Mencuri Pengantin Ayahku

Mencuri Pengantin Ayahku
Kencan Pertama


__ADS_3

Ayu tampak sangat mempesona membuat Dimitri ingin mengurungkan niatnya mengajak sang Istri berkencan. Ini tidak baik untuk jantung dan pikirannya, Ya Allah cobaan apalagi ini?


"Ayo Mas kita berangkat," kata Ayu menghampiri sang Suami yang tengah memandanginya sambil sesekali menyesap tehnya. Ya karena Dimitri mengatakan jika diia tidak akan berangkat bekerja pagi ini jadi Ayu memutuskan untuk membuat teh hangat saja ketimbang membuat kopi yang biasa menemani hari-hari sibuk sang Suami.


"Tapi kamu sarapa dulu ya sebelum kita pergi berkencan," kata Dimitri dan Ayu menganggukkan kepalanya.


Setelahnya keduanya berjalan beriringan untuk ke ruang makan. disana sudah ada segelas susu putih dengan roti pangang isi coklat, dengan hati bahagia karena melihat sang Suami masih didepan matanya. Ayu menghabiskan semua makanannya dengan cepat. Setelahnya keduanya berangkat menggunakan mobil Dimitri.


"Kita akan kemana Mas?" tanya Ayu pada Dimitri.


"Kamu tenang saja... kiata akan pergi kebanyak tempat hari ini," kata Dimitri pada Ayu.


Saat mereka memasuki kawasan area bermain yang memicu adrenalin dan banyak didatangi oleh kaum muda-mudi membuat Ayu sedikit melongo. Dia pikir Dimitri akan mengajaknya ke restoran ataupun menonton tapi sekarang Dimitri malah membawanya ke kawasan area taman bermain.


"Mas, kita?" tanya Ayu dengan raut yang sulit dijabarkan.


"Kamu ngak suka? Kalau ngak suka kita cari tempat lain yang lebih nyaman..." kata Dimiri menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Jujur saja dia tidak bisa begini dia bingung apa kesukaan Ayu. Kalaupun ingin menyiapkan dinner romantis bukankah ini masih terlalu pagi untuk makan malam? Bahkan Dimitri mengeluarkan kocek yang tidak sedikit agar taman bermain ini buka lebih awal. Tapi sebagai pemilik Dim'O Corp yang cabangnya dimana-mana tentu saja itu akan menjadi hal yang sangat murah baginya.


"Ayo, mumpung sudah disini mari kita mulai petualangannya," kata Ayu dan mereka langsung memasuki salah satu permainan yang memicu adrenalin yaitu Roller Coaster.


Saat memasukinya Dimitri memasuki wahana itu dengan sangat percaya diri. Tapi seketika wahana itu melaju kencang, Dimitri sontak kehilangan semua wibawanya karena berteriak kencang seraya menutup mata. Sedangkan Ayu tertawa terbahak-bahak karena melihat ekspressi sang Suami. Syukurnya tidak ada orang lain disana kecuali mereka jadi yang menikmati ekspressi langka pemilik Dim'O itu hanya Istrinya seorang.

__ADS_1


Setelah selesai menaiki satu wahanaitu Dimitri meminta istirahat sejenak. Tidak, dia sama sekali tidak muntah hanya saja kerja jantungnya dangat tidak aman.


"Mas.... Kalau memang kamu tidak bisa naik wahana yang berbaur ketinggian bagaimana kalau kita naik komedi putar? Atau melihat-lihat sekitar sampai kita menemukan susuatu yang seru?'' tanya Ayu dengan suara pelan seraya mengatupkan bibirnya rapat saat menahan tawanya.


"Kalau mau ketawa, ketawa aja Yang. Kamu tega masa tertawa diatas pebderitaan aku.'' kata Dimitri yang membuat tawa Ayu pecah.


"Habis ekspressi kamu lucu tahu Sayang saat menaiki wahana Roller Coaster tadi. Ya sudah sekarang kita jalan-jalan aja dulu yuk." kata Ayu yang diangguki oleh Dimitri.


Keduanya berjalan beriringan, hingga lama-lama tempat taman bermain itu mulai rame. Dimutri juga mengajak Ayu menaiki berbagai eahana walau dia sendiri hampir mabok tapi tetap saja dia berharap hari ini sangat berkesan bagi Ayu.


Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 12 siang waktu setempat dan udara sedang sangat panas. Saat ini Dikutri dan Atu tengah bersantai disalah satu bangku dengan sebotol air mineral ditangan masing-masing.


"Boleh Mas, rasa vanila ya." kata Ayu dan Dimitri menganggukkan krpalanya dan berlalu ke arah ice cream berada.


Dimitri mengambil rasa vanila dan green tea karena dia memang penyuka ice cream dengan rasa green tea.


"Setelah ini kita kemana lagi Sayang?" tanya Dimitri pada Ayu.


"Bukannya Mas ada kerjaan di kantor jam 2 siang?" tanya Ayu heran.


"Mas ingin jalan-jalan saja sama kamu hari ini. Pekerjaan bisa dicancel dan dikerjakan besok, dijamak saja." kata Dimitri yang langsung membuat wajah Ayu yang tadinya penuh raut kebahagiaan menjadi redup.

__ADS_1


"Mas, jika aku boleh memilih. Aku mau kamu berangkat pagi terus asalkan ketika kamu pulang aku masih belum tertidur, jika hanya ingin menghiburku dengan berkencan sehari panjang lantas meninggalkan aku berbulan-bulan sungguh ini bukan hala yang aku inginkan Mas. Bahkan dalam mimpu burukku sekalipun." kata Ayu pelan dan mengalihkan pandangannya karena air bening dari kedua mata indah itu akhirnya keluar lagi.


"Sayang aku tidak bermaksud begitu, aku hanya ingin kamu bahagia..." kata Dimitri terpotong dengan suara tertahan Ayu.


"Aku akan bahagia jika kita bisa bertemu setiap hari Mas, bagaimana mungkin aku mengikutimu sampai ke Negara orang tapi jarak diantara kita masih terlalu jauh Mas. Tidak masalah jika waktumu habis di kantor aku tidak akan mengumpati itu tapi apakah aharus menghilang hingga satu bulan lebih tanpa kabar? Sedangkan aku hanya bisa menunggumu layaknya orang bodoh!" kata Ayu tertahan karena tidak ingin meneriaki sang Suami didepan umum.


"Baiklah ayo kita pulang. Mas tidak akan membatalkan jadwal pekerjaan Mas siang ini," kata Dimitri pasrah. Tidak dia tidak ingin mengumba janji palsu dengan mengatakan jika dia akan selalu ada untuk sang Istri. Bukan tidak sayang, jugga bukan tidak serius tapi segala sesuatu itu ada tempatnya bukan? begitu juga Dimitri. Dia hanya berusaha menempatkan apa yang seharusnya meski etrkadang jauh dari kata tepat.


Tepat jam dua siang Ayu dan Dimitri berpisah karena Dimitri harus ke kantor. Tidak seperti kabanyakan pasangan ayang akan merajuk ketika dicueki maka itu tidak berlaku pada Ayu dia benar-benar memanfaatkan waktu untuk bermanja dengan sang kekasih halalnya.


"Mas akan berangkat lagi?" tanya Ayu saat melihat Dimitri bangkit dari sofa yang mereka duduki bersama.


"Iya Sayang, katanya Mas tidak boleh tidak jadi ke kantor. Jadi ya harus berangkat sekarang. Mas tinggal ya, Assalamu'alaikum." kata Dimitri mengecup kening sang Istri dan berlalu dati sana.


Setibanya di kantor Dimitri langsung berjibaku dengan kertas-kertas menyebalkan yang sok cantik dan peduli karena selalu ada menemani hari-harinya. Tidak lama setelahnya Daniel masuk ke ruangannya dengan tablet dan juga berkas ditangannya.


"Dimitri, nanti kita akan ada meeting dengan Mr Yamoto di restoran X. Ini filenya silahkan kamu pelajari dulu, dan nanti aku yang akan presentasi. Awalnya aku sudah akan mengatakan jika kamu tidak bisa datang eh malah kamunya hadir. Kenapa? Apa berjalan lancar?" tanya Daniel pada kawan dekatnya itu.


"Kacau,kami hampir saja bertengkar.." kata Dimitri dan setelahnya menceritakan semua yang dikatakan oleh Ayu pada dirinya.


"Itu hal biasa, Istrimu sudah termasuk sabar tingkat dewa dengan masoh bersikap sangat lembut denganmu walauun tahu apa yang kamu lakukan padanya sangat menyebalkan. Saranku, tetaplah  berusaha menjadi Suami yang manis. Istrimu itu sama layaknya Dim'O Corp, jika kamu tidak menanganinya dengan serius maka yang ada kamu akan kehilangan Ayu.  Sudah sekarang kita fokus pada kerjaan dulu agar kau bisa pulang lebih awal." kata Daniel sebelum dia meninggalkan ruangan sang Bos.

__ADS_1


__ADS_2