
" Tan, lo mau kemana?
Tanya kak Angga
"Gw mau duduk diluar, mau ikut?
Ujar kak Natan
"Gak gak gak.
Ujar kak Angga dengan menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Beberapa menit kemudian aku dan kak Aldo akhirnya sampai juga di rumah.
"Sini biar aku aja yang bawa.
Ujar kak Aldo seraya mengambil semua barang bari tanganku, dan akupun menyusulnya dari belakang, aku melihat kaka Natan sedang duduk dikursi teras, kelihatannya dia punya masalah, karena ekspresinya seperti sedang marah, kenapaya?
Saat itu Natan sangat geram melihat mereka berdua, entah apa yang dirasakan Natan saat itu, sebenarnya dia tidak ingin marah, tapi entah kenapa nafasnya terasa berat melihat mereka berdua.
"Eeh.. Kenapa kak?
Tanyaku heran melihat kak Natan tiba tiba menarikku kearah motor.
"Ikut aku untuk membeli stok makanan, soalnya udah habis.
Ujar kak Natan seraya membalikkan posisi motor.
"Naik!
Ketusnya
Aku naik keatas motor dan tidak melawannya, karena melihat moodnya sekarang sedang tidak stabil, sebenarnya aku heran melihat sikapnya ini, sebenarnya dia punya masalah apa? Kenapa lemparnya ke aku.
"Kita akan kemana?
Ujar kak Natan
"Ke pasar la, kan tadi katanya mau beli stok makanan
Ketusku.
"Tapi pasarnya dimana? Inikan pertama kalinya aku yang berbelanja, biasanyakan kamu sama angga yang pergi.
Ujarnya
"Kalau gitu kenapa sekarang kak Natan yang pergi, bukannya aku dan kak Angga yang selalu pergi ke pasar.
Ketusku dengan mengerutkan bibirku keatas
"Yaa, ya pengen aja
Ujarnya
"Alasannya gak diterima
Ketusku
"Biarin
Ketusnya "terus kemanani?
"Terus aja, lalu didepan kita belok kanan.
Ujarku dengan kesal.
Ni orang benar benar aneh, setiap kalau ngomong sama ni orang gak pernah adaaaaaa faedahnya.
Di pasar
"Kita kemana dulu ni?
__ADS_1
Tanya kak Natan
"Mmmmm kita beli sayuran dulu aja kak.
Ujarku sambil berjalan terlebih dulu.
"Apa lagi?
Ujar kak Natan
"Ikan, daging, sayur udah, beras di rumah masih banyak, telur juga masih ada, apa lagi ya?
Ujarku sambil memegang daguku
"Kamu gak bawa catatan apa?
Ketusnya
"Kak Natan sih, langsung narik narik aku aja tadi, malah marah marah lagi suru aku naik dimotor, gimana caranya coba aku bawa catatannya.
Ketusku
"Ya udah, kalau gitu aoa lagi?
Ujarnya
"Mmmm kita beli es krim dulu aja ya kak.
Ujarku memohon, Entah kenapa saat rasanya aku ingin sekali makan es krim.
"Aaiis dasar, apaan es krim, ngak
Ketusnya
"Kak sekali aja, yayayay, plicccccc
Ujar memohon, dan akhirnya kak Natanpun luluh.
"Ya udah, tapi dimana?
Ujarnya
Akupun merangkul tangan kak Natan dan menariknya menuju toko es krim dekat sini, karena jarang jarangkan makan es krim, soalnya tempat ini sangat jauh dari desa tempat kami bertugas.
"Kak mau itu.
Ujarku sambil menunjukkan jariku kearah es krim coklat.
"Kamu mau itu?
Tanya kak Natan
Aku hanya mengangguk cepat dan tak lupa untuk tersenyum lebar.
Setelah kak Natan membeli es krim, kamipun cari tempat untuk istirahat sambil memakan es krim yang tadi dibeli.
"Kamu suka es krim?
Tanya kak Natan
"Mmm suka, suka banget.
Ujarku sambil menganggukkan kepalaku.
Entah apa yang gw rasain sekarang Yun, gw seneng lo dengan yang sekarang, melihat lo makan es krim seperti anak kecil yang dapat mainan baru dari nyokapnya, apa lagi saat lo gandeng tangan gw. Yun, apa lo tahu kalau sekarang gw suka sama lo? Dan apa lo tahu, saat lo bareng Aldo tadi, hati gw sakit banget Yun. Tapi gw lebih memilih memendam rasa ini karena gw takut terluka, tapi ternyata memendam rasa ini justru membuat gw terluka.
Gumam kak Natan.
"Kak Natan gak suka es krim?
Tanyaku dengan heran.
__ADS_1
Lagi fikirin apa sih? Serius amat.
Gumamku.
"Suka
Ketusnya
"Tapi ko gak dimakan? Itu es krimnya meleleh
Ujarku
"Ni sekarang aku makan, bawel amat sih
Ketusnya
Saat itu aku tidak menggubris ocehannya, aku hanay mengerutkan bibirku dan melanjutkan aktifitasku.
"Udah makannya?
Tanya kak Natan
"Mmm iya kak
Ujarku seraya menganggukkan kepalaku.
"Kalau gitu yu pulang.
Ujarnya
"Kak Natan gak abisin es krimnya?
Tanyaku
"Ngak, aku udah gak mau
Ketusnya
"Oooo, ya udah.
Ujarku
"Yun, aku mau ngonong sesuatu.
Ujarnya
"Apa?
Tanyaku
"Mmm gak jadi deh, gak usah.
Ujarnya seraya menaiki motornya itu.
"Apaan sih kak. Gaje de
Ketusku
"Udah beraniya sama senior, ya udah jalan aja pulang sana.
Ancamannya
"Eeh kak jangan, aku minta maaf deh.
Uajarku dan menaiki motor dengan cepat karena takut ditinggalin sama kaka Natan.
Kaka Natan hanya tertawa kecil melihat kelakuanku itu, dasar senior judes, kejam amat sih.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung