
Sudah satu minggu ini Dimitri tidak pernah lagi menghilang seperti biasa, dia selalu ada ketika malam ataupun pagi tiba. Layaknya pekerja kantoran Dimitri tetap melewatkan sarapan dan juga malam di rumah tempat dia dan sang Istri menetap.
"Mas, sarapan dulu sebelum berangkat kerja. Aku sudah buatkan nasi goreng, ngak papakan kalau kita makan berat sesekali?" tanya Ayu pada sang Suami yang tengah mengenakan baju kemejanya. Dimitri berbalik dan tersenyum mendekati sang Istri.
"Apapun yang kamu buatkan pasti akan Mas makan sayang. Oh iya bantu Mas pakein dasi ya," kata Dimitri yang beberapa hari ini malah ketagihan dipakaikan dasi oleh Ayu. Entah mengapa dia merasa ada sisi romantis yang dia rasakan saat Ayu memakaikan dasi dilehernya.
"Makasih Sayang. Kamu makin cantik deh hari ini, aku makin sayang makin lope-lope sama kamu." kata Dimitri yang membuat Ayu geli sendiri.
" Ih kamu kenapa Mas? Udah ayo kita keluar untuk sarapan. Oh iya kamu udah janjiloh kalau hari ini aku boleh ke kantor kamu. Jadi aku menagih itu semua dan aku ingin ke kantor ikut Mas," kata Ayu dan Dimitri mengiyakan saja.
Keduanya sarapan dengan diam, tidak ada percakapan berarti diantara keduanya hanya Dimitri yang terlihat sibuk karena makan sambil melihat tablet yang berisi email dari pekerjaannya.
Terkadang melihat Dimitri begitu sibuk membuat Ayu stress sendiri, namun Dimitri sibuk itu menunjukkan jika Dimitri bukanlah seorang pengangguran dan itu sangat bagus. Baiklah mari kita tinggalkan semua pemikiran konyol Ayu tentang sang Suami.
Keduanya berangkat ke kantor Dimitri menggunakan mobil milik Dimitri. Hari ini Dimitri memutuskan untuk tidak berangkat bersama Daniel karena harus berangkat bersama Ayu.
"Mas, nanti kamu pulang jam berapa?" tanya Ayu pada Dimitri.
__ADS_1
"Berhubung kamu ikut aku ke kantor jafi aku tidak menetapkan jam pulang. Boleh jadi aku pulang setelah semua pekerjaan selesai atau aku akan bermalam di kantor." kata Dimitri yang membuat Ayu menyernyit kaget.
"Mas jangan bercanda ah! Aku ngak mau ya kamu suruh tidur di sofa! Apalagi harus menunggu kamu seharian di sofa! Oh no, itu ide yang sangat buruk." jata Ayu protes.
"Lah, kan Mas udah bilang tadi ngak usah ikut kalau memang ngak mau tidur di sofa sayang. Yaudah Mas antar kamu pulang ya Sayang," jata Dimitri semangat.
"Ih enak aja Mas mau lari dari janji! Ngak ya, kamu udah janji sama aku loh, aku ngak mau kamu pulang telat hari ini karena itu aku ikut kamu ke kantor Mas." kata Ayu dan Dimitri tersenyum seraya mengusap sekilas pipi waniya kesayangannya setelah Mamanya.
"Ya sudah, tapi janji ngak akan minta pulang cepat?" tanya Dimitri meminta pertanggung jawaban dari sang Istri.
Tidak terasa waktu sudah berlalu dan mereka tiba di basement kantor untuk memarkirkan mobilnya.
"Ayo Sayang," kata Dimitri menggaet tangan Ayu untuk berjalan berpegangan tangan. Meski malu tapi tidak dipungkiri sifat posesif Dimitri membuat Ayu bersemu.
Sepanjang jalan bisik-bisim tetangga menemani langkah keduanya. Bagaimana tidak, Dimitri adalah atasan yang terkenal dingin dan tegas serta tidak bisa didekati oleh wanita secantik apapun wanitanya. Lalu apa ini? Pagi-pagi buta Dimitri telah menggandeng wanita Muslimah dengan sangat romantisnya disepanjang jalan.
Sedangkan dibelakang ada Daniel yang terburu-buru berlari dengan segudang jadwal yang membebani bahunua dengan pekerjaan.
__ADS_1
"Oh tolonglah Mr! Ini masih pagi! Kau buat oagiku berantakan dengan segudang jadeal yang menyebalkan dan sekarang apa ini? Dia tengah bermesraan dengan istrinya? Dihadapanku? Ariana Grande aku merindukanmu." kata Daniel menggerutu tapi tentunya hanya dalam hati.
Bahkan saat larinya menjadi pusat perhatian pria lajang usia 30 tahun itu langsung mengubah cara berjalannya menjadi lebih berwibawa. Tidak akan dia biarkan wibawanya berantakan karena Dimitri sialan, cukup harinya yang berantakan tidak wibawanya.
Sementara itu tiba di ruangan Dimitri membuat Ayu menganga saat dibalik rak buku dan dokumen ternyata ada kamar yang begitu mewah lengkap dengan semua peralatannya. Bahkan yang semakin membuat Ayu tercengang-cengang bahkan ada dapur dan kulkas didalamnya.
"Mas! Kamu curang! Jadi selana ini kamu tidak pulang karena setelah bekerja kamu masuk ke kamar ini dan tidur disini?" tanya Ayu sarkas dan dengan polosnya Dimitri menganggukkan kepalanya.
"Selama disini juga begitu?" tanya Ayu lagi.
"Tentu saja tidak sayang, aku juga sering pulang bahkan hampir setiap hari hanya saja kamu sydah tidur. Semua pekerjaanku dan akses yang aku perlukan lengkap ada dikantor karena di rumah aku belum membuatkan ruang kerja," kata Dimitri berharap sang Istri mengerti.
"Baiklah, aku tidak akan protes hanya saja jika Mas mau menginap di kantor kasih tahu aku. Aku ngak mau sendiri di rumah, atau setidaknya beri aku kesibukan biar aku ngak bosan." kata Ayu yang membuat Dimitri menghela nafas.
Apakah dia terlalu lembek akhir-akhir ini hingga Ayu menjadi sangat manja dan sedikit menyebalkan. Sudah lupakan saja, lebih baik mulai bekerja.
"Baiklah, Mas kerja dulu. Kalau kamu mau tidur silahkan tidur dulu atau kalau mau menonton juga bisa, ini tersambung pada jaringan internet jadi kamu bisa menonton drama." kata Dimitri yang diiyakan oleh Ayu.
__ADS_1