Mengagumimu Dalam Diam

Mengagumimu Dalam Diam
Bab 9 ( Bus )


__ADS_3

Jangan lupa Like sebelum membaca.


Happy Reading ..


_________________________________


Aslin yang melihat keluarganya mulai meninggalkan meja makan untuk menuju kamar masing-masing, Aslin bangun dari duduknya untuk menuju meja makan, sejujurnya dia sudah lapar dari tadi siang karna dia belum makan walau tadi dia sudah makan dirumah panti tapi dia hanya makan sedikit mengingat mereka juga kesusahan untuk makan.


Aslin mulai melihat makanan apa saja yang masih tersisa dibeja makan, dia menghela nafas setelah melihat hanya ada 1 telur yang masih tersisa dengan sedikit nasi, dia duduk disalah satu bangku dan mengambil makanan yang masih tersisa untuk dia makan.


5 menit kemudian setelah selesai makan dia mulai membersihkan meja makan seorang diri karna semua pembantu dirumahnya pasti sekarang sedang makan jadi tidak ada yang akan membantunya, dia mulai membawa piring kotor kearah dapur untuk untuk dia cuci.


Selesai mencuci piring Aslin menuju kamarnya menaiki satu-persatu anak tangga, diujung tangga Aslin Tak sengaja ketemu dengan sang kakak yaitu MUHAMMAD FAUZAN IKHWAN yup sang ketua osis disekolah tempat dia menuntut ilmu adalah kakak pertamanya, tidak ada yang tau tentang itu bahkan jika mereka berada di lingkungan sekolah seakan mereka tak saling mengenal begitupun dengan dirumah bahkan untuk menegus sapapun tidak perna.


Aslin berhenti dihadapan Fauzan yang menatapnya dengan tajam sungguh Aslin tidak sanggup ditatap seperti itu oleh kakaknya yang dia sayang walau kakaknya itu tidak perna menyayanginya.


" Jangan perna loe kasih tau siapapun kalau loe itu adik gue " ucap Fauzan dengan tatapan tetap lurus kedepan.


Aslin yang mendengar perkataan kakaknya yang awalnya menunduk langsung mengangkat wajahnya melihat wajah kakaknya yang berada dihadapannya dengan perasaan terluka.


"Gue gak sudi punya adik kaya loe, yang gak tau diuntung" setelah mengucapkan kata itu Fauzan langsung pergi meninggalkan Aslin tanpa mempedulihan perasaan sang adik.


Setelah peninggalan Fauzan, Aslin langsung terduduk diatas tangga terakhir tanpa di komando dua kali air matanya langsung menetes tanpa bisa ditahan lagi. Aslin langsung menyimpan kepalanya diatas kedua pahanya dengan tangan yang berada di belakang kepala.


Aslin menangis tanpa suara sejujurnya hatinya hancur berkeping-keping mendengar ucapakan kakaknya yang sangat dia sayang, tidak ada yang lebih sakit dari pada ucapan dari orang yang kita sayang.


Fauzan yang berada didapur menghembuskan nafas kasar, sejujurnya dia tidak tega mengatakan ucapakan yang begitu menyakitkan kepada adiknya itu, tapi mau bagaimana lagi rasa bencinya dan kecewa yang dia miliki lebih besar dari pada rasa sayang yang dia miliki.


Fauzan langsung berjalan menuju kearah kulkas untuk melanjutkan tujuan utamanya menuju kearah dapur.


Setelah mengambil minum Fauzan langsung berjalan kearah kamarnya satu persatu anak tangga dia lewati tapi bbaru anak tangga ke empat Fauzan langsung berhenti ketika mendengar isak tangis dari atas, Fauzan langsung melihat kearah tangga diatas dimana disana terdapat adik perempuannya yang sedang menangis.


Sejujurnya dia tak tega melihatnya, ada secuil sisi didalam hati untuk menyuruhnya mendekat dan menghapus air mata adiknya itu tapi buru-buru dia tepis hingga dia melihat Aslin berdiri dari duduknya dan berlalu menuju kamarnya.


Fauzan menghembuskan nafas kasar lalu melanjutkan jalannya menuju kamarnya yang terletak tepat disamping kamar adiknya.

__ADS_1


*****


Keesokan paginya Aslin telah siap dengan seragam sekolah lengkap padahal sekarang masih pukul 5.00, seperti hari-hari sebelumnya dia akan menyiapkan makanan pagi untuk keluarganya sebelum berangkat kesekolah.


Aslin berjalan menuruni anak tangga satu-persatu untuk menuju kearah dapur yang telah diisi oleh bi ayu sedangkan pembantu lainnya telah melakukan pekerjakan urusan mereka masing-masing.


" Selamat pagi bi " ucap Aslin dengan senyuman yang menghiasi wajah cantiknya.


"Pagi juga Non " ucap bi Ayu sambil melihat kearah Aslin.


"Biar aku bantu ya bi " tawar Aslin sambil mengambil pisau yang ada di samping bi Ayu


"Gak usah non, biar bibi aja yang ngerjain" tolak bi Ayu sambil berusaha mengambil pisau yang berada ditangan anak nyoyanya itu.


"Gak papa bi, Aslin juga gak ada kerjaan kok " ucap Aslin.


"Iya sudah kalau gitu non" ucap bi Ayu pasrah.


Mereka berdua mulai memasak diiringi dengan canda tawa yang dilakukan oleh bi Ayu, hanya itu yang bisa bi Ayu lakukan untuk Membuat nona nya itu tertawa karna dia tau bahwa nona kecilnya itu bersedih.


Setelah memasuki bekalnya kedalam tas Aslin langsung pamit kepada bi Ayu.


"Bi aku pamit dulu ya " pamin Aslin kepada bi Ayu.


" iya non, hati-hati dijalan ya" ucap bi Ayu.


"Assalamualaikum" pamin Aslin tidak lupa untuk menyalimi tangan wanita paruh baya itu.


"Waalaikumsalam " balas bi Ayu.


Sekarang Aslin telah berada di halte untuk menunggu bus sekolah yang biasa dia naikin, sekarang sudah pukul 6.15 itu artinya 5 menit lagi bus akan lewat.


Dia duduk dibangku bus dengan kaki yang digoyangkan matanya tak perna lepas memperhatikan sekatunya yang bergoyang kerah belakang dan kedepan.


Kaji kejauhan Aslin dapat melihat bus yang biasa mengantarkannya kesekolah, buru-buru dia berdiri menyetop bus, dia langsung masuk dan mulai duduk didekat jendela, dia mulai meihat keluar jendela seiring dengan bus yang dia tumpangi berjalan.

__ADS_1


Berapa menit kemudian bus yang dia tumpangi berhenti, tapi Aslin tak peduli dia tetap melihat kearah luar jendela dengan tatapan kosong .


" Permisi boleh gue duduk disamping loe " ucapnya meminta izin .


Aslin langsung tersentak mendengar jawaban dari orang itu, dia langsung mengalihkan pandangannya kearah orang yang mengajaknya berbicara.


" AMRI,"


"ASLIN,"


yup Hari ini Amri harus berangkat dengan bus dikarenakan motor kesayangannya tiba-tiba mogok di tengah jalan sukurnya tidak terlalu jauh dari rumah sehingga dia bisa langsung meminta tolong untuk supir mengambil untuk dibawa kebengkel.


aslin yang masih terkejut bisa ketemu dengan Amri didalam bus, sungguh hatinya bahagia luar biasa, buru-buru Aslin sadar dari lamunanya setelah Amri melambaikan tangannya didepan wajahnya.


"Hello, Lin loe kenapa " tanya Amri dengan terus melambaikan tangannya didepan wajahnya.


"Eh iya maaf, duduk aja " ucap Aslin sambil mempersilahkan Amri untuk duduk disampingnya.


"Iya makasih ya " Ucap Amri denga senyum diwajahnya, dia langsung duduk di samping Aslin.


setelahnya keduanya langsung diam tanpa ada yang mau membuka suara, sejujurnya saat ini Aslin gugup dan duduk dengan gelisah ntahlah karna apa dia juga tidak tau. disatu sisi dia senang luar biasa, kedihan yang dia rasakan tadinya menguap kepermukaan begitu saja . yang ada saat ini hanya kebahagian bisa berdua dengan orang yang selalu dia doakan dipertiga malam.


__________________________________


Jangan lupa follow akun author


Jangan lupa LIKE,VOTE,RATE dan apa bila readers semua mempunyai kritik dan saran silahkan tulis dikolom KOMENTAR.


jangan lupa masukin cerita Author kedalam favorit kalian agar ketika Author updete kalian langsung bisa baca .


In sya allah auhtor akan usahan update tiap hari ya


Terimakasih telah mendukung cerita Author ini .


Sea you ....👐

__ADS_1


__ADS_2