Mencitai Sendirian

Mencitai Sendirian
Nasi goreng telur ceplok


__ADS_3

"Kenpa duduk disitu?


Ujarku sembari melihat kak Natan yang sedang duduk dimeja makan.


"Aku juga mau makan.


Ketusnya


"Kak Natan mau aku buatin makanan?


Ujarku


"Menurut kamuuu?


Ketusnya


"Kalau gitu kak Natan mau makan apa?


Tanyaku


"Terserah


Ketusnya


Apaansih, boleh gak jawabnya santai aja, judes banget sih.


Saat itu aku hanya memasak nasi goreng dan telur ceplok, karena malihat stok makanan pak Bambang tersisa sedikit, rencananya sentar sore aku mau bantuin pak Bambang untuk beli stok makanan.


Akhirnya masakanku selesai juga, apa kak Aldo akan suka gak ya? Soalnya ini pertama kalinya aku masak buat orang lain.


"Ni kak


Ujarku sembari meletakkan sepiring nasi goreng telur ceplok dihadapan kak Natan.

__ADS_1


"Enak gak ni?


Kata kak Natan sambil melihat masakanku dengan teliti, Dasar, udah dimasakin ko natapnya gitu amat.


"Tenang aja kak, aku gak kasi racun ko disitu.


Ketusku sambil duduk didepan kak Natan, sekarang kami sedang berhadapan, aku melihat kak Natan makan terlebih dulu, aku gak tahu ekspresinya itu kayak apa, dia suka sama masakanku atau nggak?


Aaa bodo amat yang penting aku udah usaha buatin dia makanan.


Kenapa dia pake bawang sih, akukan elergi sama bawang, gimanani? Kalau aku gak makan pasti dia ngerasa aneh, tapi kalau aku makaaaan... Aaa makan aja la.


Saat itu kak Natan memakan masakanku, kelihatannya lahap amat, dia laper atau doyan sih.


"Bagaimana kak?


Tanyaku


Ketusnya


"Gak, gak ada apa apa kak😒.


Ketus ku.


"Enak ko


Ujarnya


Wah kak Natan bilang enak, itu artinya dia suka sama masakan aku😁.


Gak tahu bahagia aja kalau kak Natan suka sama masakanku. Setelah selesai makan, aku mencuci piring yang tadi kami pakai, soalnya Pak Bambang orangnya sangat bersih, rumahnya memang agak kecil dan sederhana tapi sangat bersih dan rapih, kelihatan kalau pak Bambang orang yang mencintai kebersihan.


Aku hanya menghabiskan waktu dikamar, sedangkan kak Natan duduk dan menonton TV. Sebenarnya aku ingin sekali menonton Tv sekarang, soalnya hari ini ada acara andalanku. Tapi aku malu sama kak Natan, jadi gak berani gabung sama dia untuk nonton.

__ADS_1


Saat itu hujan deras, petir dan guntur bergemuru, saat itu ternyata jendelaku tidak tertutup mengakibatkan angin kencang masuk dan menjatuhkan 1 pas Foto. Kak Natan mendengarnya masuk ke kamarku dengan panik, ia melihat angin masuk dari luar jendela dengan sangat kencang, ia langsung terburu buru menutup jendela itu agar angin yang membawa kedinginan itu tidak masuk lagi ke dalam kamar, dan saat itu kak Natan melihatku sedang ketakutan sambil menutup mata dan telinga, mungkin dia sudah tahu kalau aku sangat takut dengan petir karena kejadian kemarin.


"Sudah kamu gak usah takut!


Ujar kak Natan sembari duduk dipinggir kasur.


Akupun langsung mengangkat wajahku dan pandanganku langsung betemu dengan kak Natan. Entah mengapa aku melihat mata kak Natan agak aneh saat melihatku, apa yang sedang ia fikirkan? Menatapku segitu amat si.


Saat itu kak Natan hendak keluar dari kamar tapi aku takut sendirian disini, maka dari itu aku menahan tangan kak Natan.


"Kak boleh tidak, kak Natan disini temani aku, sebentar doang ko kak.


Ujarku sembari memohon karena takut sendirian. Kak Natan tidak bilang apa apa, dia hanya langsung duduk dimeja belajar sambil membuka gejetnya. Itu artinya kak Natan mau nemenin aku.


Saat itu aku merasa seneng banget karena senior judes ini mau nemenin aku, walau hanya sebentar. Beberapa menit kemudian akupun tertidur, mungkin karena efek hujan yang menjadikan kantukku terasa berat.


Saat itu kak Natan menatapku penuh simpati, Kak Natan memerhatikan wajahku yang sedang tertidur ini.


Kurasa aku sudah tahu jawaban dari pertanyaanku Yun, aku benar benar menyukaimu sekarang, entah mengapa aku menyukai gadis seperti kamu, tapi rasanya aku tidak bisa melihatmu ketakutan sendirian.


Gumam kak Natan sambil menatap wajahku yang sedang tertidur sekarang.


Jatuh hati tidak pernah bisa memilih, hanya tuhan yang memilihkan, kita hanyalah korban, kecewa adalah konsekuensi, bahagia adalah bonusnya.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2