
"Kamu tahu gak, saat di desa dulu Natan itu selalu methatiin kamu
Ujar kak Angga
"Aaa?
Ujarku bingung
"Iya Yun, apa lagi waktu kamu kehujanan sama pulang terlambat itu
Ujarnya
"Terus? Menurut aku itu wajar aja kak
Kataku
"Aaa lo gak peka
Ujar kak Angga
"Maksud kak Angga, kak Natan suka sama aku?
Tanyaku
"Menurut kamu?
Ujarnya
"Aa masa, mana mungkin kak Natan suka sama aku?
Ujarku
"Emang kamu gak ngerasain ya? Aku aja yang lihat kelakuan kalian berdua di desa peka ko.
Ujar kak Angga
"Terus salah aku apa, sampai kak Natan sikapnya berubah keaku?
Tanyaku
"Jujur Yun, Natan itu gak pernah naksir cewe semenjak ibunya meninggal, kamu juga pasti udah tahukan, kamu itu cewe yang pertama kali Natan beritahu soal ibunya, emang sih banyak cewe yang naksir, tapi gak tahu Natan gak demen sama mereka, kalau aku jadi Natan mungkin aku juga kayak gitu, karena Natan sangat sayang sama ibunya, menurut dia sosok perempuan itu penting baginya, jadi dia gak boleh salah pilih, tapi entah kenapa Natan suka sama lo, saat lo kehujanan Natan bela belain cari lo, mungkin saat itu dia belum sadar dengan perasaannya, tapi lama kelamaan Natan gak tahan lihat kamu sama Aldo, maka dari itu dia juga maju, menurutku itu peningkatan yang baik. Natan lihat kamu di atap bareng Aldo, dia denger semuanya.
"Apa?
Ujarku
Ko aku ngerasa gelisahya, ko aku takut kak Natan marah?
"Yun, jangan sampai terlambat, Natan udah mau pindah kampus, mungkin sekarang Natan di bandara.
__ADS_1
Ujar kak Angga
"Apa? Kenapa gak bilang sama aku, kenapa gak pamit?
Ujarku
"Gimana mau pamit, Natan itu pergi dengan perasaan yang sakit Yun, dia gak bisa lihat kamu pacaran sama Aldo. Dan ini yang sebenarnya Natan takutin, takut ditinggal cewe yang ia sayang seperti ibunya yang dulu ninggalin Natan.
Ujar kak Angga
"Aku gak pacaran sama kak Aldo ko.
Ujarku
"Apa?
Tanya kak Angga
"Iya, nanti aku jelasin kak, sekarang kak Natan ada di bandara, mau kemana?
Tanyaku
"Natan mau ke Amrik, Bokapnya disana.
Ujar kak Angga
Ujarku seraya berlari meninggalkan kak Angga
"Gw rasa Yunda suka sama Natan, Syukur deh, kayak lihat adegan drama aja, wkwkwk. Semoga mereka dipertemukan disana.
Ujar kak Angga
****
Kak aku sadar, perasaanku ke kak Natan, maaf kak membuat kak Natan sakit, maaf jika selama ini diamku membuat semuanya rumit.
Kak Natan aku mohon tunggu aku, jangan pergi, aku mohon.
Hanya itu yang bisa kuucapkan saat perjalan ke bandara, saat itu aku sangat khawatir dengan situasi ini, aku gak mau kehilangan seseorang yang sangat penting buatku, kak Natan aku sadar selama ini aku suka sama kak Natan.
Bandara X
Setelah membayar tagihan, aku turun dari taxi, sebenarnya aku bingung mau cari kak Natan dimana, aku sangat takut, takut kehilangan kak Natan, air mataku menetes dan mendarat dipipiku, kak Natan aku mohon jangan pergi.
"Kak Natan, kak Natan
Ujarku, hanya itu yang bisa kulakukan, tapi aku gak bisa nemuin kak Natan sampai detik ini.
Aku naik kelantai dua, tapi aku tak kunjung menemui kak Natan , jujur saat itu aku sangat frustasi, aku membenci diriku sendiri, ini adalah kesalahanku terbesar, kenapa aku menyianyiakan orang yang sangat mencintaiku.
__ADS_1
Setelah setengah jam, tapi aku belum menemukan kak Natan, aky berlari dan menuju ruang siaran.
"Permisi kak
Ujarku dengan nada suara yang berat.
"Ada apa dek?
Tanyanya
"Saya mau minta tolong, saya mencari seseorang namanya Natan, Natan Atana.
Ujarku
"Baik dek
Ujarnya
"Kak boleh aku aja yang ngomong?
Tanyaku
"Baik dek, silahkan.
Ujarnya seraya menyerahkan mike kearah ku
"Kak Natan, kak Natan dengar gak, aku Ayunda, kak Natan dimana? Kak Natan aku mohon jangan pergi, jangan ninggalin aku, kak Natan, kak Natan aku disini, kumohon jangan pergi.
Ujarku meneteskan air mata.
"Terima kasih kak, kalau begitu saya pamit
Ujarku
Petugas di ruangan itu hanya heran melihatku, dan hanya menganggukkan kepalanya.
Aku sadar, setiap orang memang mempunyai hak untuk mencintai seseorang dalam diam, tapi karena diamnya seseorang, ia akan kehilangan orang yang ia cintai, seperti sekarang ini, semua orang hanya bisa memendam perasaannya dan melihat orang yang ia cintai bersama orang lain.
Kak Natan, aku sudah menemukan jawaban yang selama ini menyelimuti perasaanku, rasa bingung, takut, gelisah, aku sadar, aku sangat takut kehilangan kak Natan, jika hari ini aku kehilangan kak Natan, aku tidak akan memaafkan kesalahanku ini.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1