
jangan lupa follow akun author
like sebelum membacađ
happy Reading ...
____________________________________
Waktu terua berjalan. dua hari mereka semua telah berlatih dengan sungguh-sungguh begitupun dengan Aslin yang menjadi pemeran utamanya sekaligus penyanyi didalam cerita yang akan mereka tampilkan di lomba pembukaan nanti, dia yang harus bekerja keras untuk penambilan nanti bagaimana pun dia yang mempunyai peran penting dalam kesuksesan acara nanti.
Sekarang mereka semua telah berada diruang latihan dengan pekerjaan masing-masing begitupun dengan Aslin yang sedang menghafal dialog bersama Dimas yang akan menjadi lawan mainnya nanti. Dimas yang berasal dari club drama kelas 11, dia adalah pria yang profesional yang memiliki tanpang yang rumapan tapi memiliki sifat yang datar dan tegas, dia sangat jago dalam memainkan drama jadi tidak diragukan lagi kemampuannya.
"Berhenti dulu ya Lin, gue mau minum dulu " ujar Dimas
"Iya kak "ucap Aslin sambil mengangguk tidak lupa senyum diwajah yang membuatnya semakin terlihat cantik.
Yup !! Dimas dan Aslin memang sudah akrab sejak 2 hari yang lalu padahal Dimas adalah sosok yang tidak mudah berteman tapi dengan Aslin dia sangat terbuka ntahlah karna apa Aslin pun tak mengerti, Tapi dengan adanya Dimas didekatnya membuat Aslin merasakan bagaimana memiliki kakak laki-laki yang selama ini dia harapkan.
Dimas mulai berjalan menuju bangku yang disiapkan untuk tempat istirahat ketika mereka cape dalam latihan yang di ikuti oleh Aslin dibelakangnya.
"Duduk sini Lin" ucap Dimas sambil menepuk kursi yang berada disampingnya.
Aslin tak banyak bicara dia langsung duduk dikursi yang di maksud oleh Dimas tadi.
"Minum dulu Lin aku tau kamu pasti cape " ucap Dimas setelah kembali dari mengambil minuman untuk dirinya dan untuk Aslin dan menyerahkan satu minuman kepada Aslin.
"Makasih ya kak minumannya " ucap Aslin disertai dengan senyuman diwajahnya.
"Sama-sama apa si yang engga dengan adik kakak ini " ucap Dimas disertakan dengan canda.
Aslin ketawa mendengar canda dari kakak kelasnya itu yang telah dia anggap seperti kakak sendiri.
"Andai kak Fauzan seperti kak Dimas pasti aku akan menjadi Adik yang paling bahagia" gumamnya.
"Kamu kenapa senyum-senyum lihat kakak " ucap Dimas begidik ngeri .
"Aku senang akhirnya aku bisa ngerasain bagaimana memiliki seorang kakak " ucap Aslin tanpa menjawab pertanyaan Dimas.
"Kakak juga senang memiliki adik seperti kamu " ucap Dimas lembut dan melupakan pertanyaan pertamanya kepada Aslin setelah mendengar perkataan Aslin tadi.
Aslin tersenyum kepada Dimas jujur dia terharu mendengar perkataan Dimas yang notabennya adalah orang asing padanya tapi sifatnya yang sangat peduli dan terlihat sayang kepadanya.
__ADS_1
Matanya berkaca- kaca jujur dia terharu dengan kasih sayang yang diberikan oleh Dimas selama 2 hari ini.
Tanpa mereka dua sadari dibalik pintu terdapat seseorang yang melihat tingkah mereka berdua dengan tangan yang mengepal dan wajahyang telah berubah menjadi merah akibat menahan amarah yang tiba-tiba meluap keluar dari tubuhnya. Diamulai membalikan badan dan berjalan meninggalkan tempat itu dengan tangan yang terus mengepal.
"Loe bahkan menganggap dia kakak loe sedangkan gue yang jelas-jelas kakak kandung loe, malah loe gak anggap . Dasar anak sialan kita lihat nanti apa yang bisa gue lakuin untuk loe " batin Fauzan dengan seringaian jahatnya .
Yap!! Orang yang berada di belakang pintu dan yang sejak tadi memperhatikan Aslin dan Dimas adalah Fauzan yang berniat untuk mengecek setiap persiapan para peserta yang akan tampil di hari penyambutan para perwakilan setiap sekolah.
"Hy kenapa nangis "ucap dimas lembut sambil menghapus air mata yang tiba-tiba mengalir di pipi Aslin.
"Eh,,, masa? " ucapnya tak sadar kalau air matanya telah menetes.
Dia mulai meraba pipinya, benar pipinya lembab bekas usapan tangan Dimas tadi.
"Jangan nangis lagi kakak gak suka, anggap saja aku ini kakak kamu. Oke " ujar Dimas lembut.
Sedangkan dengan orang-orang yang berada disekitar mereka acuh tak acuh dengan apa yang dilakukan oleh dua sejoli itu karna menurut mereka urusan mereka lebih penting dari pada mengurus masalah mereka berdua.
Tak berselang lama seorang guru masuk keruang latihan dimana mereka merada.
"Perhatian semuanya, silahkan berkumpul soalnya ibu mau kasih kalian pengumuman langsung dari kepala sekolah " ucap ibu Intan selaku guru pembimbing mereka.
Setelah dirasa semuanya telah berkumpul bu intan menghela nafas gusar, karna jujur dia sedikit tidak yakin untuk menyampaikan sesuatu yang akan membuat anak-anak didiknya itu kecewa. Dia tau kerja keras mereka selama 2 hari ini bahkan persiapan mereka telah mencapai 60% mendekati selesai.
"Sebelumnya ibu mau berterimakasih kepada kalian semua yang telah bekerja keras selama 2 hari ini, ibu sangat bangga dengan usaha yang telah kalian lakukan dalam pentas ini " bu intan menjeda ucapannya dan menarik nafas dan mengeluarkannya dengan kasar karna dia tidak mau bagaimana cara menyampaikannya kepada murid-muridnya itu yang sedang menatapnya dengan tatapan penasaran dan bungung.
"Assalamualaikum " ucap Raka dan Fauzi yang baru memasuki ruangan latihan.
"Ini ada apa ya " tanya Fauzi dengan tatapan bingung karna melihat semua anggotanya malah berkumpul dan lebih anehnya lagi ada guru pembimbing mereka didepan dengan tingkah yang tidak menyenangkan.
"Ntah " ucap Raka. Dia berjalan menuju kearah mereka yang berkumpul yang diikuti oleh Fauzi dibelakangnya.
"Ini ada apa ya bu " tanya Raka setelah berada di samping guru pembimbing mereka.
Bu intan yang ditanya seperti itu malah semakin bingung.
"Hmmm,, jadi begini .." ucapnya berhenti menarik nafas sebelum melanjutkan perkataannya yang membuat semua anak didiknya bingung dengan tingkah guru pembimbing mereka itu. "Begini kata kepsek kita tidak bisa mengadakan drama ini " ucapnya cepat.
"Maksudnya bu "ucap Raka yang masih belum mengerti.
"Jadi begini drama yang kalian buat ini tidak dapat ditampilkan di pembuka acara nanti "ucap bu intan terpotong
__ADS_1
"Kenapa, bukankah sebelumnya kepsek telah setuju dengan ide kita ini " ucap Fauzi dengan tatapan kecewa begitupun dengan yang lain karna kelama 2 hari ini mereka telah bekerja keras untuk mempersiapkan ini semua.
"Jadi begini drama yang akan kalian tampilkan nanti dapat memakan waktu banyak sedangkan tepat dihari pembuka nanti tim basket akan duet persahabat dengan tim basket sekolah lain, takutnya nanti banyak menghabiskan waktu diacara membukaan saja sedangkan acara intinya itu cukup banyak memakan waktu" jelas bu intan " apa kalianmengerti maksud ibu " tanya bu intan hati-hati takut menyakiti hati anak didiknya itu.
"Gk bisa gitu donk bu, kita sudah latih dengan maksimal selama dua hari ini bahkan kami menyampingkan urusan kita yang lain hanya untuk drama ini "
"Betul tu bu, masa kita harus bubar sedangkan persiapan kami sudah 60% "
"Bagaimana dengan kita yaang sudah bekerja keras siang malam hanya untuk menamplilkan yang terbaik, eh malah gak jadi tampil kita semua kecewa kalau ginikayanya"
Bla bla bla
Aslin yang mendengar perkataan teman-temannya memilih untuk diam dia tau bagaimana kerja keras teman-temannya itu selama latihan, jadi wajar saja jika mereka merasa sangat kecewa dengan keputusan kepsek yang tidak perna memikirkan peradaan mereka orang-orang yang telah berjuang dibalik pembuatan drama ini.
Sedang bu intan cuman menjadi pendengar dari ucapan protes dari anak didiknya ini, karna bagaimana pun dia tau perasaan mereka yang telah berusaha keras malah dikecewakan seperti ini. Aku harus berusaha agar drama yang meraka buat tetap di tampilkan bagaimanapun caranya tekat bu intan.
"Kalian bisa nyanyi dan menari di pembukaan nanti " tawar bu intan.
"Apa kita harus bicara kepada kepsek dan memohon untuk drama yang kita buat ini tetap ditampilkan bu? " tanya Raka tanpa menjawab pertanyaan bu intan .
"Ibu akan usahakan agar drama yang kalian buat dengan susah payah ini tetap tampil nantinya, ibu janji pada kalian" ucap bi intan dengan yakin
Hampir dari mereka meneteskan air mata mendengar kesunggukan dari ucapan bu intan tadi mereka terharu dengan janji guru pembimbing mereka itu.
"Terimakasih bu "ucap mereka serempak.
Dan berjalan mendekati bu intan dan memeluknya rame-rame.
Yup !!! Mereka telah seperti keluarga sudah tidak ada lagi tatapan sinis dan tidak suka dari setiap anggota kepada Aslin, selama dua hari ini mereka telah mengubah pandangan mereka kepada Aslin karna semua yang ditunjukan oleh Aslin selama ini tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan dengan Aslin.
Aslin senang mendapatkan teman seperti mereka yang telah dia anggap seperti keluarganya, disini dia bisa merasakan bagaimana kehangatan yang nama keluarga
____________________________________
jangan lupa berikan Like vote dan rate nya ya
jangan lupa masukin kedalam favorit kalian
sampai jupa di episode selanjutnyađ
ig : Ayyaaantiiiiiii
__ADS_1