Mencitai Sendirian

Mencitai Sendirian
Sepiring bersama


__ADS_3

Setelah makan, semuanya sedang kumpul diruang tv, tidak dengan kak Natan yang dari tadi hanya didalam kamarnya.


Kak Natan ko gak keluar sih? Apa dia masih demam? Atau aku buatain dia makanan aja ya, soalnya kak Natan belum makan malam. Iya deh lebib baik buatin dia aja biar bisa minum obat.


"Yun kamu mau kemana?


Ujar Kak Nisa


"Mmm aku mau ke dapur dulu kak


Ujarku meninggalkan mereka semua


Kak Natan sukanya makan apa ya? Mmm aku buatin dia spageti aja deh, biar lebih cepet jadinya.


Beberapa menit kemudian akhirnya masakanku jadi juga.


Tok.. Tok.. Tok..


Aku membuka pintu kamar kak Natan dengan perlahan, dan masuk membawa sepiring spageti ditanganku.


Aku melihat kak Natan sedanf membaca buku ditempat tidurnya, sebenarnya aku takut dia jadi risih karena kedatanganku, tapi niatkukan baik.


"Kak, makan dulu ya, aku udah buatin kak Natan spageti.


"Gak usah


Ketusnya


Cih, apaan sih, orang datang baik baik juga


"Kak Natan belum makan apa apa, terus belum minum obat.


Ujarku seraya meletakkan sepiring spageti dimeja dekat tempat tidur kak Natan.


"Kamu udah minum obat?


Ujarnya


"Belum


"Terus kenapa suruh aku minum obat sedangkan kamu juga belum.


Ujarnya seraya menatapku penuh tantangan


Saat itu aku kehabisan kata kata, ribet banget sih berhadapan dengan senior satu ini, aku harus bilang apa coba.

__ADS_1


"Mmm nanti kak, nanti aku minum obat.


Ujarku


"Kalau gitu aku juga nanti


Ketusnya sambil melanjutkan aktifitanya itu.


Aku geram melihat tingkah laku kekanak kanankannya itu.


"Kaaaak


Ujarku


"Apa?


Ketusnya


"Aa kak Natan aa gak asik, aku udah capek capek buatin tahu, ko gak mau makan sih?


Ujarku


"Kalau gitu kita makan sama sama lalu minum obat sama sama.


Ujarnya seraya mengambil piring yang penuh soageti itu.


"Aaaaaa


Ujar kak Natan seraya mengarahkan sendok yang berisi spageti itu kearah mulutku.


*Ak*u rasa kak Natan benar benar sakit.


"Eeh gak kak, gak usah, akukan udah makan tadi, ini aku buatin buat kak Natan ko.


Ujarku.


"Gak mau ya?


Uajr kak Natan


Aku hanya menganggukan kepalaku.


"Kalau gitu aku juga gak mau makan.


Ketusnya

__ADS_1


"Kaaak ko gitu sih? Kak Natan harus makan, lalu minum obat, gara gara aku kak Natan jadi demam.


Ujarku seraya menundukkan kepalaku karena bersalah, emang karena akukan kak Natan jadi sakit, karena nasi gorengku tadi pagi.


"Jangan bilang gitu, bukan karena kamu ko. Aku emang sakit, maka dari itu aku gak ikut keluar tadi dan hanya istirahat dirumah.


Ujar kak Natan


"Kalau gitu kak Natan makan!


Ketusku


"Kita makan barengya, lalu minum obat bareng.


Ujarnya sambil mengarahkan sendok itu kearah mulutku lagi.


Aku hanya geram melihat tingkahnya itu, tapu aku gak ada pilihan, jadi aku setuju untuk bakan bareng kak Natan.


Setelah mekan, kami pun minum obat bersama, entah kenapa akhir akhir ini sikap kak Natan jadi aneh.


"Kak maafya soal tadi.


Ujarku


"Gak usah dibahas


Ketusnya


Tukan, ekspresi dan nada suaranya kembali dingin lagi, ni senior manusia apa bukan sih.


Aku hanya menganggukkan kepalaku seraya setuju untuk tidak membahas tentang kejadian itu lagi.


"Kalau gitu aku keluar dulu kak, kak Natan istirahat aja.


Ujarku dan keluar dari kamar kak Natan.


***


Yunda, gw ingin lo tahu perasaan gw, walau itu hanya dalam mimpi.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2