
Tibalah hari dimana Dimitri benar-brnar harus meninggalkan sang Ibunda kembali demi dunia percuanan. Dimitri memeluk Ibunya erat dan mengecup pipi sang Mama berulang kali, kata-kata positif Dimitri ucapkan oada sang Ibunda.
"Mama cepat sembuh. Dimitri kangen sama Mama, jangan banyak pikiran.'' kata Dimitri.
"Dimitri harus pergi sekarang, Dimitri akan usahakan kita sering bertemu." kata Dimitri pada Mama Rosaline.
Setelahnya Dimitri dan rombongan berlalu, selama diperjalanan Dimitri selalu menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas kerja sama yang telah disiapkan oleh Daniel. Dia tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi.
Perjalanan penerbangan kali ini berlalu sangat datar. Dimitri dan Daniel sibuk tenggelam dalam kesibukannya masing-masing sedangkan Ayu betusaha mengalihkan perhatian dari kesibukan sang Suami. Dia juga paham jika Dimitri sebenarnya tidak ingin meninggakan sang Mama sendiri di Jerman walau sudah ada Mr Bai.
Bagaimanpun sebagai seorang anak Ayu pasti juga akan merasakan hal yang sama. Jika Fimitri tengah galau karena harus kembali terpisah dari wanita yang melahirkannya maka berbeda dengan Dovid. Pria itu sibuk menyumpah-serapahi polisi yang menagkapnya dan akan mengancam membawa pengacara terbaik untuk membebaskannya.
"Dasar Anak tidak berguna! Sama yidak bergunanya dengan Rosaline! Bagaimana mungkin aku bisa terjebak diantara kedua manusia sampah itu! Sial!" teriak Dovid kesal.
"Aku pastikan aku akan bebas dari sini! Hei kalian para orang-orang bodoh dan tidak berguna kenapa kalian menangkapku! Apa salahku! Jika Rosaline lumpuhbitu salahnya mengapa dia tidak langsung mati saja saat aku mendorongnya dari tangga!" teriak Dovid lagi.
"Wanita tidak berguna yang aku jual pada Mucikari juga bukan salahku! Siapa salah kenapa dia harus sepolos itu pada dunia yang oenuh tipu muslihat seperti itu!" teriak Dovid lagi.
Tidak ini bukan hari pertamanya di Penjara, tapi sudah tujuh hari berlalu sejak dia ditangkap Polisi dan dijebloskan ke penjara.
__ADS_1
"Pak, seharusnya dia tidak dimasukkan ke penjara tapi ke rumah sakit jiwa. Bagaimana mungkin dia begitu tidak tahu malu, sungguh aku tidak menyangka jika satu-satunya anak keluarga Osborn bisa sekacau ini!'' kata salah satu petugas sipir penjara.
"Semuanya adalah hubungan sebab dan akibat. Dia terbiasa dimanja sejak usia muda dan terperangkap dalam sifat kanak-kanaknya dalam waktu yang begitu lama." kata Petugas Sipir yang satunya.
"Siapa yang melaporkan dia ke penjara dengan hukti selengkapnutu Pak?" tanya Petugas itu lagi.
"Seseorang yang berinisial D, hanya itu yidak ada keterangan lebih lanjut tentang dirinya. Tapi Tuan Dovid juga sudah menerima balasan yang setimpal, besok dia akan disatukan dengan tahanan yang masa hukumannya berat hinggal 10 tahun kedepan," kata petugas sipir itu.
"Setahuku dia punya Anak laki-laki apakah tidak ada sama sekali yang mengyrusnya ataupun ingin membebaskan dirinya?" tanya Petugas sipir itu.
"Dari kabar yang beredar, Anak dari Tuan Dovid dan Nyonya Rosaline sudah lama tidak pulang ke tanah air sejak 11 tahun yang lalu. Dia melanjutkan kuliah di Negara orang dan memilih bekerja disana, tidak ada yang tahu kenapa dia tidak pulang walau akhirnya Osborn Corp harus diakuisisi oleh perusahaan asing." kata petugas yang suka membaca berita itu.
''Orang-orang kaya selalu membingungkan. Entah apa motivasinya membuat kehidupannya layak matematika. Menyebalkan bestie!" kata Petugas itu sebelum mengambil segelas teh hangat dan gorengan diatas meja.
1 bulan kemudian
Malam ini adalah malam kesekian yang Ayu lalui dengan sangat membosankan. Sebenarnya tidak sepenuhnya bosan, karena sang Suami meninggalkan cukup uang untuknya melihat daerah sekitar ataupun pergi berbelanja. Tapi tetap saja Ayu merasa sangat bosan karena tidak ada sang Suami disisinya.
Seperti biasa, Ayu makan malam ditemani Bi Hanum.
__ADS_1
"Nak, jangan terlalu sedih karena Tuan Dimitri adalah orang yang sibuk. Dari kata-kata yang diucapkan Nak Daniel sepertinya Tuan Dimitri mengikuti sifat Nyonya Rosaline. Insyaallah tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Bibi Hanum.
Ayu tersenyum, dia tahu kalau masalah itu. Karena setiap aktivitas Dimitri difotokan oleh Daniel dan dikirim ke Ayu dalam jangka waktu yang berkala. Karena itu dia tidak pernah mengkhawatirkan sang Suami bermain gila. Hanya saja Ayu merindukan Dimitri.
"Bi, aku tahu Mas Dimitri adalah pria yang baik. Mas Dimitri juga selalu mencukupi kebutuhan keuangan dan tidak pernah mengekang. Walau pernikahan kami tidak memiliki pesta tapi pernikahanku dan Mas Dimitri memiliki kekuatan atas hukum dan agama. Itu menunjukkan kalau Mas Dimitri serius dan tidak ada niat untuk bermain-main Bi. Hanya saja aku merindukan Mas Dimitri. Sudah satu bulan dia begitu sibuk, aku bahkan hanya melihat Mas Dimitri dari layar kaca." kata Ayu tidak kuasa menahan tangis.
Mengapa dia harus jatuh cinta dalam keondisi seperti ini? Dimitri membuat hidupnya begitu nyaman dan berkecukupan tentunya semuanya atas izin Allah SWT. Begitu banyak nikmat yang dia rasakan setelah menikah, namun untuk bertemu dengan sang Suami mengapa begitu susah? Tapi ya sudah nikmati saja. Semoga apapun urusan Dimitri bisa cepat selesai dan ada waktu bersama dirinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam waktu setempat. Setelah mengadukan semua hajatnya pada sang pemilik kehidupan dalam do'a setelah witir, Ayu memilih merebahkan tubuhnya diranjang besar yang seharusnya dia tiduri berdua dengan sang Suami namun nyatanya entah dimana Dimitri berada sekarang.
Apapun itu semoga sang Suami selalu dalam lindungan Allah SWT. Ayu memejamkan matanya menjemput mimpi yang mulai menghampiri.
Berbeda dengan Ayu yang sudah tenggelam dalam alam bawah sadarnya, maka Dimitri saat ini memilih pulang lebih awal. Ya mengapa awal? Karena biasanya pria yang sudah bukan lagi lajang itu pulang jam 1 atau jam 2 pagi.
Dimitri berharap begitu pulang Ayu masih membuka mata alias masih belum tidur.
"Assalamu'alaikum..." lirih Dimitri memasuki kamarnya.
"Yah... Sudah tidur. Padahal Mas udah bela-belain pulang cepat Yang. Kamu malah tidur, Mas kan kangen Sayang. Rencananya kalau kamu belum tidurkan kita bisa ngadon lah kalau udah gini hanua bisa peluk doang... Tapi ngak papa. Maaf ya karena jarang ada waktu buat kamu.." kata Dimitri pelan dan beralih ke kamar mandi untuk membasuh badannya yang lengket setelah seharian bekerja.
__ADS_1
Setelah 1 jam merendam tubuhnya dengan air hangat Dimitri memilih mengetjakan sholat witir sebelum tidur dan membaca al-qur'an selembar sebelum tidur.
"Ya Allah, luar biasa nikmat capeknya hari ini. Time to sleep, Honey I miss you.." kata Dimitri dan mengecup singkat pipi Ayu sebelum dia terpejam. Ya begitulah akhir dari kerinduan malam itu.