Mencuri Pengantin Ayahku

Mencuri Pengantin Ayahku
Rencana Kencan


__ADS_3

Tepat jam 4 pagi waktu setempat, Ayu membuka matanya. Mengerjab-ngerjabkan matanya berharap segera mendapat kesadaran, saat dia bangun tiba-tiba dia merasakan tubuhnya dihimpit sesuatu yang berat dan ternyata adalah sang Suami. Sontak saja mata Ayu berair, dia tidak kuasa menahan tangis, kenapa baru hari ini bisa bertemu dengan sang Suami. Tapi Ayu tidak ingin menghabiskan waktu dengan bertanya dia segera memeluk Dimitri erat dan menangis dipelukan sang Suami.


"Hhmmm, Sa..Sayang kamu kenapa?'' tanya Dimitri begitu menyadari kaus putih yang dia kenakan basah oleh air mata sang Istri.


"Hei... Kenapa?'' tanya Dimitri kembali dan membawa Ayu duduk dihadapannya sehingga keduanya saling berhadapan.


"Sssttttt, sudah ya... Jangan nangis nanti kepalanya pusing. Ayo kita sholat aja dulu, nanti kamu ceritakan sama Mas apa yang sebenarnya terjadi.'' kata Dimitri.


Setelahnya keduanya melaksanakan sholat malam dengan khusuk. Malam ini adalah sholat malam yang sangat spesial bagi Ayu, bagaimana tidak sang Suami yang membuatnya galau berkepanjangan akhirnya pulang ke rumah mereka. Setelah sholat malam Dimitri mengajak mengaji bersama dan Ayu mengiyakan, bagaimana mungkin dia melewatkan saat bersama sang Suami  untuk menabung pahala bersama.


Tidak terasa waktu terus berjalan dan har beranjak terang. Ayu dan Dimitri saat ini berada dikamarnya. Ayu baru saja selesai mandi sedangkan Dimitri saat ini tengah membaca email yang masuk ke tabletnya mengenai pekerjaannya.


"Mas, kamu akan berangkat kerja hari ini?" tanya Ayu pada Dimitri


"Iya Sayang tapi bukan pagi ini. Mas akan berangkat nanti jam 2 siang," kata Dimitri pada Ayu.


"Mas baik-baik sajakan? Tidak sedang demam?" tanya Ayu meraba kening mulus Dimitri yang membuat pria tampan itu mengernyitkan keningnya hingga sebelah alisnya terangkat dan keningnya berkerut.

__ADS_1


"Tidak demam... Tumben Mas, belum berangkat kerja?" tanya Ayu.


"Jadi kamu mau Mas berangkat pagi-pagi terus?" tanya Dimitri pada Ayu dengan wajah pura-pura marah.


"Emmmm Mas, bukan begitu maksud aku. Aku senang Mas di rumah, hanya saja biasanyakan Mas selalu tidak di rumah. Aku itu sebenarnya heran bagaimana mungkin Mas mengatakan ingin melakukan program punya anak dan aku dengan polosnya percaya begitu saja. sedangkan aku sendiri tahu kalau Mas Dimitri sangat sibuk setiap harinya..." perkataan Ayu terpotong kerena Dimitri menghentikannya dengan jari telunjuknya.


"Ssssstttt, Sayang... Mas tahu mungkin ini keterlaluan, tapi Mas sama sekali tidak bercanda perkara ingin program punya Baby. Tapi untuk beberapa waktu dekat Mas masih kalang kabut dalam mengatur waktu jadi Mas harap kamu bersabar lagi. Maaf lagi-lagi kamu harus bersabar..." perketaan Dimitri terpotong karena Ayu mengecup bibir tipis Dimitri.


"Sudahlah Mas, kita nikmati saja waktu yang ada. Aku tidak ingin waktu Mas yang hanya sedikit berjumpa denganku harus habis karena perdebatan kita perjkara Anak. Kapan Allah kasih saja Mas, sekarang apakah Mas sedang sibuk?" tanya Ayu pada Dimitri.


"Tidak Sayang, tapi  Mas harus memahami berkas yang dikirim oleh Daniel dahulu." kata Dimitri.Ayu menganggukkan kepalanya mengerti dan dia berlalu keluar kamar. Rupanya di luar Bibi sudah selesai memanggang roti dan membuat susu hangat untuknya.


"Sudah Nak, Bibi sudah sarapan. Ini Bibi mau ke pasar ma beli bahan makanan yang sudah habis. Loh kok buat sarapan lagi? Untuk Nak Ayu sudah Bibi siapkan diatas meja." kata Bibi Hanum.


"Tidak Bi, ini bukan untuk Ayu tapi untuk Mas Dimitri yang belum berangkat ke kantor. Jadi Ayu mau buatkan roti panggang buat Mas Dimitri," kata Ayu seraya tersenyum, raut wajah bahagia walau hanya melihat Dimitri pulang saja bisa Bibi Hanum tangkp dari wajah ceria Ayu.


"Bibi bahagia akhirnya TTuan Muda Dimitri akhirnya pulang juga. Sebenarnya Tuan Muda selalu pulang hanya saja Nak Ayu sudah terlelap." kata Bibi yang memang tahu persis kalau memang Dimitri selalu pulang walaupun sudah sangat larut malam. Entah apa yang dilakukan oleh pria tampan keturunan Osborn itu hanya dia yang tahu.

__ADS_1


"Ya sudah Nak, Bibi mau ke pasar dulu." kata Bibi dan berpamitan dengan Ayu. Setelahnya Ayu pergi ke kamarnya, saat tiba di kamarnya Ayu merasa jantungnya berdetak begitu ceat dan air matanya tidak kuasa ditahan olehnya. Lagi? Kenapa? Bukankah tadi Mas Dimitri mengatakan jika dia akan berangkat jam dua siang?


" Mas mau pergi lagi?" tanya Ayu dengan suara bergetar. Rasanya dia tidak akan sanggup jika terus-terusan begini. Jadi tidak berdosakan jika dia protes?


"Bukannya tadi Mas bilang mau berangkat  bekerja jam 2 siang? Lalu mengapa sudah pakai pakaian rapi?" tanya Ayu yang sudah berlinang air mata, antara sedih, tidak terima dan ingin marah.


Dimitri tersenyum dan mengambil nampan yang dibawa oleh sang Istri, diambilnya nampan yang tengah Ayu pegang dan diletakkannya dimeja yang ada dikamarnya dan Ayu. Setelahnya Dimitri menarik Ayu kedalam pelukannya, sehingga Ayu benar-benar melampiaskan kemarahan dan kekecewaannya dalam pelukan sang Suami.


"Mas bilang tidak akan pergi pagi ini, tapi mengapa pergi lagi? sebenarnya pernikahan kita ini apa Mas? Mengapa terlalu panjang jarak antara aku dan kamu? Bagaimana mungkin bisa sepert ini," tanya Ayu yang semakin lepas kendali. Ya mau bagaimana mau berteriak minta cerai tapi sayangnya udah cinta.  Bagaimana Ayu mengatasi situasi ini? Dia tidak ingin terus ditinggalkan layaknya Istri pajangan namun juga tidak ingin menghabiskan waktu yang hanya seupil ini untuk bertengkar.


"Sayang, Mas ngak mau berangkat bekerja. Tapi Mas mau keluar sama kamu... jadi sekarang kamu ganti baju,ada yang mau Mas tunjukkan padamu." kata Dimitri yang membuat Ayu masih sesenggukan dalam tangisnya menatap sang Suami lekat.


"Mas serius?" tanya Ayu.


"Iya ngapain juga bercanda perkara seperti ini. Mas memang mau keluar sama kamu... Anggaplah ini kencan pertama kita. Mau ngak kencan sama Mas?" tanya Dimitri pada Ayu yang membuat wajah yang memarah karena menangis itu sekarang merona karena malu.


"Sudah sana siap-siap dulu. Makasih ya Sayang karena sudah capek-capek buatkan sarapan," kata Dimitri yang mengecup pipi sang Istri.

__ADS_1


Setelahnya Ayu segera mencari dress selutut yang terlihat cantik ditubuh rampingnya, setelahnya Ayu menghias rambutnya dengan catokan bergelombang. Baju dress yang ayu pakai tidak terlalu pendek tapi selututnya namun bagi Dimitri itu terlalu sexy untuk ekluar dari rumah, Entah mengapa dia tidak rela jika kaki jenjang sang Istri terlihat oleh laki-llaki diluar sana. Namun bagaimana menyampaikanya? Dia yang jarang pulang dan selalu sibuk dengan pekerjaan bagaimana mungkin sekalina langsung protes bahkan saat kencan pertama mereka. Tidak dia akan menyatakannya sekarang, dia akan memilih moment yang tepat untuk mengatakan keberatannya. Saat ini Dimitri ingin menikmati waktu bersama sang Istri tercinta.


__ADS_2