Mencuri Pengantin Ayahku

Mencuri Pengantin Ayahku
Kondisi Rosaline


__ADS_3

Pagi ini Dimitri masih bergelung dikasurnya, Ayu sudah melepaskan diri secara perlahan. Ayu sedang merawat tanaman mawar dan juga tanaman hijau yang memenuhi rumahnya.


Ya kediaman Dimitri penuh dengan tumbuhan hijau yang membuat suasana didalam rumah itu terasa menyejukkan.


"Nak, mau dibuatkan sarapan apa?" tanya Bibi begitu menghampiri Ayu yang tengah menggunting beberapa daun yangbsudah menguning di ruang keluarga.


"Bibi belanja saja dulu ke pasar. Nanti biar aku yang masak," kata Ayu pada Bibi, dan Bibi hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Ini daftar yang harus dibeli Bi, oh iya Bi perginya ngak usah naik kenderaan umum. Nanti naik taxi online saja," kata Ayu pada Bibi.


"Iya Nak," kata Bibi dan berlalu dari sana.


Setelah merapikan tanaman, Ayu merapikan rumah dan memanggang roti selai cokelat. Membuat susu hangat dan mengantarkan ke dalam kamarnya.


Ternyata Dimitri masih betah dipembaringannya. Sepertinya sang Suami sempat terjaga karena laptopnya telah dimatikan dan tertata rapi dimeja kerja.


Ayu naik keatas ranjang setelah meletakan susu dan roti dinakas samping tempat tidur.


Cup


Ayu mengecup pipi Dimitri yang masih tertidur lelap. Ini sudah jam 9.30 pagi, karena itu Ayu sangka Dimitri telah terbangun namun rupanya Ayu salah tanggap.


"Aaaaaaaaa," pekik Ayu begitu tubuhnya oleng dan dibawa kedalam pelukan Dimitri.


"Sayang, ini sudah jam berapa?" tanya Dimitri masih dengan mata terpejam.


"Sudah jam 9.30 pagi Mas," kata Ayu gugup dalam pelukan Dimitri.


Perlahan Dimitri membuka matanya, melihat kearah Ayu yang tengah menatap lekat wajahnya.


"Jangan terlalu lama menatapku, nanti kamu jatuh cinta," kata Dimitri dan semakin mengeratkan pelukannya pada Ayu.


"Mas, aku masih harus mengerjakan pekerjaan rumah diluar," kata Ayu.

__ADS_1


"Sudah biarkan begini sebentar, lagi pula ada Bibi yang akan mengerjakan tugas rumah. Kamu tenang saja," kata Dimitri semakin mendekap sang Istri.


"Mas tidak bekerja hari ini?" tanya Ayu karena bagaimanapun hari ini adalah hari jum'at dan masih hari kerja.


"Aku ambil cuti dulu, rasanya kepalaku sakit dan aku ingin di rumah hari ini bersamamu Sayang." kata Dimitri.


Tidak lama kemudian Dimitri kembali terlelap, saat sang Suami terlelap Ayu melepaskan diri secara perlahan. Setelahnya Ayu pergi keluar dan bertepatan Bibi baru saja pulang dari pasar.


"Kita masak apa kali ini Nak?" tanya Bibi pada Ayu.


"Yang simple saja Bi. Bagaimana kalau kita bikin ayam bumbu dan juga sayur sup?" tanya Ayu pada Bibi dan Bibi mengiyakan seraya tersenyum.


Dalam diamnya saat memnantu Ayu memasak Bibi memikirkan sang Nyonya majikan.


"Jika Nyonya Rosaline sembuh pasti dia akan lebih bahagia lagi saat melihat Dimitri mendapat pendamping hidup yang tepat seperti Ayu. Bukan hanya sabar tapi juga sangat pandai mengurus rumah terutama memasak. Nyonya harus cepat sembuh, Den Dimitri pasti sangat membutuhkan Nyonya. Terlalu banyak ketidak adilan yang terjadi saat Nyonya tidak berdaya di kursi roda.


Sedangkan dibelahan bumi yang lain. Rosaline tengah melakukan terapi bersama seorang Dokter ahli dan didampingi oleh orang kepercayaan Dimitri.


Setelah 3 jam terapi dilakukan, sekarang Nyonya Rosaline kembali ke ruangan rawatnya.


"Bagaimana kondisi Nyonya Rosaline Dokter?" tanya Mr Bai yang menjadi orang kepercayaan Dimitri.


Dokter menghela nafas kasar, kondisi yang dialami Nyonya Rosaline sebenarnya tidak terlalu membahayakan jika saja mendapat penanganan lebih awal. Namun sungguh disayang, sekarang kondisi Nyonya Rosaline tidak sebagus yang diharapkan.


"Sebenarnya saya harus bicara halnini dengan Mr Dimitri. Apa saya bisa bicara dengan beliau?" tanya Dokter yang menangani Nyonya Rosaline.


"Sedari tadi saya menghubungi beliau tapi belum ada tanggapan Dokter. Sepertinya beliau sedang sibuk," kata Mr Bai kepada Dokter yang menangani Nyonya Rosaline.


"Baiklah, mungkin nanti bisa Kau sampaikan pada Mr Dimitri. Kondisi Nyonya Rosaline saat ini sangat parah dan diluar dugaan. Bebarapa hati yang lalu saat berdiskusi dengan Mr Dimitri secara langsung aku mengatalan Nyonya mungkin akan sembuh dalam waktu 3 bulan. Tapi melihat yang terjadi sekarang mungkin Nyonya bisa sembuh ketika menghabiskan waktu 1 tahun. Karena bukan hanya kelumpuhan yang Nyonya derita tapi juga kelumpuhan yang disengaja," kata Dokter yang membuat Mr Bai terdiam.


"Apa maksud Dokter dengan kelumpuhan yang disengaja?" tanya Mr Bai bingung.


"Selama mengalami lumpuh bertahun-tahun, Nyonya Rosaline disuntikkan racun yang bisa mematikan saraf-saraf pentingnya. Tapi sekali lagi keajaiban Tuhan yang menolong Nyonya Rosaline karena masih bisa bertahan hingga saat ini. Jadi bukan hanyabterapi tapi kita juga harus memulihkan kesehatan Nyonya Rosaline dari racun yang diterima tubuhnya," kata Dokter yang membuat Mr Bai menganggukkan kepalanya mengerti.

__ADS_1


"Baiklah, untuk saat ini tidak ada yang ingin aku sampaikan. Hanya perkara tadi yang ingin aku sampaikan. Aku akan memeriksa kondisi Nyonya Rosaline nanti sore jam 4." kata Dokter dan berlalu dari sana.


Bai memandang jauh kedepan, hubungannya dengan Dimitri tidak terjalin satu tahun atau dua tahun. Tapi sangat lama, sejak Dimitri kuliah bersama denganya. Dia tahu pasti jika keinginan Dimutri untuk sukses selalu didorong oleh sang Ibu yaitu Nyonya Rosaline. Dimitri pasti akan sangat murka jika tahu sang Ibunda bukan hanya dicelakai hingga lumpuh tapi juga disengaja untuk dijadikan lumouh selama bertahun-tahun.


Tepat pukul 10.30 Dimitri terbangun dan langsung mandi. Dia tidak mungkin mempertahankan karakter pemalasnya walau seletih apapun dia.


Dimitri segera bangkit untuk membersihkan dirinya dan segera sholat sunnah dhuha.


Ayu yang sudah selesai memasak memasuki kamarnya dan wajahnya tersenyum meneduhkan saat menyadari sang Pujaan hati tengah menemui Tuhannya melalui do'a. Tidak ingin kalah dengan sang Suami, Ayu segera berlalu ke kamar mandi untuk berwudhu dan mengerjakan 4 rakaat dhuha.


Selesai sholat, Ayu mendapati Dimitri tengah membaca al-qur'an. Ayu menunggu hingga Dimitri selesai.


"Kamu dari mana tadi?" tanya Dimitri begitu selesai dengan ritual paginya.


"Aku measak ayam bumbu dan juga sayur sup. Mas suka?" tanya Ayu lagi.


"Aku pemakan segalanya sayang, tidak ada pantangan." kata Dimitri yang membuat Ayu tersenyum.


"Ayo kita makan Mas," kata Ayu saat Dimitri sudah selesai merapikan sejadahnya.


"Kamu pergilah keluar lebih awal nanti Mas menyusul." kata Dimitri yang diiyakan oleh Ayu.


Selepas Ayu pergi Dimitri menyadari ada banyak panggilan dari Bai Ling Xiau yang menemani sang Ibu ke Jerman. Segera Dimitri mengubunginya untuk menanyakan perihal apa yang terjadi dengan sang Ibunda.


Tangan Dimitri mengepal erat saat mendengar penjelasan dari Bai Ling Xiau mengenai Ibunya. sakut hati yang sudah lama dia pendam seakan sekarang bertambah besar hingga infeksi.


"Lakukan yang terbaik, pastikan Mama mendapat perawatan yang terbaik. Lakukan apapun yang perlu jika memang dibutuhkan," kata Dimitri yang diiyakan oleh Bai Ling Xiau.


Dimitri duduk mencoba meredakan emosinya. Tidak Dovid tidak bisa dimaafkan lagi, dia bisa saja membunuh Dovid melalui orang suruhannya jika memang ingin. Tapi Dimitri tidak ingin menambah dosa saat dia sendiri adalah manusia bergelimang dosa.


"Aku harus menyerahkannya pada pihak yang berwajib. Akunharus menghubungi Leo dan Dimas." kata Dimitri.


"Maaf Pa, bukan inginku begini tapi Papa sudah keterlaluan dan Papa harus membayar semua yang Papa lakukan pada Mama." kata Dimitri menatap tajam ke depan.

__ADS_1


__ADS_2