
Setelah meninggalkan lokasi itu kepala Dimitri masih panas namun tidak dia tampakkan. Ayu yang peka terhadap kondisi sang Suami memilih mengusap lengan Dimitri.
"Udah Mas, jangan terlalu banyak berpikir, lebih baik kita cari tempat ngadem. Minum es kek apa kek gitu. Oh iya sampai lupa, apa Mas masih ada jadwal lagi?" tanya Ayu pada sang Suami.
"Sayangnya Mas masih ada jadwal meeting lagi Yang. Ngak papa ya?" tanya Dimitri tidak enak hati terlebih ketiganya belum ada yang makan siang.
"Rapatnya sudah ditundan jadi satu jam mendatang, jadi kita bisa cari makanan dahulu. Nanti setelah makan baru kita meeting," kata Daniel.
"Kita makan di kantin kantor saja, Daniel supaya waktunya lebih efisien dan bisa sholat sekalian." kata Dimitri yang diiyakan oleh Daniel.
Ayu memilih diam dan menikmati novel online yang dibacanya. Tidak baik mengajak sang Suami bicara saat jemari Dimitri sibuk dengan tabletnya karena boleh jadi Dimitri tengah membaca laporan dari bawahannya.
__ADS_1
"Oh iya Sayang, ngak papakan kita kalau kita jadinya hanya makan di kantin kantor?" tanya Dimitri pada Ayu.
"Ngak papa Mas, walau di kantin ataupun dimana saja masih sama. Asalkan makanannya halal, sehat dan bersih maka itu tidak jadi masalah." kata Ayu yang membuat Dimitri tersenyum.
Daniel hanya meringis mendengar perkataan Ayu yang benar-benar tidak menuntut. Andai saja semua wanita seperti Ayu, mungkin sudah lama Daniel melepas masa lajangnya.
"Sudahlah Daniel, semua ada waktunya. Nikmati saja dulu... Lagi pula coba bayangkan Dimitri yang selalu seperti Bang Toyib setelah menikah. Walau kata sudah punya Istri tetap aja Istri sahnya adalah kertas-kertas tidak bernyawa. Dasar Dimitri sableng penggila uang." kata Daniel tentu saja dari dalam hati.
Setibanya di kantin kantor, Ayu, Dimitri dan Daniel langsung saja memesan makanan.
"Ngak... Ngak salah lagi maksudnya." kata Daniel yang membuat wajah Ayu berubah.
__ADS_1
"Ya walau sering ditawari tapi ngak pernah Mas ambil loh Sayang. Sudah wajahnya jangan ditekuk begitu, apapun judulnya Mas milik kamu sepenuhnya." kata Dimitri yang membuat Daniel ingin muntah.
"Sabar ya Mblo! Namanya juga Suami-Istri, kalau ngak romantiskan aneh. Masa kamu sama Ariana Grande saja romantis sedangkan aku beneran nikah ngak." kata Dimitri yang lagi-lagi hanya diangguki malas oleh Daniel.
"Memangnya Mas Daniel belum ada gandengan?'' tanya Ayu kembali, karena rasanya mustahil sekelas Daniel masih menjomblo.
"Dia kayak BangToyib siapa yang mau kali yang? Masa tiga kali lebaran dan tiga kali puasa ngak pulang-pulang." kata Dimitri spontan.
"Eh Kambing Jantan! Gue kayak gitu juga karena lu ya! Lu selalu kasih jadwal penuh sama gue kapan gua bisa cari gandengan coba." kata Daniel kesal.
"Mau aku kenalin sama Adik panti tempat aku dan Kakakku tinggal dulu ngak Mas Daniel? Dia seorang konten kreator memasak, tenang dia masih sangat muda. Usianya baru 20 tahun, dia cantik dan juga sholehah." kata Ayu mempromosikan salah satu Adiknya saat dipanti dulu.
__ADS_1
"Masalahnya bukan hanya mau yang sholehah Nyonya, tapi apakah dia siap saya tinggal kerja seperti Dimitri meninggalkan Nyonya? Jika dia tipikal yang selalu mau Suaminya disamping atau tidak bisa mengikutiku kemana aku pergi maka sudah jelas dia bukan orang yang aku cari." kata Daniel.
"Nah itu dia Sayang, ini si Daniel sudah berkali-kali gagal dalam relationship so pastinya dia tidak ingin itu kejadian lagi.'' kata Dimitri yang membuat Ayu terdiam.