Mencuri Pengantin Ayahku

Mencuri Pengantin Ayahku
Menjenguk Mama Rosaline


__ADS_3

Pagi itu Dimitri, Ayu, Daniel dan Bibi Hanum bertolak ke Jerman tempat Rosaline dirawat. Menurut penjelasan Mr Bai, kondisi Rosaline tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya saja perawatannya menjadi lebih lama dari yang seharusnya hanya itu.


Sepanjang perjalanan Dimitri subuk berdiskusi dengan Daniel. Sedangkan Ayu hanya menonton drama kolosal China bersama dengan Bibi Hanum. Lah bisa apa, mereka juga tidak mengerti Dimitri dan Daniel membahas apa? Jadi jalan terbaiknya adalah mari kita nonton sama-sama, melihat para pria tampan dengan penuh pesona menggunakan ilmu bela diri dan berpakaian tradisional china.


"Nonton apa sih kok seru banget?" tanya Dimitri mendekat ke arah sang Istri.


"Nonton drama kolosal China, Mas. Mas udah selesai kerjanya?" tanya Ayu yang membuat Dimitri menyernyitkan keningnya, setelahnya dia baru sadar jika sedari tadi dia dan Daniel sibuk membahas mega proyek untuk Dim'O dan Osborn Corp yang akan dijadikan anak perusahaan Dim'O Corp.


Tenang saja, walau Dim'O Corp sudah mendunia dan melalang buana bidang bisnisnya tapi tidak ada yang tahu siapa sebenarnya pemilik Dim'O Corp.


Karena Dimitri selalu muncul sebagai perwakilan perusahaan bukan sebagai pemilik. Karrna itu hingga saat ini ketika Dim'O Corp menjadi aalah satu dari 3 perusahaan besar yang berpengaruh di dunia tidak ada yang tahu siapa pemiliknya.


"Sayang, maafkan Mas ya. Mas juga kerjanya buat kamu dan calon anak-anak kita nanti. Bukankah kita mau promil? Program hamil berarti kita siap punya Baby dan kita harus mempersiapkan banyak hal termasuk kematangan finansial," kata Dimitri pada Ayu.


"Iya Masku, aku tidak masalah kalau Mas bekerja. Lagi pula aku senang menonton drama kolosal China. Terlebih saat ini aku tidak harus menghabiskan uang untuk membeli paket data, karena disini pake wifi." kata Ayu dengan lempengnya membuat Hanum dan Daniel hampir saja tersembur oleh air yang tengah mereka minum. Bagaimana mungkin Dimitri yang lempeng dan selalu tanpa perasaan bisa begitu manis pada Ayu?


"Jika kamu masih mengantuk tidurlah lebih awal. Ini akan jadi perjalanan yang panjang bagi kamu dan aku," kata Dimitri membelai pipi sang Istri.


"Iya Mas aku mengerti. Aku akan tidur, tapi boleh kamu temenin?'' tanya Ayu nengerjabkan matanya pada Dimitri.

__ADS_1


''Istri aku udah mulai nakal ya sekarang? Pake ngedip-ngedip lagi! Boleh ayo." kata Dimitri bangkit dari duduknya dan berjalan kearah kamar yang memang disediakan untuk Ayu dan Dimitri dan Ayu.


Setelah keduanya berlalu dari sana sekarang tinggallah Bibi dan Daniel. Bibi memberikan segelas teh hangat pada Daniel.


"Terima kasih Bi, jadi repot." kata Daniel pada Bibi.


"Tidak repot Mas, itukan memang sudah disediakan oleh pramugarinya jadi tinggal ambil saja." kata Bibi yang membuat Daniel tersenyum.


"Selama Tuan Dimitri di Negeri orang tidak ada aatupun yang tahu Tuan Dimitri pria yang seperti apa. Bahkan Nyonya Rosaline hanya bisa berdo'a agar Tuan Dimitri tidak mengikuti sifat Tuan Dovid yang suka bermain wanita. Hal yang semakin diluar kendali Nyonya adalah saat Tuan Muda menolak balik ke tanah air walau sudah menyelesaikan pendidikannya. Kami tidak tahu dimana dia bekerja dan apa posisinya, bahkan hingga sekarang dari mana Tuan Muda mendapatkan semua ini kami juga tidak tahu. Apa Taun Dimitri bekerja sesuatu yang halal?'' tanya Bibi yang membuat Daniel tersenyum dan emnganggukkan kepalanya paham.


"Saya tidak akan menjelaskan banyak perihal ini Bibi. Tapi Tuan Muda tidak melakukan sesuatu yang dilarang Agama maupun Negara. Semua yang dilakukan oleh Dimitri adalah pekerjaan halal. Mengenai perilaku pada perempuan, Ayu adalah perempuan pertama yang beruntung bisa bertemu dan diperlakukan layaknya Ratu bahi Dimitri. Dimitri adalah pria yang cuek dan tidak mau tahu, meski berwajah tampan tapi wanita tidak ada yang berhasil mendekatinya. Dia memasang tembok yang tinggi untuk hatinya, sepertinya pernikahan Nyonya dan Tuan besar telah memberi banyak luka hingga trauma bagi Dimitri..." Daniel menghentikan bicaranya sebentar.


"Saya tidak tahu banyak apa yang terjadi pada kehidupan Dimitri sebelum kuliah. Tapi saya melihat kehidupan Dimitri selama kuliah dan hingga sekarang bekerja, semuanya bukan perjalanan yang mudah. Jadi saya yakin apa yang Bibi khawatirkan tidak terjadi," kata Daniel yakin.


Perjalanan yang panjang akhirnya terlalui juga. Dimitri dan yang lainnya telah tiba dikediaman yang memang disediakan untuk Dimitri dan keluarga kecilnya.


"Waaahhh, Mas ini besar sekali. Kenapa kita tidak menginap di hotel saja? Mengapa kita harus menempati rumah megah begini? Apa tidak menghabiskan dana yang begitu banyak?'' tanya Ayu pada Dimitri.


''Ssssst... Sudah tidak perlu dikhawatirkan. Ini semua bukan Mas yang persiapkan, Mas punya teman disini. Beliau menyewakan ini pada para turis yang datang luar negeri, jadi karena teman dekat dia menawarkan Mas untuk menggunakannya karena memang sedang tidak ada yang booking." kata Dimitri santai.

__ADS_1


''Ya Allah, Bos sampe kapan kamu bohong terus begini. Lagi pula tidak ada salahnya kamu katakan yang sebenarnya karena mereka adalah keluargamu." kata Daniel dalam hatinya.


Setibanya didalam rumah ke empatnya dijamu dengan begitu istimewa.


"Sayang, kamu istirahat dulu aja atau mau lihat-lihat ke sekitar juga boleh. Aku harus pergi bersama Daniel dan mungkin saja pulangnya akan malam. Tapi kamu siap-siap, malam ini kita akan menginap di Rumah sakit tempat Mama dirawat. Ngak papakan aku malah ajak kamu nginap di rumah sakit?'' tanya Dimitri pada Ayu.


"Mas, Mama kamu juga Mama aku. Jadi sudah seharusnya Mas," kata Ayu.


"Oh iya Mas, perkara pernikahan dengan Papa Dovid..." perkataan Ayu terhenti karena Dimitri menghentikan kalimat sang Istri dengan meletakkan telunjukkan dimulut sang Istri.


"Sayang dengar! Semuanya sudah berlalu jadi biarkan saja. Yang lalu biarlah berlalu, sekarang yang bisa kita tata hanyalah masa depan. Kita akan berjalan beriringan menata masa depan kita," kata Dimitri pada Ayu.


"Terima kasih Mas." kata Ayu dan memeluk erat sang Suami.


Beberapa jam kemudian


Saat ini keduanya tengah berjalan beriringan memasuki ruang rawat Nyonya Rosaline. Saat memasuki, Nyonya Rosaline tampak segar setelah mandi dan perawat tengah menyisir rambutnya.


"Assalamu'alaikum Mama. Mama apa kabar?" tanya Dimitri yang langsung mengecup pipi sang Mama.

__ADS_1


"Mama ini Ayu, Menantu Mama." kata Ayu mengusap tangan Mama yang bebas.


Mama tidak menjawab ataupun mengutarakan sesuatu karena memang belum ada perubahan signifikan dari Mama. Karena ini baru 3 hari dirawat disana.


__ADS_2