jadi. Aku keluar duluya, mau bantuin Kak Nisa buat makan malam.
Aku hanya mengangguk dan melihat Lisa menghilang dari balik pintu.
Ternyata kak Natan emang nyari aku? Segitunya amat. Aku harus sunggu sunggu berterima kasih nih, kalau gak ada Kak Natan, entahla sekarang aku gimana.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1