
Merasa bosan Ayu langsung melihat apa saja yang ada di kamar sang Suami. Hingga dia melihat oven, tapi saat dia ingin membuat cake dia baru ingat jika disini peralatannya tidak selengkap saat di rumah. Sejenak Ayu memikirkan apa yang dikatakan oleh Dimitri, bukan tidak ingin pulag cepat dan mengerjakannya di rumah tapi peralatan yang tidak lengkap menjadi salah satu alasan mengapa sang Suami memilih mengerjakannya di kantor.
Ayu keluar dari kamar Dimitri dan ketika keluar Dimitri tidak ada di ruangan tapi ada pesan yang masuk ke ponselnya yang mengatakan jika sang Suami tengah rapat dengan para staff.
"Hufft.... Aku mau ngapain kalau sudah kayak gini? Di rumah aku cuma nonton youtube dan disini apakah harus begitu juga? Mas mengapa kamu begitu sibuk dan aku malah pengangguran ngak jelas begini." keluh Ayu saat menyadari jika dirinya benar-benar kurang kerjaan.
"Tidak bisa Ayu kamu harus mencari pekerjaan yang bisa dikerjakan dimana saja dan sesuka hatimu. Ayo kita berpetualang diinternet, kita cari apa peluangnya." kata Ayu pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Berawal dari menulis online hingga bisa difilmkan? Membuat youtube dari iseng hingga beneran dapet duit padahal ngevlog kegiatan sehari-hari khas Ibu rumah tangga? Buat video yutube tentang mainan bisa sampai segila ini viewernya? Jualan online dengan hanya memasarkan dan mendapatkan uang tanpa ribet?" tanya Ayu saat melihat peluang-peluang pekerja lepas namun dengan penghasilan yang cukup menjanjikan.
"Ya Allah, aku harus apa? Sesuatu yang ngak ribet tapi bisa menghilangkan kejenuhan? Coba aku baca novel dulu aja, siapa tahu aku beneren bisa nulis. Dari pada aku nungguin Mas Dimitri kayak kerbau dungu." dumel wanita cantik itu.
"Ngak... ngak kayak gitu konsepnya Maemunah! Laki gue ngak seromantis itu tapi konyol sih iya. Manis banget, jadi kangen Mas Dimitri padahal baru aja ditinggal meeting bentar. Ah kok aku jadi lebay gini!" kata Ayu seraya membaca novel online yang tengah dibacanya.
Tenggelam dan hanyut didalam romansa novel tentang CEO dan Mafia membuat Ayu tidak sadar jika dua jam telah berlalu. Terkadang dia tertawa terbahak-bahak dan terkadang menangis mengumpat tidak terima pasangan favoritnya tersakiti.
__ADS_1
"Baca apa sih Sayang? Kok sampai ngak sadar kalau aku masuk?" tanya Dimitri menarik sang Istri kedalam pelukannya yang membuat ponsel Ayu terlepas kesamping sofa tempat mereka duduk dan sekarang Ayu berada dalam pangkuan sang Suami.
"Mas aku berat loh," kata Ayu yang merasa tidak enak sedangkan Dimitri malah tersenyum.
"Berarti kamu masih perlu nambah berat badan lagi untuk membuat aku tidak sanggup memangkumu Sayang. Kamu sangat ringan, sama sekali tidak berat. Pasti bosan ya nungguin aku?" tanya Dimitri pada Ayu.
"Sayang jangan ngomong begitu. Aku yang minta buat ikut jadi kalau bosan sudah resiko, namanya juga pengangguran tapi tetap mau ikut CEO sibuk yang tengah bekerja. Jadi aku bisa apa selain menikmati kesnyuian dan kesibukanmu." kata Ayu yang membuat Dimitri kian murung.
__ADS_1
"Mas... Bisa lihat kamu dalam jarak yang dekat dan sering seperti seminggu ini adalah sebuah kebahagiaan buatku. Jadi mari kita nikmati saja hari-hari yang kita punya ya Mas." kata Ayu dan Dimitri manganggukkan kepala setuju.
"Sayang Mas mau ke Restoran XX untuk bertemu clien, kamu mau ikut? Sekalian untuk beli makananĀ nanti disana?" tanya Dimitri pada Ayu.