Mencuri Pengantin Ayahku

Mencuri Pengantin Ayahku
Aku Sayang Kamu


__ADS_3

Saat ini Dovid sedang sibuk dengan aktivitas judinya, ya tahu keuangnya menipis pria licik itu telah mencuri seorang gadis lugu dan dijual di rumah Bordil. Sehingga dia punya cukup uang untuk bermain judi dan juga bermain dengan para wanita-wanita malam langganannya.


Tanpa dia sadari kelicikannya dengan menculik gadis lugu itu tertangkap oleh orang suruhan Dimitri. Meski dia mendapat uang dari menjual gadis lugu itu tapi Mucikari yang membeli gadis malang itu telah ditangkap lengkap dengan korban yang telah dijual oleh Dovid.


Saat ini wanita yang dijual oleh Papa dari Dimitri sudah dikembalikan pada keluarganya tapi masih dalam pemantauan orang-orang Dimitri.


"Hei Dovid berhentilah bermain lagi! Apa kau tidak takut jadi gembel setelag kehilangan semua harta dan juga perusahaanmu? Bahkan sumber uangmu saja tidak diketahui masih hidup atau sudah mati,'' cemooh salah satu teman Dovid padanya.


"Hentikan mulut busukmu itu! Aku masih mamou main tiap hari walau tanpa wanita tidak berguna itu. Seharusnya Rosaline yang takut kehilangan aku karena dia menjadi kaya setelah mendapat warisan perusahaan Ayahku yang bodoh. Andai saja dia tidak memberikan perusahaan itu pada Rosaline pasti perusahaan itu tidak akan bangkrut sekarang, pasti akan..."


"Pasti akan bangkrut lebih awal bukan? Paling lama bertahan hanya satu tahun! Seperti setelah Rosaline jatuh sakit, perusahaan Osborn Corp hanya benar-benar hidup sayu tahun, sedangkan 4 tahun selebihnya hanyalah bangkai yang dipaksakan berdiri oleh para bawahanmu. Ups! Bukan bawahanmu, tapi Leo dan Dimas yang berusaha keras hingga meewka menemukan batas limitnya saat kau mengambil paksa dana pokok perusahaan 6 bulan lalu. See dalam kurun waktu 6 bulan perusahaan Osborn Corp benar-benar tamat! Hahahahaha," tawa salah satu orang yang sangat membenci Dovid karena menurutnya Dovid sangat beruntung sebagai pria.


"Hentikan tawamu bedebah!" teriak Dovid murka dan bangku hantam tidak bisa terelakkan lagi.


Sebagai laki-laki yang mudah pemarah dan tidak punya keahlian bela diri sama sekali tentu saja Dovid babak belur ditangan lawannya dan jangan lupakan pria yang mengejek Dovid mengatakan itu bukan tanpa alasan. Namanya Mike, Mike sudah lama jatuh hati pada Rosaline. Sayangnya wanita malang itu malah terbelenggu pernikahan toxic dengan Dovid si bajingan.


Kejadian Dovid menjadi korban tentu saja disaksikan oleh orang suruhan Dimitri bahkan direkam untuk dikirimkan pada Dimitri.


Suasana berbeda dikediamaan Dimitri, saat ini pria tampan usia 30 tahun itu tengah berkutat dengan laptopnya. Sesekali dengan tabletnya, begitu terus ritmenya berlanjut.


Ayu? jangan khawatir, perempuan itu memuaskan matanya memandangi kekasih halalnya yang sibuk dengan pekerjaannya.


Sadar jika Dimitri belum makan malam, Ayu mendakat ke arah sang Suami.


"Mas, makan dulu ya?" tanya Ayu pada Dimitri.


"Nanti saja Yang, ini masih belum selesai Sayang. Kalau kamu mau makan aja duluan nanti kemaleman," kata Dimitri menatap sekilas seraya tersenyum pada Ayu.

__ADS_1


Ayu berlalu tanpa kata-kata, sedangkan Dimutri kembali tenggelam dalam dunianya. Ya Dimitri memang workholic dia tidak bisa tenang walau sejenak. Baginya waktunya terlalu berharga walau untuk bersantai sejenak, kecuali sudah batas limit seperti hari ini. Dia libur setelah memaksa tubuhnya begitu keras selama dua bulan ini.


Tak lama kemudian, Ayu datang dengan sepiring besar nasi lengkap dengan lauk dan sayur. Sedangkan disisi nampan yang lain Ayu bawakan dua gelas air putih.


"Makan sepiring berdua Mas mau?" tanya Ayu begitu duduk disamping aang Suami.


Seketika Dimitri speechless karena pertanyaan dan sikap Ayu saat dia menolak makan. Belum ada siapapun yang bersikap begitu perhatian padanya, dia dengan sang Ibunda juga dibuat jarak yang begitu lebar oleh Dimitri.


Mamanya selalu sibul di kantor sedangkan sang Papa selalu sibuk dengan para perempuan simpanannya. Sayang seribu sayang, Dimitri terlalu kecil untuk mengerti jika sang Papa tengah bermain api dibelakang sang Mama.


"Mas, ayo aaaa makan dulu..'' kata Ayu menyuapi sang Suami.


Dengan senyuman Dimitri menerima suapannya, seraya mengunyah Dimitri tetap mengerjakan pekerjaannya. Suap demi suapan masuk kedalam mulut Dimitri, hingga Dimitri menyadari jika hanya dia yang makan sedangjan Ayu hanya menatapinya.


Dimitri meletakkan laptop dan berkas ditangannya sejenak dan mengambil sendok yang diarahkan ke mulutnya untuk disuapi ke mulut Ayu.


"Ngak papa satu sendok berdua?" tanya Ayu malu-malu disela kunyahannya.


"Ya Allah, Sayang. Lebih dari itu sudah terjadi pada kita, jadi ngak masalah satu sendok berdua," kata Dimitri seraya mengelus pipi mulus Ayu.


"Sudah Mas lanjut kerja aja, biar aku yang suapi." kata Ayu yang membuat Dimitri tersenyum.


Sederhana tapi penuh makna, rupanya Bibi Hanum melihat semua tindakan yang dilakukan oleh Ayu pada Dimitri.


"Bobi senang lihat Mas Dimitri mendapat orang yang begitu perhatian. Semoga sampai akhir saling menyayangi dan mengasihi seperti ini. Semoga langgeng hingga akhir hayat, hingga maut memisahkan." kata Bibi Hanum.


Setelahnya Ayu sibuk melihat sosial media, dia tidak ingin bertahan dengan kebosanannya. Melihat bagaimana Dimitri begitu semangat bekerja pastilah Ayu akan menjadi pengangguran tanpa batas di Korea Selatan nanti.

__ADS_1


Hingga pertanyaan Dimitri membuat Ayu tersipu malu.


"Sayang, nanti kita di Korea Selatan hanya tinggal bertiga. Kamu, aku dan Bibi Hanum. Kamu juga ngak ada kegiatan, kecuali kalau kamu mau kuliah nanti bisa Mas daftarkan." kata Dimitri, bukan... Bukan ini yang menbuat Ayu tersipu malu. Tapi kalimat berikutnya yang membuat tubuh Ayu mengemiap dan merinding.


"Jika kamu tidak ada rencana melanjutkan sekolah, sepertinya kita perlu untuk bekerja lembur setiap malam. Agar kamu segera punya teman. Bagaimana jika setelah tiba disana kamu langsung ikut program hamil?" tanya Dimitri yang membuat otak Ayu linglung seketika.


"Mas... Kamu mau cepat-cepat punya Anak?" tanya Ayu merasa terkejut dengan pertanyaan sang suami.


"Sayang, kita sudah cukup matang untuk menjadi orang tua. Terlebih aku sudah berusia 30 tahun, Mas ingin saat Mama pulih dari lumpuhnya Mama sudah punya cucu." kata Dimitri.


"Aku mau Mas, jika Mas ingin segera punya Anak maka aku juga tidak akan menunda." kata Ayu dengan senyuman merekah.


"Tapi Mas..." Ayu menjeda kalimatnya, dia takut jika memiliki Anak tanpa cinta.


"Apa?" tanya Dimitri menatap intens wajah Ayu yang cantik jelita.


"Cinta," mata Ayu mulai berkaca-kaca, banya kegelisahan didalamnya.


"Bagaimana mungkin kita bisa memiliki Anak tanpa cinta diantara kita berdua Mas? Aku takut jika Anak kita nantinya akan jadi kor...." perkataan Ayu terhenti karena Dimitri mengecup bibirnya singkat.


"Listen! Aku tidak mungkin meminta Anak jika tidak ada keseriusan dalam hubungan kita. Aku juga tidak akan membawamu ikut serta ke Korea Selatan jika tidak serius denganmu. Semua yang terjadi sejak kamu menanyakan keseriusan aku ketika di Mansion dalam hutan adalah caraku menunjukkan padamu jika aku serius ingin menjadi Suamimu.... Aku tidak bisa mengatakan aku mencintaimu, karena faktanya cinta itu belum tumbuh dihatiku. Tapi aku ingin mencintaimu dengan sepenuh hidupku, menjadikan kau Ratu di hatiku setelah Mama dan menjadikan kamu Ibu dari anak-anakku nanti," kata Dimitri panjang lebar hingga membuat Ayu menghambur kedalam pelukan sang Suami.


"Mungkin ini terlalu cepat tapi aku tidak ingin menyimpannya lagi. Aku mencintai kamu Mas, sejak kamu mengucapkan ijab kabul. Sejak saat itu aku memliki banyak harapan dalam pernikahan kita yang tidak berani aku utarakan," kata Ayu.


"Aku sayang kamu," kata Dimitri yang mengeratkan pelukannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2