Mencuri Pengantin Ayahku

Mencuri Pengantin Ayahku
Kesibukan Dimitri


__ADS_3

"Ya tapi tidak semua wanita itu sama Mas Daniel. Jadi Mas Daniel tidak boleh purus asa begitu, bagaimana pun Mas Daniel ngak mungkin hidup sendiri hingga akhir." kata Ayu.yang disetujui oleh Dimitri.


"Sudahlah, nanti kalau memang sudah masanya pasti Allah pertemukan dengan manusia yang tepat. Sekarang aku ingin menikmati masa lajangku. Berbisnis keberbagai negara menjadi ajudan Tuan Dimitri yang menyebalkan." kata Daniel yang membuat Dimitri kesal sendiri.


Setelahnya Dimitri dan Jihan berpisah karena Dimitri harus rapat dan Jihan kembali ke kamarnya yang ada di kantor Dimitri.


Tangan Jihan asik pada ponsel pintarnya untuk membaca cerita. Dia mengamati dengan seksama bagaimana pola pembuatan cerita hingga mendapatkan banyak pembaca.


"Ada yang dipromosiin habis-habisan ada juga yang nulis dan setelahnya tunggu nasib saja? Wah semuanya punya caranya masing-masing tapi memang paling enak menulis diplatform berbayar. Setidaknya bisa nambah uang jajan." gumam Jihan.


"Bosan juga cuma membaca," kata Jihan dan berlalu keluar dari kamar itu.


Wanita muda itu berjalan ke arah jendela besar disamping meja kerja Dimitri. Dari ketinggian kantor yang begitu mewah Ayu bisa melihat begitu indah pemandangan di bawah sana jika dilihat dari ketinggian.


"Hmmm, sangat-sangat mencuci mata. Pasti jika dilihat pada malam hari jauh lebih indah lagi.'' kata Ayu pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Berdiam diri menikmati keindahan kota, hingga terpikir oleh Ayu untuk meminta dibelikan laptop oleh sang Suami. Bukan apa-apa, dia membutuhkan laptop untuk mempermudahnya mengetik. Ya Ayu sudah memutuskan kalau dia akan menulis cerita fiksi sebagai pengisi waktu luang agar dia mati kebosanan jika sang Suami sibuk bekerja.


"Dari pada aku bekerja dengan orang lain, yang kalau salah malah dibentak-bentak, mending membuat usaha sendiri. Tidak ada yang memarahi dan juga tidak ada yang memberikan target harus segini ataupun segitu." kata Ayu.


Sementara itu Dimitri baru saja menyelesaikan rapat dengan para staff perusahaannya. Setelah ini dia masih akan punya jadwal di Restoran yang telah ditetapkan oelh Mr Lee.


"Daniel, aku akan pergi ke ruanganku dulu sebelum kita berangkat ke luar." kata Dimitri dan Daniel mengiyakan.


Setibanya di ruangan Dimitri dia melihat sang Istri tengah menonton televisi yang ada di ruangan kerjanya.


"Tidak Sayang, Mas masih ada rapat dengan clien diluar. Oh iya kamu mau ikut atau ingin dibelikan sesuatu?" tanya Dimitri pada Ayu.


"Aku tidak ingin ikut Mas, aku mau disini saja. Nanti kalau Mas sudah selesai langsung balik kesini kan?" tanya Ayu pada Dimitri dan Dimitri menganggukkan kepalanya mantap.


Setelahnya Dimitri berlalu dari sana sedangkan Ayu tenggelam dalam drama China yang tengah ditonton olehnya. Dia tidak ingin membuang energi dengan menonton sang Suami bekerja. Karena terlalu lama menonton Ayu merasa haus, dia membuka kulkas yang ada di ruangan kerja sang Suami.

__ADS_1


"Wah... Ternyata banyak sekali ice cream. Apa Mas Dimitri pecinta makanan manis? Tapi sepertinya tidak. Sejauh ini aku tidak pernah melihatnya memakan makanan manis saat tengah bersamaku. Mungkinkah Suamiku memakan makanan manis saat tidak bersamaku? Mungkin saja, namanya juga sibuk bekerja pastinya terkadang dia punya sesuatu yang membuat moodnya berantakan. Mas aku minta satu ya.. Buat kamu ini kebanyakan ngak baik nanti giginya sakit!" kata Ayu berkata sendirian.


Saat didrama pemeran utama wanita sudah memiliki seorang Anak berusia 4 tahun, anaknya terlihat manis dan menggemaskan membuat Ayu mengelus  perutnya yang masih datar dan pandangannya menyendu.


"Kapan aku bisa jadi Mama? Mas Dimitri selalu sibuk bahkan untuk pergi periksa ke Dokter saja dia tidak punya waktu... Huft sabar, aku tidak ingin waktunya yang hanya seupil malah habis karena berdebat denganku." kata Ayu pada dirinya sendiri.


Sementara itu Dimitri masih memiliki perbincangan yang alot dengan pengusaha asal Korea Selatan yang dipanggilnya dengan sebutan Mr Lee itu. Berkat kelihaian dan bakat negosiasi yang Dimitri miliki kerja sama itu berhasil disepakati.


Setelah Mr Lee pergi Dimitri dan Daniel bisa menghela nafas lega.


"Hari ini sungguh jadwl yang sangat padat. BTW kamu boleh langsung pulang, kita tidak ada jadwal lagikan?" tanya Dimitri saat melihat waktu sudah pukul 7 waktu setempat dan langit sudah sangat gelap.


"Iya hari ini jadwal bersama Mr Lee adalah yang terakhir... Apakah mau mengajak Nyonya Muda berkencan?" tanya Daniel dan Dimitri mengangguki dengan senyuman manisnya.


"Mumpung sekarang waktu kerja sedikit longgar dan juga langit banyak bintang menunjukkan jika tidak turun hujan jadi lebih baik aku pergi berkencan untuk mengenali sosok Istriku lebih dalam." kata Dimitri yang diangguki oleh Daniel.

__ADS_1


__ADS_2