Mencitai Sendirian

Mencitai Sendirian
Pertemuan kedua


__ADS_3

1 minggu sudah berlalu, seperti biasanya aktifitasku hanya sekolah dan belajar, tidak ada yang menarik sama sekali.


Oh iya, aku belum memperkenalkan temanku kan.


Linda Agustia, panggil saja Linda, ia adalah anak dari keluarga yang terpandang, ayahnya seorang pengusaha dan ibunya berprofesi sebagai dokter, keluarga Linda termasuk keluarga yang elit, tapi keluarga mereka tidak sombong, malahan sangat peduli dengan orang lain.


Nur Aisya, aku mulai mengenalnya saat duduk dibangku SMP, hubunganku dengan Nur sangat baik, begitupun dengan keluarga kami yang sudah mengenal satu sama lain, ayah Nur berprofesi sebagai Hakim, dan ibunya adalah cef terkenal dikota ini.


Hubungan kami ber 3 sangat baik, curhatan demi curhatan kami satukan, tak ada yang menyembunyikan sesuatu, karena menurut kami persahabatan akan abadi karena kejujuran dan kepercayaan.


Hanya mereka berdua teman curhatku, baik di sekolah, ataupun di luar sekolah.


Dan semoga persahabatan kami, akan abadi untuk selamanya.


***


"Linda, Nur mana? Kok jam segini belum nongol, undah telat ni.


Ujarku kepada Linda, karena memang aku tidak pernah melihat Nur sedari tadi.


"Katanya Nur gak ke sekolah hari ini.


"Kenapa? Tumben.


Ujarku penasaran.


"Gak tahu, tapi tadi aku ke rumahnya lalu dia bilang hari ini gak ke sekolah dulu.


Ujar Linda sambil mengangkat bahuhnya.


Rumah Linda dekat dari rumah Nur, jadi Linda dan Nur selalu berangkat bersama ke sekolah.


Setelah jam pelajaran berakhir, aku dan Linda memutuskan untuk ke kantin terlebih dulu, karena hari ini aku memang sangat lapar, mungkin karena efek gak sarapan tadi pagi.


"Yunda, kamu mau makan ap?


"Bakso aja Lin.

__ADS_1


"Ok.


Setelah memesan, aku hanya sibuk dengan buku ku, dan linda sibuk dengan gejetnya.


Bruk...


"Suara apaan tu?


Kata linda sambil memalingkan wajah kebelakang, soalnya suara itu berasal dari arah sana.


Aku hanya terpelongo melihat pemandangan didepanku itu, 2 cewek yang sedang berantem, entah masalah apa, suasana kantin sangat heboh, apa lagi yang berantem itu adalah artis sekolah, biasalah kalau cewek, sebenarnya aku gak suka banget lihat perkelahian, menurutku itu buang buang waktu, dan mempersulit keadaan.


"Yunda, kenapa tuh si ratu alay berantem sama ratu gosip?


Kata Linda yang penasaran itu.


"Gak tau, gak usah diladenin, makan aja makanmu!


Ketusku sambil mengunya makanku kembai.


"Yunda.. Yun.. Kak Aldo dateng Yun.


"Kak Aldo siapa?


Saat itu aku heran, sudah seminggu aku tidak pernah melihatnya, dia adalah lelaki yang aku temui saat dikelas dulu.


Ooh namanya Kak Aldo,


"Yun ganteng banget, trus kak aldo ngapain disana ya?


"Udahla Lin, gak usah diladenin!


"Tunggu aku pengen ke sana.


Ujar Linda sambil meninggalkan makannya.


"Dasar kepo.

__ADS_1


3 menit kemudian, Linda kembali ke meja makan.


Terlihat mukaknya ketus banget kayak tertas pembungkus kacang, gak ada semangat semangatnya.


"Kenapa Lin? Udah dapet informasinya?


Ketusku sambil tertawa.


"Apaan sih Yun.


"Terus kamu kenapa, kok muka ditekuk amat?


"Dua biang kerok itu, lagi rebutin kk aldo.


Aku hanya tersenyum saja, memdengar kalimat Linda.


"Terusss...?


Ketusku.


"Ais kamu Yun gak peka, aku itu ngefans sama kak Aldo, malas aja liat 2 mahluk itu rebutin kak Aldo.


"Uda'a aku mau ke perpus, malas ladenin kamu semakin lama semakin gila.


"Aaa kamu rese Yun.


Aku hanya tersenyum melihat sahabatku itu, dan hendak menuju perpus.


"Yun nanti aku nyusul ya, bakso aku belum abis.


Aku hanya mengangkat tanganku saja, walau aku memunggungi Linda.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2