Mencuri Pengantin Ayahku

Mencuri Pengantin Ayahku
Belanja Online


__ADS_3

Pagi harinya Dimitri juga tidak pergi lebih awal seperti biasa, saat ini masih pukul lima pagi dan Dimitri tengah membaca al-qur'an bersama dengan Ayu. Entah mengapa Ayu seperti menemukan banyak hal baru dari sang Suami. Ternyata kata-kata 'Don't judge book by its cover' itu benar adanya. Dimitri adalah kelas pria sibuk di kota metropolitan tapi memiliki kebiasaan yang membuat Ayu merasa dirinya sangat rendah dan tidak ada apa-apanya dibandingkan sang Suami.


Ayu masih malas mengerjakan ibadah sunnah dan hanya termotivasi saat sang Suami yang pulang sudah seperti petapa turun gunung jarang-jarang sekali.


"Mas, kamu mau kemana?" tanya Ayu saat melihat sang Suami masih sarungan malah keluar rumah.


"Mau cari sarapan Yang, sambil lihat-lihat suasan sekitar." kata Dimitri pada sang Istri.


"Aku ikut ya.." kata Ayu yang langsung memasang sendalnya sedangkan Ayu hanya menggunakan hotpant dan baju kaus kebesaran yang bahkan tidak sanggup menutupi sejengkal pahanya. Ya Allah apakah harus hari ini? Apakah harus hari ini dia mengatakan jika dia tidak nyaman jika miliknya terlihat oleh banyak pria diluaran sana? Dia idak posesif bukan? Ayu adalah istrinya, apapun yang Ayu lakukan maka dia akan ikut andil dalam menimati dosanya. Dosa kok dinikmati yang dinikmati mah bubur ayam buat sarapan, ya ngak?


"Sayang boleh Mas bicara sebentar? Kita tunda dulu ya keluarnya, Mas boleh minta tolong buatkan teh hangat dan roti bakar isi strawberry. Boleh?" tanya Dimitri dan dengan semangat Ayu mengiyakan.


Setelah Ayu berlalu ke dapur, Dimitri mengusap dadanya lega.


"Selamat... selamat, Ya Allah, Dek.. kamu itu gimana coba? Mas itu ngak rela kalau kamu itu pakai baju kayak gitu keluar rumah. Cukup buat Mas aja  kamu pakaiannya kayak gitu," kata Dimitri lirih.


Tidak lama kemudian Ayu datang dengan segelas teh hangat dan roti panggang dinampan yang dibawanya.


"Mas, ayo kita sarapan. Hmmm padahal aku sudah bahagia Mas mau keluar setidaknya bisa menghirup udara pagi bareng dengan Suami tercinta." kata Ayu yang membuat Dimitri tersenyum.


"Sayang kamu jangan marah, sebenarnya da yang Mas ingin katakan sama kamu. Hmmm, harus bicara dari mana ya," kata Dimitri merasa bingung sendiri.


"Mas ingin bicara apa? Aku akan mendengarkannya dengan baik." kata Ayu duduk dengan manis disamping sang Suami.

__ADS_1


"Sayang, sebenarnya Mas tidak ingin memaksa kamu untuk mengenakan hijab tapi jujur saja Mas tidak rela saat kulitmu yang indah terpapar diluar tanpa penutup. Mas ngak ikhlas Sayang,Mas cemburu melihat Istri Mas yang cantik mengenakan baju yang begitu indah yang seharusnya hanya bisa Mas lihat dikamar kita." kata Dimitri lugas.


Ayu tidak beraksi, dia tertegun dengan segelas teeh ditangannya, dia speechless saat mendengar larangan sang Suami. Namun disisi lain ada rasa lega dihatinya karena Dimitri memintanya untuk menutup aurat.


"Mas mau menemaniku belanja baju-baju muslimah yang cantik? Aku tidak keberatan jika harus mengenakan hijab. Sebenarnya niat dihati sudah lama ada namun tidak berani merealisasikan. Aku takut aku tampak jelek dan tidak lagi menaik perhatian kamu Mas." kata Ayu yang membuat Dimitri melongo tapi tidak lama karena setelahnya Dimitri mengangguk setuju untuk menemani sang Istri untuk membeli pakaian.


"Baiklah, hari ini Mas akan pulang lebih awal. Nanti kita akan belanja setelah waktu ashar, bagaimana?" tanya Dimitri.


"Oke!" kata Ayu.


Pagi itu Dimitri mengerjakan sema pekerjaannya dengan cepat, belum lagi jadwal meeting yang bertubi-tui layaknya spam chat dari mantan minta balikan. Memusingkan tapai Dimitri berusaha untuk menikmatinya.


"Hi Tuan Osborn! Kau masih ada jadwal meeting lagi, dengan dua kolega lagi. Dari Amerika dan Jepang,  dengan sangat terpaksa kau tidak bisa pulang setelah ashar ini. Kau akan bisa pulang setelah dua pertemuan dengan kolega kita yang berpengaruh ini. Paling cepat siapnya jam 6 sore dan jika ada kendala tidak terduga terpaksa harus sampai pukul 8 malam." kata Daniel membuat bahu Dimitri meluruh.


"Baiklah, aku bisa apa jika sudah begitu. Aku harus mengabari Istriku dulu. Aku sudah terlalu sering mengecewakan dirinya." kata Dimitri lelah dengan keadaan.


"Ok stop! Kepalaku sudah pening!" kata Dimitri yang langsung menghubungi sang Istri.


"Assalamu'alaikum Sayang," kata Dimitri dengan lirih.


"Walaikumussalam Mas, kita jadikan pergi? Aku sudah siap, kamu sudah sampai mana?" tanya Ayu dengan suara sangat bahagia dan wajah yang berbinar bahagia.


"Sayang maaf... aku..." perkataan Dimitri terpotong oleh perkataan Ayu.

__ADS_1


"Mas, meski aku kecewa tapi dengan kamu memberi tahuku jika memang ada sesuatu yang sangat membutuhkan dirimu maka aku tenang Mas. Kau tenang saja, aku tidak akan keluar rumah sebelum kita belanja baju yang lebih tertutup dan sesuai dengan keiinginanmu. Sekarang, Suamiku yang tampan fokuslah bekerja aku akan menunggu dirimu pulang." kata Ayu dengan suara yang masih tetap dijaga ceria.


"Terima kasih Sayang, maaf karena lagi-lagi malah mengecewakan dirimu. I love you!" kata Dimitri sebelum menutup panggilan teleponnya.


"I love you more," kata Ayu dengan suara pelan dan mata yang terlihat sendu. Karena lagi-lagi dia harus gagal pergi bareng sang Suami. Padahal Ayu sudah mengenaikan gamis yang begitu bagus lengkap dengan hijab yang membuatnya tampil lebih menawan. Ya sebenarnya Ayu membelinya tiga helai melalui online dan dekat dengan posisi rumah hingga bisa langsung sampai ke rumah. Yang mengambilnya juga bukan Ayu melainkan Bibi Hanum karena Ayu khawatir jika yang engantarkannya dalah seorang laki-laki.


Karena terlalu kesal dan badmood, Ayu mengambil ice cream yang ada didalam kulkas di ruang keluarga dan memilih menonton drama kolosal China tanpa menggantikan pakaiannya.


"Loh, ngak jadi pergi Nak?" tanya Bibi.


"Ngak jadi Bi, Mas Dimitri sibuk terpaksa ditunda dulu. Jadi lebih baik nonton drama China," kata Ayu lempeng.


Bibi hanya tersenyum lalu berlalu kelaura untuk membangkitkan jemuran, karena hari sudah hampir hujan.


Waktu terus berlalu hingga sekarang pukul 6 sore dan Ayu tidak mandi lagi karena sudah mandi saat waktu ashar karena Dimitri mengajaknya keluar. Namun rencana tinggal rencana karena semuanya tidak berlangsung sesuai dengan rencana.


"assalamu'alaikum," salam seseorang yang hanya dijawab dengan lesu oleh Ayu tanpa melihat.


Sedangkan Dimitri merasa hatinya menyejuk saat melihat penampilan sang Istri yang tampak begitu menawan dengan busana muslimah dan surprise untuk Dimitri karena Ayu mengenakan hijab syar'i yang lebar dan semakin menguarkan pesona keanggunannya.


"Sayang, kamu beli baju keluar sendiri?" tanya Dimitri memeluk sang Istri dari belakang.


"Loh Mas sudah pulang? Kok aku tidak sadar?" tanya Ayu bingung.

__ADS_1


"Kamu masih belum menjawab pertanyaan Mas, Sayang. Apakah kamu membeli pakaian ini sendiri?" tanya Dimitri.


"Iya Mas, aku beli via online karena Mas ingin aku keluar pakai kerudung makanya aku mencari toko busana muslimah terdekat dan langsung melakukan pesan antar," kata Ayu yang semakin membuat Dimitri senang.


__ADS_2