
"Kamu dari mana aja?
Ujar Lisa
"Hehe maaf Lis, tadi aku lagi..
"Udah yu masuk, udah malem.
Ujar kak Natan memotong kalimatku.
Setelah makan malam, seperti biasanya pak Bambang berada didepan Tv bersama istrinya dan kami berenam sibuk dengan pekerjaan masing masing.
Beberapa menit kemudian Bu sri datang dan memberi kami sepiring buah segar untuk camilan malam ini.
"Terima kasih Bu.
Ujar kak Aldo
"Iya nak, dimakayanya! Supaya lebih semangat kerjanya.
Ujar Bu Sri
Kami semua mengangguk seraya melihat Bu sri kembali ke ruang Tv.
"Aaaaa
Ujar kak Nisa seraya mengarahkan garpu kearah mulut kak Aldo.
Dalam sebulan ini, rasanya aku sangat geram nelihat kak Nisa carper banget sama kak Aldo. Tenang Yun, tinggal seminggu lagi seminggu lagi.
"Tan, gak makan buah?
Tanya kak Angga
"Gak entar aja
Ujar kak Natan
Aku melihat kak Natan sedang bekerja dengan serius disana, entah kenapa aku ingin menghampirinya. Dan akhirnya akupun sudah duduk didekatnya dengan membawa laptop ditanganku.
"Kenapa?
Tanya kak Natan heran melihatku sedang ada disampingnya.
"Enggak, pengen duduk disini aja, biar lebih dekat dengan buah.
Ujarku
Jago juga kamu Yun cari alasannya.
__ADS_1
"Kak Natan mau buah?
Tanyaku
Kak Natan hanya menggelengkan kepalanya seraya menolak tawaranku.
"Ayolah kak, aaaa buka mulutnya.
Ujarku mengarahkan potongan buah kemulut kak Natan.
"Engak Yun, kamu aja yang makan!
Ketus kak Natan
Aku hanya mengehela nafasku karena kecewa melihat kak Natan menolak tawaranku, tapi tiba tiba kak Natan langsung memakan buah yang sedari tadi ia tolak.
Akupun tersenyum melihat kak Natan mengunyah buah dari garpuku. Entah kenapa rasanya seneng aja. Saat itu kak Natan ganya mengarahkan pandangannya kelayar laptop, tidak melihatku sama sekali, dan akupun menyuapinya lagi, dan ternyata kak Natan memakan buah yang kutawarkan, bibirkupun menciptakan garis lengkung yang sangat lebar. Seketika kak Natan tertawa melihat ekspresiku.
"Bahagia amat, baru pertama kaliya suapin orang ganteng.
Ujarnya
Seketika senyunku langsung pudar karena kepedeannya. Dasar senior judes, PD amat.
Aku tidak sadar ternyata saat itu kak Aldo sedang perhatiin aku, sepertinya ada yang ia pikirkan.
Sosweet banget tu 2 bocah, mmm ada yang gak beres ni.
"Aaaaa
Ujar kak Angga seraya ingin juga disuapi olehku, akupun sontak malu dengan tingkah kak Angga.
"Apaan sih kak?
Ujarku
"Apaan gimana? Aku juga mau disuapin kayak Natan.
Ujar kak Angga
Akupun tidak menggubris kalimat kak Angga, hanya melanjutkan pekerjaanku saja
"Dasar ni bocah, tadinya Natan disuapain, tapi kalau gw.
Ujar kak Angga, aku dan kak Natan hanya tersenyum melihat tingkahnya.
Seminggu telah berlalu, ini adalah hari yang paling aku berci, yaitu PER-PI-SA-HAN.
"Lis, barangnya udah masuk dimobil semua?
__ADS_1
Tanya kak Nisa
"Iya kak, udah masuk ko
Ujar Lisa
"Pak, Bu, terima kasih sudah menerima kami dengan baik disini, sebenarnya sangat berat jika kami akan meninggalkan desa ini.
Ujar kak Angga
"Iya nak sama sama, ibu sama bapak seneng banget jika kalian masih disini, kalian sudah seperti anak ibu sendiri.
Ujar Bu Sri
"Hati hati ya nak! Jangan lupa kalau ada waktu mampirlah kemari!
Ujar Pak Bambang
Kami semua hanya menganggukkan kepala, Lisa sudah menangis karena tak tega meninggalkan desa ini, begitupun denganku mataku sudah berkaca kaca melihat suasana mengharukan ini.
"Kalau begitu kami pamit dulu pak, bu.
Ujar kak Angga.
Kamipun menyalami tangan Pak Bambang dan Bu sri satu persatu.
"Ingat hati hati ya, pintu rumah bapak selalu terbuka untuk kalian.
Ujar Pak Bambang
"Terima kasih sudah membantu warga desa ini ya nak.
Ujar Bu Sri
"Iya bu, sama sama, kalau begitu kami pergi dulu.
Ujar kak Angga
"Assalamualaikum
"Waalaikumsalam
Ujar Pak Bambang dan Bu sri, sebenarnya sepasang suami istri itu juga tidak rela melihat kami pergi, pengalaman kami disini sangat banyak, kami merasakan hangatnya keluarga, persahabatan, dan masig banyak lagi. Ini adalah moment yang paling berharga buatku.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung