
Mendengar sang Suami mengatakan jika menyayanginya itu sudah modal yang sangat besar bagi Ayu untuk menggapai cinta Dimitri. Ayu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Terima kasih Mas sudah menyayangi aku," kata Ayu dengan senyuman manisnya.
"Mas, aku mau ikut program hamil. Oh iya kita jadi berangkat ke Jerman dua hari lagi?" tanya Ayu pada Dimitri.
"Tidak Sayang dipercepat jadi sehari, lusa kita akan langsung berangkat. Oh iya, nanti kamu ngak usah bawa barang terlalu banyak. Bawa seperlunya saja, jika ada yang kurang kita akan beli setiba di Korea Selatan." kata Dimitri mengelus surai hitam sang Istri.
"Mas, ada ngak papa kalau harus membeli semuanya disana? Aku takut keuangan kamu..." perkataan Ayu dipotong lagi dengan kecupan singkat dibibirnya.
"Ngak akan ada maaalah, kamu itu Istriku jadi sudah tanggung jawabku untuk memenuhi semua kebutuhan kamu. Sudah jangan berpikir yang macam-macam. Memang buat siapa aku kerja ngak kenal waktu kalau bukan buat Kamu dan juga Mama, terlebih nanti setelah program hamil kita akan semakin ramai. Aduh... Ngak sabar lihat perut kamu melendung dan kita punya bayi." kata Dimitri.
"Bismillah ya Mas, semoga kita bisa segera Allah kasih Anak," kata Ayu yang diangguki oleh Dimitri.
''Kamu tidur lebih awal ya Sayang. Mas ngak mau kamu ikut-ikutan begadang, nanti Mas nyusul kalau udah selesai." kata Dimitri dan Ayu hanya menganggukkan kepalanya setuju.
Setelahnya Ayu berjalan ke kamarnya dengan Dimitri, sedangkan Dimitri masih terpengkur dengan urusan pekerjaannya.
Ya Dimitri tengah mengurus perusahaan cabam Dim'O Corp yang ada di Indonesia. Terlebih Dim'O baru saja mengakuisisi Osborn Corp sehingga Dimitri harus melakukan banyak hal agar keduanya beroperasi semestinya dan menghasilkan penghasilan yang banyak. Tidak dipungkiri Dimitri mendirikan perusahaannya sendiri sejak zaman kuliah karena telah menyadari sang Ayah selalu bermain serong dengan banyak wanita.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1 oagim Dimitri melepas kaca mata bacanya dan mengurut pangkal hidungnya. Sungguh Dimitri sedikit lelah dengan keadaan, tapi dia akan sangat lelah jika dia bukan Dimitri yang sekarang.
Masih basah diingatannya, bagaimana pertengkaran sang Mama dan Papa begitu dia pulang dari luar negeri ketika libur semester. Ya tidak ada yang tahu mengenai kepulangan pertama dan terakhir Dimitri sebelum kepulangannya waktu menikahi Ayu.
Saat itu sang Mama dan Papa bertengkar hebat, namun lagi-lagi Mamanya harus mengalah dan terpaksa merelakan semua perilaku Papa yang begitu biadabnya. Bahkan hebatnya Mama memohon agar Papa tidak menyampaikan niatnya ingin bercerai dari Mama kepada Dimitri, karena takut Dimitri akan kehilangan fokusnya ketika belajar di negara orang.
Tidak sampai disana saja, sang Mama malah menandatangani perjanjian konyol dwnhan Ayahnya jika Dovid bisa mengambil uang berapapun dan kapanpun. Dovid menjadikan Mamanya sapi perah.
Berawal dari rasa kecewa yang menggunung pada sang Papa dan Mamanya. Dovid memutuskan untuk tidak pulang sebwlum dia benar-benar menjadi Dimitri yang berhasil. Karena itu juga Dimitri merintis Dim'O Corp 11 tahun yang lalu.
__ADS_1
Karena kesibukan Dimitri merintis Dim'O Mamanya yang selalu mengunjunginya di Negara orang sedangkan Papa sekalinya datang langsung menyuruhnya untuk mengambil perusahaan dari tangan sang Mama begitu dia lulus kuliah. Namun Dimitri berkilah dengan mengatakn jika dia bekerja dengan perusahaan asing dan tidak bisa pulang dalam waktu dekat.
Dovid selalu mengatakan jika dia tidak berguna karena tidak berhasil mewujudkan impiannya melalui Dimitri. Dovid berpikir jika Dimitri adalah sarang duitnya, namun jika begini siapa yang akan menjadi inangnya? Karenanitu Dovid selalu marah-marah jika Dimitri lagi-lagi harus menolak untuk diajak pulang.
Dimitri menghela nafas sejenak, bayangan masa lalunya selalu datang kala dia sendiri sungguh sangat mengganggu. Namun Dimitri juga tidak ingin berlarut dalam kesedihannya, tidak peduli berapa tahun perjuangannya yang penting adalah Dimitri ingin melepaskan belenggu yang ditanggung oleh Mamanya selama menikah dengan Dovid.
Setibanya di kamar, Dimitri langsung menidurkan tubuhnya disamping Ayu. Dimitri menarik tubuh Ayu kedalam pelukannya, karena memang Dimitri selalu tidur dalam keadaan memeluk guling atau bantal biasa. Jadi jika ada guling hidup yang manis dan menggemaskan lantas mengapa harus memilih guling kaku dan berisi kapas bukan?
Tiga jam kemudian
Atu terbangun saat jam menunjukkan pukul 4 pagi. Ayu merasa ada sesuatu benda berat yang menghimpitnya, saat dia menyadari jika itu adalah lengan kekar sang suami seketika wajah Ayu bersemu merah.
"Ya Allah, ini bahkan baru dua hari Mas Dimitri di rumah. Tapi dia begitu manis, aku takut ya Allah. Aku takut jika ini hanya sementara. Ya Allah tumbuhkanlah rasa cinta di hati Mas Dimitri untukku, serta berkahi dan ridho'i pernikahan kami Ya Allah,'' kata Ayu dan mengecup singkat pipi Dimitri.
Setelahnya perlahan tapi pasti Ayu mengangkat tangan Dovid secara perlahan agar bisa segera berwudhu.
Setelahnya Ayu langsung berwudhu untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang Muslimah.
Pagi hari pukul 5.30, Ayu tengah berkutat dengan dapurnya. Entah mengapa karena sang Suami di rumah dan dia tahu Dimitri sangat menyukai makanan yang lembut dan manis. Ayu mengetahui itu dari Bibi Hanum, sehingga pagi ini Ayu akan membuatkan red velved untuk sang Suami.
Dengam lihai tangan cekatan Ayu mengerjakannya di dapur. Saat Ayu tengah memasak Bini Hanum datang.
"Masak sapa Nak?" tanya Bibi Hanum saat Ayu tengah mengocok telur menggunakan mixer.
"Aku mau buatkan red velved cake untuk Mas Dimitri," kata Ayu yang membuat Bibi Hanum tersenyum.
"Den Dimitri pasti akan sangat senang mendapat cake untuk sarapan," kata Bibi Hanum dan Ayu hanya tersenyum.
Sedangkan di ruangan yang berbeda, tepatnya di kamar Ayu dan Dimitri. Laki-laki yang baru saja melepas masa lajangnya dua bulan yang lalu itu membuka matanya.
__ADS_1
Setelahnya mengedarkan pandangannya ke sekitarnya. Dimana sang Istri? Lalu dia melirik jam dinding, berdasarkan kegiatan Ayu satu hari yang lalu maka wanita cantik yang sekarang adalah Istrinya itu pastinya sedang memasak.
Tidak ingin memnuang waktu lama lagi karena waktu subuh singkat. Dimitri segera ke kamar mandi untuk berwudhu.
Tidak berselang lama setelah Dimitri selesai sholat, Ayu memasuki kamar mereka.
"Mas..." panggil Ayu begitu memasuki kamarnya.
Saat akan memanggil kedua kalinya, mata Ayu menangkap sang Suami yang tengah tersenyum padanya dengan keadan memakai handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.
"Mas, kamu berangkat pagi?" tanya Ayu.
"Iya Sayang, aku berangkat pagi. Nanti Daniel juga akan menjemput kemari." kata Dimitri berjalan kearah lemari pakaiannya.
"Boleh aku memilihkan bajununtuk Mas?" tanya Ayu karena kemaren dia tidak bertanya tapi Dimutri masih menggunakan baju yang Ayu sediakan.
Tapi takut sang Suami risih jadi lebih baik menanyakan langsung pada yang bersangkutan.
"Sayang, tentu saja kamu boleh. Kamukan Istriku, kamu berhak atas semua barang-barang yang aku miliki." kata Dimitri dan setelahnya Dimitri menurut saja untuk semua yang diberikan oleh Ayu.
Saat sedang memasang dasi ke leher Dimitri seketika Ayu kehilangan fokus karena sedang ditatap lekat oleh Dimitri.
"Mas.... Jangan natap aku begitu..." cicit Ayu.
"Kenapa?" tanya Dimitri lagi.
"Jantung aku berdebar-debar, otakku rasanya beku dan terpaku hanya pada wajahmu saja Mas." kata Ayu tersipu setelah mengatakan perasaannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1