
Kisahku berawal dari aku duduk dibangku SMA. Saat pelajaran Matematika sedang berlangsung, saat guru didepan sedang menjelaskan materi baru, karena sekarang sudah masuk semester ke 2. Apa aku masih kelas 10? Iya saat itu aku masih duduk dibangku kelas 10.
Aku duduk dibarisan ketiga, kursi paling pojok dekat jendela, itu adalah tempat favoritku, karena tidak jauh dari papan tulis dan dekat dengan jendela kaca besar kelasku, menurutku aku sangat nyaman jika duduk diposisi itu, karena saat mata tertuju keluar, kita dapat langsung melihat keindahan dari dalam kelas.
Guru Matematikaku bernama ibu Dewi, ia terkenal sangat disiplin dan tegas, sampai sampai hampir semua murid di sekolahku memberinya gelar Guru Kematian.
Memangsih Bu Dewi terlihat sangat kejam tapi itu demi kebaikan para murid ko', kalau murid itu mematuhi aturan Bi Dewi gak akan marah, tapi jika membuat kesalahaaan.. Semua murid akan angkat tangan.
Kringg...
Bel istirahatpun berbunyi, terlihat dari ekspresi teman kelasku yang legah dan semangat mendengar Bel istirahat berbunyi, karena menurut teman kelasku, jika pelajaran Bu dew, mereka merasa seperti telah dikelilingi singa kelaparan, sekali bergerak atau menciptakan suara singa itu akan menerkamnya. Heheheh ada ada saja.
Bu Dewi pun keluar dari kelas, begitupun dengan teman kelasku, seperti anak sekolah pada umumnya, jika bel istirahat mereka semua akan ke kantin untuk mengusi perutnya. Begitupun denganku dan 2 sahabatku, Linda dan Nur.
Tapi kali ini aku sangat malas untuk keluar kelas, saat Linda dan Nur mengajakku untuk ke kantin, spontan aku langsung menolaknya.
"Yunda, yuk ke kantin!
Ajak Linda dan Nur.
"Gak deh Lin, kamu aja barenga dengan Nur.
Ujarku sambil membuka buku pelajaran selanjutnya.
"Kamu gak laper?
__ADS_1
Tanya Nur,
"Gak kok, kamu duluan aja, aku lagi mager keluar kelas.
"Kalau gitu kita keluar duluannya Nda.
Aku hanya tersenyum dan melihat sahabatku itu hilang dari balik pintu kelas.
Ini sudah kebiasaanku, jika tidak dikelas, palingan diperpus. Hanya aku yang tersisah didalam kelas. Kegiatanku hanya membaca buku pelajaran selanjutnya, ini memang sudah menjadi kebiasaanku, aku membaca materi selanjutnya sebelum guru masuk ke kelas. 5 menit kelas itu terasa sangat sunyi, tidak ada suara sedikitpun, hanya suara lembaran kertas yang kubaca saat itu. Tiba tiba..
Tok.. Tok.. Tok..
Ada suara dari balik jendela.
Spontan aku berpaling kekiri mengikuti suara itu, aku dikageti dengan sosok lelaki yang tersenyum dibalik jendela kaca itu, senyumnya sangat manis, ia sangat tampan, entah senyuman itu untukku atau bukan, tapi hanya aku yang ada dikelas, dan dia mengetok jendela yang ada disamping kiriku itu.
Aku hanya terkejut saja melihat pemandangan barusan, ini pertama kaliku mengalami hal seperti ini.
Siapaya?
Setelah ia pergi, aku hanya memikirkan kejadian barusan. Sampai Linda dan Nur membuyarkan lamunanku.
"Woy.... Yunda.
Sapa Linda dan Nur sambil memukul pundakku, aku sangat terkejut dengan tindakan mereka berdua.
__ADS_1
"Apaan sih, kamu bikin aku kaget aja tahu.
Linda dan Nur hanya tertawa melihatku yang sedang guram karena kagetannya tadi.
"Kamu kenapa? Kok ngelamunmya dalam amat sih?
Kata linda
"Iya Nda? Kamu lagi mikir apa? Tumben melamun, biasanyakan kamu cuma baca buku doang.
Mereka berduapun kembali tertawa, aku hanya geram melihat lelucon mereka.
"Udah'a, duduk sana, guru bentar lagi udah mau masuk.
Ketusku
"Ya ngambek.. Ngambek.
Goda Nur dan linda sambil tertawa.
Aku hanya bisa tersenyum melihat kekocakan sahabatku itu.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung