Mencuri Pengantin Ayahku

Mencuri Pengantin Ayahku
Romansa Dimitri dan Ayu


__ADS_3

Setelah menyelesaikan panggilan sambungan telepon dengan Bai Ling. Dimitri segera pergi ke luar dari kamarnya. Tiba di luar Ayu tengah menonton drama China, Ayu bahkan tidak menyadari kehadiran Dimitri ketika sang Suami duduk disampingnya.


''Seru amat Yang nontonnya?'' tanya Dimitri yang melihat Ayu begitu fokus menonton drama kolosal China.


"Ceritanya seru Mas, ngak berbelit-belit. Terlebih tokoh prianya sangat pintar, walau terjebak dengan dua wanita dalam pernikahannya tidak satupu yang dia cintai," kata Ayu.


"Oh ya?" tanya Dimitri pada Ayu.


"Iya Mas, aku sebenarnya udah nonton dari kemaren. Apa Mas mau nonton acara lain?" tanya Ayu basa-basi sedangkan dari wajahnya jelas terlihat jika dia sama sekali tidak ingin diganggu dalam menonton.


"Mas lapar Sayang, katanya kamu masak tadi?" tanya Dimitri.


"Sebentar aku ambilkan dulu Mas," kata Ayu yang langsung menjeda video drama yang dotonton olehnya.


Tidak membutuhkan waktu lama Ayu kembali dengan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya dan segelas air putih untuk Dimitri.


"Silahkan dimakan Mas," kata Ayu dan Dimitri langsung mengambilnya.


Keduanya melakukan aktivitas dalam diam. Ayu sibuk menonton drama dan Dimitri masih sibuk dengan sepiring makanan yang dia makan seraya sesekali dia menatap pada Ayu.


Setelah selesai makan, tanpa banyak bicara Ayu mengambil piring kotor tempat Dimitri makan. Dimitri memperhatikannya dalam diam, hubungannya dan Ayu adalah sebuah kecanggungan.


Tanpa kenal sebelumnya dia memaksa untuk menikah dengan Ayu, setelah menikah dia bahkan langsung meninggalkan Ayu sendiri bersama Bibi sedangkan dia tenggelam dengan semua kesibukan kerjanya.


"Sayang, bolehkan kau lebih dekat?" tanya Dimitri saat Ayu menonton dengan jarak yang lumayan jauh dengannya.


"Tentu saja Mas, ada apa?" tanya Ayu.


Pertanyaan Ayu terpotong saat Dimitri menariknya bersandar didada bidangnya.

__ADS_1


"Maafkan aku karena begitu lama mengabaikanmu. Sekarang kita lakukan pernikahan ini dengan yang sebenarnya, aku tidak akan meninggalkan kamu dalam waktu lama. Tapi dengan sangat terpaksa Mas harus katakan padamu," kata Dimitri menjeda kalimatnya.


Sejenak Dimitri menghela nafasnya, seharusnya dia tidak pergi berpergian dengan Ayu. Tapi dia juga khawatir tindakannya kali ini akan membahayakan Ayu jika dia meninggalkan sang Istri sendiri ditanah air.


"Sayang dua hari lagi aku akan pergi ke Jerman untuk menjenguk Mama sebentar. Setelahnya aku menjadi utusan kantor ke Seoul di Korea Selatan dalam waktu paling cepat 3 bulan dan paling lama 6-12 bulan atau satu tahun. Aku mendapat kepercayaan Bos untuk menjadi perwakilan untuk menyelesaikan permasalahan tender disana," kata Dimitri yang langsung membuat otak Ayu penuh.


Begitu banyak pertanyaan diotaknya, apakah dia akan ditinggalkan laagi dalam waktu selama itu? Apakah Dimitri serius dengan hubungan mereka? Mereka sudah menikah bukan pacaran yang sekalinya bilang putus maka hubungan itu langsung berakhir detik itu juga.


Ini pernikahan, Dimitri menikahinya secara hukum dan agama bagaimana begitu tega membiarkan dirinya diabaikan begitu lama.


"Mas... Kamu akan meninghalkan aku dalam waktu yang begitu lama? Apa kamu sangka pernikahan ini sebuah perma..." perkataan Ayu terpotong saat Dimitri mempertemukan dua benda lunak didepan bibir Ayu.


Awalnya hanya kecupan seiring berjalannya waktu, kecupan itu berubah menjadi lebih mendalam. Tidak ingin menunda waktu Dimitri menggendong tubuh mungil sang Istri ke kamar mereka.


Akhirnya apa yang seharusnya Dimitri lakukan dua bulan yang lalu terjadi tanpa Ayu bisa menolak. Dua jam berlalu mereka bergulat dengan penuh kasih Sayang, hingga setelahnya Ayu menangis keras yang membuat Dimitri kelabakan.


"Kenapa?'' teriak Ayu membuat Dimitri kaget.


"Jika memang tidak serius mengapa harus sejauh ini Mas?" tanya Ayu penuh dengan air mata.


Dimitri menarik tubuh Atu yang melemah kedalam pelukannya.


"Sayang listen! Aku serius dengan kamu, tapi ada beberapa hal yang tidak bisa aku jelaskan padamu. Tapi yang pasti aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri di Indonesia. Jadi aku tidak bisa mengizinkanmu bekerja," kata Dimitri yang membuatnya melongo.


"Tadi bukannya Mas minta maaf?" tanya Ayu bingung, yang malah membuat Dimitri tersenyum.


"Ya Allah, Sayang. Mas minta maaf karena tidak bisa mengizinkan kamu bekerja disini. Karena kemarin kamu meminta izin untuk bekerja, kita jarang komunikasi. Bahkan tadi malam adalah hari pertama kita tidur seranjang bagaimana mungkin aku dengan sesuka hatiku mengekangmu bersamaku. Tapi sayang, aku jufa tidak mau dan tidak mampu jika harus menjalani pernikahan LDR. Jadi ikutlah bersamaku ke Jerman dua hari lagi dan setelahnyankita menetap di Korea Selatan sampai pekerjaanku selesai," kata Dimitri mantap.


Ayu tidak kuasa menahan tangis haru, dia segera memeluk erat sang Suami. Sungguh ini semua diluar kendalinya, dia ingin mengatakan jika dia teramat bahagia karena Dimitri mengajaknya ke Jerman dan Korsel karena itu akan menjadi sejarah perjalanan keluar negeri pertamanya. Ada rasa bahagia dan haru yang dia rasakan dalam relung hatinya.

__ADS_1


"Terima kasih Mas, aku sangat bahagia. Aku akan ikut bersamamu," kata Ayu memeluk sang Suami erat.


Setelahnya Ayu memilih bersandar dalam dekapan hangat sang Suami. Menikmati suasana saat bisa sedekat ini dangan Dimitri. Ya meski keduanya menikah tanpa cinta tapi Ayu punya komitmen yang kuat. Ketika dia menikah dan memutuskan untuk menerima orang yang mengajaknya menikah maka saat itu juga Ayu akan belajar mencintainya.


Sehari itu Dimitri benar-benar menikmati hari liburnya setelah waktu panjangnya yang sibuk. Karena besok dia akan kembali berkutat dengan kesibukan dikantor dan juga memberikan ganjaran yang setimpal pada setiap orang yang terlibat dalam kasus sang Ibunda.


Tidak terasa hari sudah mulai petang, lembayung senja sudah menampakkan pesonanya. Dimitri memilih menikmati segelas teh hangat buatannya sendiri. Ayu masih terlelap dikasurnya, melihat hari sudah jam 17.30 Dimitri bangkit dan berjalan ke arah kasurnya.


"Sayang, bangun... Udah mau magrib," kqta Dimitri seraya membelai rambut panjang sang Istri.


"Aghhhhhh," lengguh Ayu tanpa membuka matanya.


"Hei, bangun Sayangku. Istriku..." kata Dimitri dengan manis seraya membelai rambut sesekali mengguncang lengan sang istri pelan.


Perlahan Ayu membuka kelopak matanya, yang pertama dilihatnya adalah Dimitri.


"Mandilah, dulu sebentar lagi magrib." kata Dimitri masih membelai rambut sang Istri.


"Mas memang ngak masuk kerja hari ini?" lagi pertanyaan konyol yang sudah diberi tahu Dimitri ditanyakan kembali oleh Ayu untuk melarikan dirinya dari rasa malu.


"Kan sudah dibilangin tadi, Ayang gimana sih. Wajahnya sampai memerah gini, kecapekan atau malu-malu meong?" tanya Dimitri yang berhasil mendapat cubitan kecil dari Ayu.


"Ngilu Yang, jangan cubit begitu ah." kata Dimitri semakin mendekatkan wajahnya ke Ayu yang membuat Ayu semakin salah tingkah.


"Mas... Jangan terlalu dekat. Aku malu," kata Ayu yang membuat Dimitri tertawa kecil.


"Baiklah, Mas tinggal ke bawah ya. Kamu Mandi terlebih dahulu, Mas diruang keluarga." kata Dimitri dan berlalu dari sana.


Sebelum keluar dari kamar Dimitri mengambil tablet dan laptopnya bersamaan. Ya Dimutri bukan ingin menonton atau bersantai ke ruang keluarga. Baginya sudah cukup rehat sehari ini, waktunya tidak sesenggang itu.

__ADS_1


"Halo Daniel! Bagaimana apakah sudah ada kabar dari Mr Kim dan Mr Lee dari Korea Selatan?" tanya Dimitri pada Asistennya.


"Sudah, jadwal penerbangannya dimaju menjadi lusa. Jadi waktumu untuk berkomunikasi dengan Leo dan Dimas hanya besok," kata Daniel dan langsung diiyakan oleh Dimitri.


__ADS_2