
Aslin berjalan benuju halte dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Hari ini dia akan berkunjung kerumah panti bertemu dengan putra tercintanya itu..
"Bunda kangen efan tunggu bunda ya sayang sekarang bunda akan datang " batin Aslin.
Bus yang ditunggu-tunggu oleh Aslin telah berhenti tepan didepannya. Dia langsung bangun dari duduk dan berjalan memasuki bus yang akan membawanya untuk bertemu dengan putra ngembulnya itu.
Aslin tersenyum sambil melihat kearah jendela yang berada disampingnya, dia tak sabar untuk bertemu dengan putra tercintanya, putra gembulnya itu.
Bus yang di tumpangi oleh Aslin berhenti tepat dilampu merah tak lama mobil hitam juga berhenti tepat disamping Aslin.
Aslin melihat kearah jendela mobil itu yang akan dibuka oleh pemiliknya.
Deg
Mata mereka bertemu tak ada yang bicara hanya bertemu kemudian Aslin tersadar dari lamunanya dan tersenyum kearah orang yang berada didalam mobil itu.
Tapi sayang orang yang berada didalam mobil itu malah membuang muka kearah lain.
Senyum yang awalnya tulus sekarang menjadi senyum kecut melihat reskop yang diberikan oleh orang itu.
"Segitu tidak sukakah mama dengan ku, bahkan untuk melihat ku saja beliau tak sudi. Ya tuhan kuatkanlah hati ini dan berikanlah aku beribu-ribu kekuatan agar aku mampu melaluinya dengan ikhlas" batin Aslin.
Tanpa Aslin sadari butiran-butiran kristal telah jatuh dikedua pipinya.
Ibu dan Ayahnya melihat kearah Aslin yang sekarang telah mengeluarkan air mata jujur ada sedikit rasa iba dalam hati mereka kepada anaknya itu tapi rasa itu tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan rasa benci mereka yang begitu besar.
"Apa aku terlalu kelewatan kepadanya "batin ____
"Apa yang telah aku perbuat kepada putri ku apa perlakuanku selama ini sungguh kelewatan tapi itu memang pantas untuk anak yang telah membawa kesialan dalam keluarga ku"batin Tio.
Bus yang ditumpangi oleh Aslin mulai berjalan membuat Aslin sadar dari lamunannya. Dia cukup terkejut karna ada jejak air mata dipipinya .
"Apa ibu dan ayah melihat air mataku ?" Tanya Aslin pada dirinya.
Aslin tidak perna memperlihatkan kesedihannya kepada orang lain termasuk kepada kakek dan nenek nya yang telah merawatnya selama ini. Dia selalu berusaha untuk selalu ceria didepan mereka karna menurutnya kesedihan dalam dirinya cukup hanya dirinya dan tuhan saja yang tau.
Bus yang ditumpangi oleh Aslin telah berhenti tepat di depan halte yang tak terlalu jauh dari rumah panti.
"Ini uangnya mang "ucap Aslin sampil menyodorkan uang kepada mamang yang menjadi kornetnya.
"Makasih ya neng"
"Sama-sama mang " ucap Aslin dengansenyuman diwajahnya.
Aslin mulai keluar dari dalam bis dan berjalan kearah dimana rumah panti berada.
"Assalamualaikum " ucap Aslin memasuki rumah panti.
"Waalaikumsalam" ucap mereka serempak yang sekarang berada diruang tengah yang terhubung dengan ruang tamu.
__ADS_1
"KAKAK " teriak mereka semua langsung belari untuk memeluk Aslin yang sekarang berada di ruang tamu dengan senyum diwajahnya.
"Kakak kok baru datang lagi"
"Apa kakak gak kangen kita "
"Hmm " ucap anak cowok sambil mengagunggu "apa kakak sesibuk itu kah " lanjutnya.
"Tau gak kakak kalau kita itu sudah kangen banget sama kakak"
"Maaf ya adek-adek nya kakak, kakak baru datang kesini lagi soalnya kakak sekarang sangat sibuk disekolah kakak mau ada acara "
"Oh gitu ya kak"
"Acara apa kak"
"Disekolah kakak mau adain lomba makannya kakak sibuk"
"Pasti seru ya kakak" tanya cowok berumur 9 tahun karna dia anak yang paling besar disini dia juga tidak bisa melanjutkan sekolahnya karna kekurangan biaya.
Aslin tersenyum kepada Alka " iya sudah yang lain pergi main lagi ya "ucapnya pada anak-anak yang lain .
"Alka sini deh " ucap Aslin kepada Alka setelah melihat Alka yang mau pergi mengejar adik-adiknya.
Alka berjalan mendekat kearah Aslin berada yang telah dia anggap kakak kandungnya sendiri.
Alka langsung duduk dipangkuan Aslin, itu adalah kebiasaannya sejak dia tinggal dipanti ini .
"Alka kenapa terlihat sedih "tanya Aslin lembut sambil mengelus rambut Alka yang berada dipangkuannya.
Alka tidak menjawab dia langsung memeluk leher Aslin menyebunyikan wajahnya dicekuk leher Aslin.
Aslin dengan sabar mengelur rambut hitam Alka, tidak lama suara isakan terdengar dari mulut Alka.
"Alka kenapa ayo cerita sama kakak" tanya Aslin.
"Alka suka sedih kak selalu diejek sama anak-anak komplek sini karna Alka gak sekolah " ujarnya dengan sesegukan.
Aslin tersenyum "Alka mau gak lanjutin sekolah Alka " tanya Aslin.
"Mau kak, tapi ibu panti gak punya uang sedangkan untuk makanpun kita susah " ucapnya.
"Mulai lusa Alka masuk sekolah lagi karna kemaren kakak sudah daftarin Alka sekolah ,kakak gak mau semua adik-adik kakak gak sekolah "ujar Aslin dengan lembut.
"Tapi uangnya "
"Alka gk usah ngurusin uangnya Alka cukup sekolah dengan benar dan belajar yang rajin agar menjadi anak yang pintar biar bisa membuat kakak bangga dan membantu ibu panti juga " poting Aslin dengan cepat.
"Makasih kak"ucap Alka langsung memeluk leher Aslin.
__ADS_1
"Udah ya jangan nangis lagi " ucap Aslin lambil menarik Alka dari lehernya agar berhadapan langsung dengannya.
"Alka gak boleh sedih lagi sekarang Alka pergi main lagi ya sama Adik-adik yang lain " lanjutnya sambil menghapus air mata di kedua pipi Alka
Alka langsung mengagungguk dan berlari menuju adik-adiknya berada. Aslin tersenyum melihat kearah Alka yang semakin menjauh darinya .
"Aku akan melakukan apapun agar kalian semua dapat hidup enak dan melanjutkan pendidikan kalian "batinnya.
"Bu bu bu bu" suara celetusan bayi membuat Aslin tersadar dari keterpakuannya .
Dia mulai melihat kesemua sudut ruangan mencari suara yang sangat dia rindukan tapi hasilnya tetap tidak ketemu.
"Bu bu bu bu"celetus bayi dengan tarikan kecil di bawah kakinya membuat Aslin langsung menunduk.
Aslin langsung tersenyum "uluh-uluh anaknya siapa si ini kok bisa ada disini" ucap Aslin sambil mengangkat tubuh gembul itu dan mendudukannya di pangkuannya.
"Efan kangen gak sama bunda" tanya Aslin yang dijawab dengan celetusan tak jelas darinya.
"Efan ngomong apa si nak bunda gak ngerti "ucap Aslin yang dijawab dengan tawa sambil bertepuk tangan.
"Efan makan gak nak" tanya Aslin yang dijawab dengan gelengan membuat pipi tembabnya bergoyang seirama.
"Uluh-uluh imutnya anak bunda, jangan bikin bunda mau nyubit pipi efan mulu donk " ucap Aslin sambil mencium pipi gembul efan secara bertubi-tubi sedangkan efan sudah tertawa dengan tangan yang ingin menggapai wajah Aslin.
"Efan mau makan gak" tanya Aslin pada bayi yang berada di pangkuannya itu.
Sedangkan yang tanya malah ketawa sambil bertepuk tangan seolah menyetujui ucapan Aslin.
"Iya sudah ayo kita makan efan pasti lapar kan " tanya Aslin sampil berdiri dari duduknya dengan efan
yang berada di gendongannya.
Aslin mulai berjalan menuju kedapur untuk mempersiapkan makanan untuk putra gembulnya itu yang paling suka dengan makan.
"Efan harus menjadi anak yang baik ya, buat bunda dan ibu panti bangga sama efan. Efan jangan buat bunda kecewa ya nak " ucap Aslin kepada efan sambil berjalan menuju dapur.
________________________________
Hy semua.
Author mau ucapin terimakasih kepada kalian yang udah mau baca cerita aku. Semoga di Bab ini kalian suka ya sama ceritanya. jangan bosan-bosan untuk mampir kecerita aku ya.
Jangan lupa like vote dan ratenya agar author tetap semangat buat lanjutin ceritanya.
Sampai jumpa diBab selanjutnya.
In sha allah gak lama lagi akan ada konflik jadi jangan lupa terus baca ceritaku. 😄😄
Jangan lupa follow juga akun author ya .
__ADS_1