Mencuri Pengantin Ayahku

Mencuri Pengantin Ayahku
Manis Banget


__ADS_3

Dovid sibuk menikmati minuman kerasnya dengan sisa uang yang selama ini dia gelapkan dari modal produksi perusahaan yang dia gelapkan.


"Malam ini kita semua berpesta ria, semuanya aku yang traktir!" teriak Dovid yang disambut sorak-sorai oleh orang-orang yang disekitarnya dengan tawa bahagia.


"Hei Dovid! Kamu bukannya sudah bangkrut? Bahkan prusahaan kebanggan keluarga Osborn saja sudah tidak lagi dalam kepemilikan Dirimu. Bagaimana mungkin kau bisa menikmati hari dengan berfoya-foya begini?" tanya Eric salah satu teman Dovid yang tingkahnya tidak jauh berbeda dengan Dovid.


Rata-rata teman terdekat Dovid bukanlah orang yang benar, kebiasaan dan hobi mereka sama. Menghambur-hamburkan uang untuk minuman, wanita dan juga meja judi. Tentu setiap orang dari mereka punya pion tersendiri. Jika Eric dia memiliki Kakak laki-laki yang kaya raya dan pekerja keras. Walau sudah sering ditegur oleh sang Kakak tapi tenang saja Sang Mama selalu menjadi garda terdepan yang membela setiap kesalahannya.


Bagi sang Mama walau Eric sudah berusia 40 tahun, Eric tetaplah Anak bungsu kesayangannya yang tidak bisa dia abaikan begitu saja.


"Oh ayolah Eric! Meski aku telah kehilangan semuanya tapi aku tidak bodoh dengan membiarkan semuanya hilang tanpa sisa untuk diriku sendiri. Aku sudah menyiapkan cukup tabungan agar aku bisa bersenang-senang dalam jangka waktu yang lama. Jikapun habis, aku masih punya Anak kesayanganku Dimitri dia cukup berguna karena punya Istri yang cantik dan bisa digunakan untuk mencari uang. Anak dan Ayah biasanya tidak akan jauh berbeda. Dimitri tidak sama dengan Rosaline yang kaku dan hanya terpaku pada dunia kerja. Bahkan Dimitri menghamili calon Istriku Ayu jadi pastinya dia juga tidak keberatan mengorbankan Ayu untuk kebahagiaanku dan dirinya. Hahahahahaha," tawa Dovid menggelegar diruangan itu diikuti oleh teman-temannya yang lain.


"Kau memang teman sejatiku Dovid. Kau benar sekali setiap Anak pasti tidak akan jauh berbeda dengan Ayahnya. Aku sangat menunggu saat-saat Dimitri menunjukkan belang aslinya ke hadapan umum." kata Eric yang diangguki oleh Bayu.


"Sudah ayo kita lanjutkan pestanya!" teriak Dovid semangat.


Sementara itu dikediaman Dimitri, Dimitri tengah berenda dengan air hangat yang disiapkan oleh sang Istri untuk membuatnya merasa nyaman dan menghilangkan letih ditubuhnya setelah beraktifitas seharian.


Selesai menikmati waktu berendamnya Dimitri keluar dari bak mandi untuk menyelesaikan mandinya. Setelah Dimitri keluar dari kamar mandi, baju tidur untuk Dimitri sudah tertata rapi diatas kasur lengkap dengan pakaian dalamnya.


"Ya Allah, beginikah rasanya punya Istri?" tanya Dimitri pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Saat Dimitri akan mengamil bajunya pintunya terbuka dan Ayu datang dengan nampan yang berisi makanan serta susu hangat untuk Dimitri.


"Mas belum makankan? Makanya aku bawakan nasi sup dan juga susu hangat, Mas makan dulu ya setelah ganti baju. Kalau gitu Ayu keluar dulu," kata Ayu pada Dimitri.


"Sayang ngak usah keluar dari kamar, disini aja. Mas bisa ganti walaupun kamu didalam, kita ini suami istri," kata Dimitri mengusap rambut panjang sang Istri.


"Mas...." kata Ayu dipotong oleh Dimitri dan pria tampan itu segera menggantikan pakaiannya dihadapan Ayu yang membuat Ayu sontak membalikkan tubuhnya.


"Sudah selesai," kata Dimitri yang malah memeluk Ayu dari belakang.


"Mulai sekarang kamu harus membiasakan diri jika Mas menggantikan pakaian di kamar ini walaupun ada dirimu. Kamu udah makan?" tanya Dimitri menarik Ayu kedalam pangkuannya hingga sekarang tubuh Ayu menegang dipangkuan Dimitri.


"Baiklah karena Istriku yang cantik sudah capek menyiapkannya maka aku tidak boleh melewatkannya bukan?" tanya Dimitri mengedipkan matanya pada Ayu dan Ayu hanya bisa menganggukkan kepalanya kikuk.


Dimitri makan dengan lahap dan sangat menikmati masakan Ayu. Tidak lama setelah Dimitri makan malam, Dimitri langsung mengambil laptopnya kembali karena memang ada beberapa hal yang belum dia selesaikan.


"Masih banyak kerjaan Mas?" tanya Ayu mendekatkan dirinya pada Dimitri yang masih berkutat dimeja karjanya dengan laptopnya.


"Masih lumayan Ayu, jika kamu sudah mengantuk tidurlah lebih awal. Nanti Mas menyusul," kata Dimitri yang tidak mampu dibantah oleh Ayu bagaimanapun ini adalah kali pertamanya Dimitri bermalam dikediaman mereka. Ayu tidak ingin Dimitri sampai merasa tidak betah dan kembali melakukan hal yang dilakukan oleh sang Suami selama dua bulan belakangan.


Ya Ayu tidak sepenuhnya percaya pada alasan yang dikatakan oleh Dimitri mengenai kesibukan pria itu. Tentu saja ketidak percayaan Ayu bukan tanpa alasan, pernikahan mereka tanpa cinta dan dadakan. Yang saling cinta saja bisa mengkhianati apalagi pernikahan tanpa cinta bukan? Malam kian larut memaksa Ayu untuk masuk ke alam mimpinya karena sudah tidak lagi mampu menahan kantuk.. Ayu terlelap dengan pikiran yang sibuk menemaninya.

__ADS_1


Ayu terbangun dari tidurnya saat jam menunjukkan pukul 4.30 pagi, Ayu merasa benda erat menghimpit tubuhnya. Ayu mengedarkan pandangannya dan barulah dia menyadari jika Dimitri tengah mendekapnya laksana guling.


Menyadari sang Suami mendekap tubuhnya erat, Ayu mengusap perlahan wajah tampan sang Suami. Ada rasa bahagia begitu menyadri jika Dimitri menolak untuk tidur lebih awal karena memang tengah banyak pekerjaan. Karena meja kerja sang Suami masih berantakan dan laptop yang masoh menyala lengkap dengan angka-angka  menemaninya memperindah suasana tampilan meja kerja sang Suami.


"Apa kamu baru saja tertidur Mas? Sebenarnya seberapa banyak pekerjaanmu? Bukankah kamu hanya pegawai? Mengapa pegawai sampai mengorbankan begitu banyak waktu untuk bekerja? Bahkan kamu juga mengorbankan perusahaan keluargamu tanpa bisa berbuat apa-apa dan memilih bekerja pada orang lain," lirih Ayu dengan suara sangat pelan.


Pelan tapi pasti Ayu mengankat tangan sang Suami untuk dipindahkan karena Ayu ingin menunaikan sholat. Saat Ayu mengalihkan tangan Dimitri rupanya pria tampan itu telah terbangun. Tapi memilih untuk kembali memeluk Ayu dengan erat.


"Biarkan begini sejenak Sayang, Mas sangat mengantuk..." kata Dimitri dan membuat tubuh Ayu membeku karena Dimitri mengatakannya tepat ditelinga Ayu sehingga membuat wanita cantik itu meremang.


Setelah 30 menit berlalu dan masuk waktu subuh, Ayu mengalihkan tangan sang Suami pelan-pelan dan berhasil. Ayu berlalu berwudhu ke kamar mandi, setelah selesai berwudhu ternyaa Dimitri sudah didepan kamar mandi dengan mata terpejam.


"Yang kalau udah waktu subuh tolong tetap bangunin aku walau aku baru tidur. Nantikan bisa bobo lagi setelah sholat Sayang," kata Dimitri yang membuat Ayu speechless.


Setelahnya keduanya sholat berjemaah karena memang sudah masuk waktu sholat bahkan sudah lewat 15 menit. dari iqamah.


Setelah selesai sholat Dimitri kembali ke kasurnya tercinta karena memang Putra dari Dovid itu baru tertidur saat jam 4 pagi.


"Sayang, ngak usah masak. Temenin aku tidur ngantuk banget..." kata Dimitri tanpa bisa dibantah oleh Ayu.


"Ternyata begini kalau kamu tidak sepenuhnya sadar Mas, manis banget..." kata Ayu dengan suara kecil.

__ADS_1


__ADS_2