Mencitai Sendirian

Mencitai Sendirian
Perasaan aneh


__ADS_3

Setelah makan malam, mereka kumpul diruang keluarga, sedangakan aku hanya istirahat didalam kamar, aku rasa ini adalah hari yang melelahkan. Tapi ini juga suatu pengalaman.


***


"Pak, kalau boleh tahu mana keluarga Bapak? , sejak kami datang, kami gak lihat keluarga Pak Bambang.


Tanya Kak Angga sembari meletakkan tehnya diatas meja.


"Ooh, istri saya sedang dirumah mertua saya, karena mertua saya sedang sakit, kalau anak saya, dia sedang menuntut ilmu diluar kota.


Ujar Pak Bambang.


"Kalau boleh tahu, anak bapak umur berapa dan sekolah dimana?


Tanya kak Nisa.


"Usia anak saya sudah 21 tahun, dia kuliah di universitas X dikota D.


Ujar Pak Bambang.


"Wah hebat.


Kata Lisa.


"Kalau boleh tahu, anak bapak ambil jurusan apa?


Tanya Kak Angga


"Anak saya ambil jurisan Hukum.


Kata Pak Bambang.


"Namanya siapa pak?


Tanya Kak Nisa


"Nama anak saya, Ardiansya.


Ujar Pak Bambang


"Ohh cowo....

__ADS_1


Kata lisa


"Kenapa kalau cowok?


Tanya kak Nisa


"Ehh ngak apa apa ko kak. Heheeheh


Merekapun tertawa dengan sikap Lisa yang cuper duper centil itu. Sedangkan Kak Natan hanya sibuk dengan gejetnya dan tidak menggubris omongan mereka.


****


"Yunda... Bangun kami mau ke puskesmas dulu.


Ujar kak Nisa


"Eh iya kak, maaf ya aku gak bisa ikut.


Ujarku


"Iya gak papa kok, kan kamu lagi sakit. Tapi kamu sendri di rumah, karena Pak Bambang mau ke desa sebelah, katanya ada rapat.


Aku hanya mengangguk dan tersenyum kearah kak Nisa yang super duper baik itu.


"Lis... Udah dandannya?


Ketus kak Nisa.


Aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang begitu manis, baru 2 hari kita bersama, tapi rasanya sangat akrab.


"Ehh iya kak, udah kok, Yunda kita pergi duluya, kalau ada apa apa jangan lupa kabarin kita!


Ujar Lisa sambil mengusul kak Nisa keluar


"Oh iya aku belum kabarin Ibu sama Cristya, mati aku, kok sampe lupa ginisih?


Akupun mengambil telepon genngamku diatas meja, dan hendak menelpon ibu dan Cristya. Pasti mereka marah banget ni sama aku.


Setelah mengabari mereka, akupun hendak keluar kamar, rasanya bosen seharian dikamar terus.


Aku terkejut melihat Kak Natan yang sedang duduk disofa sekarang, bukannya dia ke puskesmas bareng yang lain?

__ADS_1


"Kenapa ekspresi lo kaya lihat hantu gitu?


Ketus kak Natan


"Bukannya Kak Natas keluar sama yang lain?


Ujarku


"Ngak


Ketusnya


"Kenapa?


"Ngak tahu


Ketusnya


"Kok gak tahu si?


Rasanya aku mulai panas deh berhadapan dengan tu bunglon.


"Ya emang gak tahu


Ketusnya sembari membaca buku ditangannya.


"Aaiss malas a bicara sama Kak Natan. Mending aku cari makan aja. Belum makan dari tadi pagi.


Akupun langsung ke dapur dan meninggalkan kak Natan sendirian disana.


Gw gak tahu, kenapa gw mau nemenin lo disini. Gw gak tahu kenapa gw bohong sama mereka kalau gw ngak enak badan karena sudah kehujanan kemarin, itu semua demi bisa jagain lo disini, gw gak tahu aku gw takut ninggalin lo sendiri, gw gak tahu kenapa gw khawatir saat lihat lo ketakutan kemarin, gw gak tahu kalau gw risih lihat kedekatan lo sama Aldo, gw gak tahu semua itu Yunda, yang Gw tahu, gw hanya ingin lihat lo dalam keadaan baik dan aman terus. Entah apa itu Yun , Apa gw udah mulai suka sama lo? Gw ngerasa seperti orang bodoh saat lihat lo deket sama orang lain. Perasaan apa ini Yun? rasanya aneh ... Apa lo bisa bantuin gw cari tahu jawabannya?


Gumam kak Natan.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2