
Aku sudah tak tahu harus bagaimana, ini adalah kesalahanku, aku sangat bodoh, bagaimana mungkin aku tak menyadari semua ini, tentang kak Aldo ataupun kak Natan, aku hanya bisa menangis dipojok kursi tunggu, aku sangat benci diriku sendiri.
"Kak Natan aku rindu.
Ujarku sambil menangis, aku tidak peduli apapun yang orang bilang, mau dia bilang aku gila, stres, yang penting sekarang aku sangat kesepian, rasanya seperti ditinggal seseorang yang kita cintai.
"Aku juga rindu kamu.
Perasaanku? Itu mirip suara kak Natan, sontak aku mengangkat kepalaku dan melihat sosok tinggi dan tampan sedang berdiri dihadapanku. Rasanya tak percaya, rasanya seperti diberi kesempatan kedua.
"Kak Natan?
Ujarku meneteskan air mata, rasanya campur aduk, bahagia, kesal dengan diri sendiri, tapi yang paling penting aku menemukan sosok kak Natan kembali.
"Aku juga rindu, kecanduan Dilan ni, wkwkwk
Ujarnya, seraya melepaskan koper yang ia pegang. Sontak aku langsung memeluknya, kak Natanpun membalas pelukannya.
"Kak Natan kenapa pergi ninggalin aku? Kenapa?
Ujarku seraya meneteskan air mata.
"Aku gak pergi ko, ni aku ada dipelukan kamu.
Ujarnya seraya membalas pelukanku.
"Tapikan kak Natan hampir pergi.
Ujarku
"Jangan peluk dong, nanti pacarmu lihat, bisa marah dia.
Ujarnya menggoda
"Aaa kak Natan
Ujarku
"Kalau gitu kita duduk duly, aku capek udah lari tadi.
Ujarnya
"Kenapa lari?
Tanyaku
__ADS_1
"Gak tahu, tadi aku langsung lari saat aku dengar suara cewek yang manggil nama aku.
Ujarnya tersenyum
Akupun membalas senyumannya itu dan kembali memeluk kak Natan
"Kak aku sayang kak Natan
Ujarku
"Eets jangan ngomong gitu, nanti pacarmu marah.
Ujarnya menggoda
"Aaa kak Natan, aku gak pacaran sama kak Aldo, kak Natan salah paham.
Ujarku
"Kamu gak pacaran sama dia?
Tanya kak Natan
Akupun mengangguk dan menjelaskan semuanya,
Ujarku
"Aku percaya sama kamu.
Ujar kak Natan
"Sekarang kak Natan gak bakalan pergikan?
Tanyaku
"Aku harus pergi Yun.
Ujar kak Natan
"Kenapa? Kak Natan masih marah.
Tanyaku
"Enggak Yun, aku pergi karena ada urusan, Papa nyuruh aku ke Amrik karena ada sesuatu yang ingin kami bicarakan.
Ujar kak Natan
__ADS_1
"Bicara tentang apa?
Tanyaku
"Aku juga gak tahu.
Ujarnya
"Berapa lama?
Tanyaku
"Sekitar seminggu.
Ujarnya
"Ko lama amat?
Tanyaku.
"Tungguin aku ya!
Ujarnya seraya memelukku dengan erat "I Love Yuo Ayunda.
"I love you Too kak Natan.
Ujarku membalas pelukannya itu.
Entah mengapa aku merasakan kebahagiaan yang amat dalam, rasanya aku tidak ingin berpisah dengan kak Natan, tapi apalah daya, Papa kak Natan nyuruh kak Natan ke Amrik.
Kak Natan terima kasih telah memberiku kesempatan, terima kasih sudah mencintaiku, terima kasih sudah mau mendengarkan penjelasanku, terima kasih.
Dari hari itu, aku mulai sadar, mencintai seseorang dalam diam itu memang tidak salah, tapi menyampaikan perasaan juga tidak salah, karena jika kalian mengutarakan perasaan kalian, kalian akan merasa legah, dan tidak dihantui oleh perasaanmu sendiri, walau hasilnya itu sakit atau sebaliknya.
Sakit adalah konsikuensinya dan bahagia adalah bonusnya.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1