Mencitai Sendirian

Mencitai Sendirian
Bawang Putih


__ADS_3

"Kak, kak Natan tidurya?


Ujarku seraya menatap wajahnya yang pucat itu.


Saat itu kak Natan menggelengkan kepalanya, itu artinya kak Natan gak tidur.


"Hanya 5 menit ko, hanya 5 menit, aku janji, setelah itu, kau boleh pergi.


Ujarnya


Aku hanya berdiam diri tak bergerak mendengarnya memohon seperti itu.


Ada apa dengannya?


Beberapa menit kemudian, kak Natan melepaskan pelukannya, dan duduk disebelahku, dia menatapku seakan hendak mengatakan sesuatu. Ternyata benar kak Natan ingin mengatakan sesuatu..


"Makasih, dan maaf jika menyita waktumu, silahkan keluar, kamu boleh pergi.


Ketusnya


Aku hanya heran melihat perubahannya, mungkin dia benar benar bunglon tapi bisa berubah menjadi manusia.


Beberapa menit yang lalu, sikapnya lembut dan manja, dan sekarang, dia mengusirku, dasar senior judes.


"Sama sama kak.


Ketusku seraya meninggalkan kamarnya dengan emosi


Apa apantu, saat gak butuh dilempar, gitu? Dasar bunglon.


***


"Maaf Yun, gw gak bisa deket lo dengan waktu lama, karena saat lo dekat dengan gw, rasanya gw gak bisa lepasin lo. Jujur, gw seneng banget saat tadi lo elus kepala gw, rasanya campur aduk, perasaan gw aneh, entah itu nyaman atau takut, takut nyaman lalu kehilangan lo Yun. Karena gw sadar, gw bukan siapa siapa. Mulai sekarang gw harus jaga jarak, agar perasaan gw gak begitu dalam ke lo.


Ujar kak Natan


****


Beberapa menit kemudian, Kak Aldo datang bareng Kak Nisa, aku lihat dia membawa sesuatu, seperti kantong kresek.


Tapi mana Lisa, sama Kak Angga?


"Eh Yunda, kamu lagi masak?


Tanyanya sambil membawa beberapa kantong kresek dan disusul oleh kak Aldo.


"Iya kak


Uajrku sambil membatu kak Nisa mengangkat kantong kresek itu keatas meja dapur.


Aku melihat isi kantong kresek itu da ternyata isinya adalah bahan makan.


"Wah banyak banget Kak padahal tadi aku berencana untuk membeli bahan makanan sentar sore.


Ujarku


"Apaan sentar sore, kamukan masih sakit.


Ujar kak Aldo


"Iya Yun, kamu masih sakit, dan lagi, sebenarnya kamu gak boleh kecapean, sini biar Kak Nisa aja yang masak, kamu kekamar aja.


Ujarnya sambil mengambil pisau ditanganku.


"Gak papa kak, aku bisa ko.


Ujarku


"Gak Yun, kamu istirahat aja, kalau bosen dikamar, kamu bisa istirahat diruang tv.


Ujar kak Aldo.

__ADS_1


"Oh. Ee. Ee iya kak, kalau gitu aku pergi istirahat dulu.


Ujarku seraya meninggalkan dapur dengan senyuman yang lebar. Aaaa rasanya ingin teriak diperhatiin sama kak Aldo, geer dikitkan gak papa Yun.


Beberapa menit diruang tv, akhirnya Lisa dan Kak angga pulang juga, tapi kelihatannya mereka sangat lelah.


"Kenapa Lis? Capekya


Ujarku


"Jangan ditanya Yun, untung kamu gak ikut, rasanya kepalaku hampir pecah.


Ujarnya seraya menghempaskan tububnya kesofa. Dan disusul oleh kak angga, akupunheran melihat kekompakkan mereka berdua.


Mungkin mereka bekerja dengan keras hari ini.


"Kak Angga, gak papa?


Ujarku melihat mereka berdua.


"Gak ko Yun, kamu udah baikan?


Ujarnya


Aku hanya menganggukkan kepalaku seraya meyakinkannya bahwa aku sudah lebih baik.


"Syukur deh.


Ujar kak Angga, sedangkan Lisa langsung tertidur disofa, mungkin dia benar benar kelelahan, kasihan Lisa. Pasti pekerjaannya bertambah karena aku gak hadir hari ini.


Beberapa menit kemudia, Pak Bambang sudah tiba di rumah.


"Assalamualaikum


Ujar pak Bambang dari balik pintu


"Waalaikumsalam


"Udah pulang pak


Ujar kak angga


"Iya nak,


Ujar pak Bambang seraya meletakkan tasnya diatas meja.


"Mana yang lain?


Tanya pak Bambang


"Kak Aldo sam kak Nisa lagi di dapur, kalau kak Natan lagi istirahat didalam kamar pak.


Ujarku


Beberapa manit kemudian, kak Nisa mengajak semua orang untuk ke meja makan, karena makanannya udah siap.


"Yun, Kak angga , Lisa, yu makan, makanannya udah siap.


Ujarnya sambil tersenyum


"Lis bangun lis, yu makan.


Ujar kak Angga membangunkan lisa dari tidurnya.


"Kalau gitu aku bangunin kak Natan duluya kak.


Ujarku meninggalkan mereka berdua.


Meja makan


"Waaahh... Enak banget, ini kak Nisa yang buat?

__ADS_1


Ujar Lisa dengan mata yang berbinar binar karena makan lezat dihadapannya itu.


Kak Nisa hanya tersipu malu dengan ucapan Lisa, wajar saja, karena kak Nisa benar benar jago masak.


"Gak ko, tadi dibantuin sama Aldo, Aldo lebih jago masak ko.


Ujar kak Nisa


Kok rasanya aku panasya mendengar kalimat kak Nisa.


"Sudah sudah, mari makan, saya sudah tidak sabar melahap semua makanan lezat ini, sudah lama saya tidak memakan makanan seperti ini, karena istri saya sedang di rumah mertua saya.


Kamipun tertawa mendengar ucapan Pak Bambang.


"Sabar pak.


Ujar Kak angga


Setelah lama berbincang kamipun memakan masakan Kak Aldo dan kak Nisa.


"Tunggu!


Ujar kak Angga khawatir.


"Kenapa? Ga enak ya?


Ujar kak Nisa.


"Bukan, kamu naruh bawang putihya disini?


Tanya kak Angga seraya menatap ikan disendoknya itu.


"Iya


Ujar kak Nisa


Saat itu, aku melihat kak Natan hanya mengaduk ngaduk makanannya saja, sepertinya kak Natan gak suka dengan makanan hari ini, atau gak nafsu makan.


"Kamu belum makan kan Tan?


Ujar kak Angga seraya melihat kak Natan dengan khawatir.


Semua orang heran melihat kelakuan mereka berdua, terutama aku.


"Kenapa?


Ujar Lisa


"Natan alergi dengan bawang putih


Ujar kak Angga


Semuanya terkejut mengetahui ternyata kak Natan alergi dengan bawang putih.


"Yaaaa maaf kak Natan, aku gak tahu kalau kak Natan alergi bawang putih


Ujar kak Nisa dengan raut wajah kecewa.


"Ngak ngak papa ko, sebenarnya aku masih kenyang, tadi udah makan.


Ujar kak Natan


Dan saat itu kebohongannya saat jelas.


Ternyata kak Natan alergi dengan bawang putih, pantas saja setelah memakan nasi gorengku tadi kak Natan jadi demam. Kenapa tadi gak ngomong?


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2