
LIKE sebelum membaca .
Happy Reading ...
_________________________________
" Assalamualaikum " ucap Amri sambil berjalan masuk kedalam rumah besar yang berlantai 2 itu.
" Waalaikumsalam " ucap Rian dan Alif yang sedang duduk di karpet ruang tamu dengan tatapan tetap fokus dengan layar datar yang besar di didepan mereka.
Amri langsung berjalan dan meletakkan makanan yang dia bawa di atas meja dekat dengan kedua temannya itu.
Amri langsung berjalan menuju sofa panjang yang terletak dibelakang kedua sahabat nya itu, dia langsung berbaring dan meronggah saku celana sekolah yang dia pakai mengambil Hp dan memainkannya tanpa mempedulikan kedua teman nya itu yang sedang adu mulut, ntah apa yang kedua temannya itu lakukan sunggu dia tidak peduli.
Beberapa menit kemudia Rian dan Alif selesai bermain PS yang di menangkan oleh Alif, Rian yang tidak terima atas kekalahannya menuduh Alif bermain Curang padahal kenyataannya memang Alif bermain curang karna selama pertandingan tadi Alif selalu menganggu Rian bahkan menjenggol tangan Rian sampai Rian tidak fokus dengan stik PS yang ada di tangannya .
" Apa loe, loe itu curang mainnya gue gak terima " ucap Rian .
"Yeh, kalau kalah ya kalah aja donk, jentelmen dikit napa " ucap Alif.
"Coba kalau loe gak curang pasti gue menang "
" Masa "
" Bodo " ucap Rian kesal.
"Heh, loe tadi beli makanan kemana " ucap Rian kepada Amri .
"Ho'oh , perasaan gue kalau dari sini minimarket itu dekat cukup butuh waktu 10 menit donk kalau pake kendaraan " terang Alif.
Amri tidak menjawab pertannyaan dari kedua sahabatnya itu, dia acuh tak acuh malah dia tetap fokus dengan Hp yang berada di tangannya .
"Woy kita tu ngomong sama loe, loe budak ya " kesel Rian kepada Amri.
Sumpah demi apapun kesabaran Rian mulai menipis sebenarnya dari bermain dengan Alif tadi kesabaran Rian mulai menipis ditambah lagi dengan satu sahabatnya ini yang membuat dia pingin sekali menonjok wajah tampan sahabatnya itu,
"Sabar sabar, orang sabar disayang gebetan " ucapnya dalam hati. Sambil mengelus dada nya sendiri.
Sedangkan Alif dia tidak terlalu memikirkan walaupun tadi sempat sersurut emosi, ingat itu tadi. tapi sekarang dia masa bodoh karna dia tau tabiat seorang Sahrul Amri yang akan malas untuk berbicara apabila dia dalam keadaan mode badmoon. Yah seperti sekarang dia lebih memilik memakan makanan yang dibeli oleh amri tadi pada bertingkah seperti Rian yang mecah-mecah sendiri.
Rian bangun dari duduknya dan berjalan menuju belang rumah dimana terdapat kolam renang dan taman kecil yang dibuat oleh ibunya itu.
" loe mau kemana " teriak Alif yang baru menyadari kalau Rian berjalan menjauh dari tempat mereka duduk.
" Gue mau berenang gerah gue lama-lama dekat loe berdua " balas Rian dengan teriak juga.
" Sue loe " ucap Alif kesal sambil memasukan kentang kedalam mulutnya dengan kasar.
Sedangkan Amri tetap fokus dengan Hp yang ada di tangannya dia tidak peduli dengan yang dilakukan oleh sahabatnya itu.
5 menit berlalu Amri dan Alif sama-samma diam hanya suara kripik yang dimakan oleh Alif yang mengisi keheningan hingga membuat Alif bosan .
Alif menghembuskan nafas kasar setelah meminum minuman yang disajikan oleh bi asih sebelumnya.
"Gue mau nyusul Rian dulu" ucap Alif ntah pada siapa.
Sungguh Alif bosan bila hanya duduk diam tak berbicara apalagi makanan yang dia makan telah habis ludes dia makan sendiri, walaupun dia banyak makan tapi tubuhnya tidak gendut dan tidak juga kurus.
Alif berjalan meninggalkan Amri sendiri tanpa menanggapi ucapan Alif tadi yang menurutnya tidak berbicara pada dirinya.
Alif telah sampai didekat kolam renang yang terdapat Rian bertelanjang dada yang mengapung dengan balon renang besar berbentung kuda poni milik sang mami yang dia ambil di ruangan khusus penyimpanan yang berada di rumahnya .
" Ngapain loe " Rian bertanya setelah melihat Alif mendekat padanya.
"Ya mau nyusulin loe lah, ya mau gapain lagi " ucap Alif sambil memutar bola mata malas .
" Mau lomba berenang gk loe " tanya Alif pada Rian.
" Males " ucap Rian dengan pandangan mengarah keatas dengan kaca mata hitam dimatanya.
"Alah bilang aja loe takutkan lawan gue, takun kalah lagi kan loe" pancing Alif agar Rian mau balapan renang dengannya. Karna dia tau kalau sahabat satunya itu tidak suka diremehin .
"Siapa yang takut sama loe si " kesal Rian.
"Makannya loe terima aja tantangan gue " pancing Alif.
__ADS_1
"Oke gue terima tantang loe" ucap Rian sambil melepas kacamata dimatanya lalu melihat kearah Alif berada.
"Oke kalau begitu gue mau ganti baju dulu " ucap Alif berjalan memasuki rumah untuk mengganti pakaiannya dengan celana renang yang sama dengan yang digunakan oleh Rian.
5 menit kemudian Alif berjalan menuju kolam renang dengan Rian yang telah duduk dipinggir kolam renang dengan kaki yang dimasukan .
"Lama loe " ucap Rian dengan kesal.
" baru juga lima menit gue tinggal " ucap Alif santai.
"Iya sudah, ayo kita mulai " ucap Alif santai sambil berjalan memasuki kolom renang yang di ikuti oleh Rian dibelakangnya dengan wajah yang kesal.
Sedangkan disisi lain Amri mulai bosan dengan kegiatannya itu. Dia bangun dari posisi berbaringnya kemudian matanya melihat keseluruh sudut rumah yang terlihat seperti tak berpenghuni .
"Sepi amat ni rumah kaya kuburan aja, untuk aja rumah gue gak kaya gini " batinnya ngeri.
"Tuh dua curut kemana ya" gumamnya pada diri sendiri.
Amri bangun dari duduknya dan berjalan kearah dapur untuk mengambil minuman, dari arah pintu dapur dia dapat melihat seorang wanita paruh baya yang Mau mereka temukan ketika mereka bermain kerumah Rian.
" Eh ada den Amri, mau ngapain den ke dapur" ucap bi asih setelah melihat teman anak majikannya itu ada diarea dapur.
" Maaf bi, aku cuman mau ambil minum " ucap Amri kepada wanita paruh baya itu.
" mau bibi ambilin den" tawar bi asih.
"Gak usah bi aku bisa sendiri kok" tolak Amri.
" iya sudah den kalau begitu " ucap bi Asih sambil melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Amri langsung bendekati kulkas yang berada didapur mengambil minuman dan langsung meminumnya .
"Oh iya bi Rian sama Alif kemana ya " tanya Amri.
" tadi bibi lihat mereka ada di kolam renang den " ucap bi asih.
"Oh iya sudah bi kalau gitu aku kesana dulu" ucap Amri.
"Iya den " ucap bi asih.
Amri langsung berjalan menunggalkan dapur rumah Rian menuju kolam renang yang berada di belakang rumah mewah itu.
"Gue perna bilang ma loe, kalau gue pasti menang lawat loe" ucap Rian.
"Itu sengaja gue ngalah buat loe agar loe gak nangis karna selalu kala dari gue "
"Alah alasan aja loe, gue kalah main PS ma loe tadi karna loe itu curang "
" mana ada gue curang "
"Tersejah loe aja, gue mah bodo amat "
Keduanya berengan menuju pinggir kolam yang dekat dengan posisi Amri yang sedang duduk.
Rian dan Alif langsung minum minuman yang mereka bawa sebelum ke kolam renang tadi. Ketiganya langsung diam tidak ada satu suarapun yang terdengar.
" Gue tadi ketemu sama Aslin di supermarket " ucap Amri tiba-tiba.
"Trus" tanya Alif bingung.
"Trus gue nanya tentang kapan dia mau ngajarin kita tentang kimia trus dia jawab terserah kita kapan maunya, menurut loe berdua kapan "
"Bagaimana selesai pertandingan basket minggu depan aja " usul Alif yang disetujui oleh Rian.
"Iya soalnya kan kalau kita lakuin dekat-dekat ini itu tidak mungkin kita aja masih sibuk untuk mempersiapkan buat tanding minggu depan, kalau kita adakan setelah lomba mungkin kita punya banyak waktu dan tentunya fokus juga " ucap Rian panjang lebar.
"Oke deh kalau begitu, besok gue kasih tau ma dia " ucap Amri menyetujui usulan kedua sahabatnya itu.
Ketiganya diam beberapa menit sebelum Rian mengangkat mulut .
"Gue penasaran dengan Aslin " Ucap Rian tiba-tiba.
" why " ucal Alif sedang Amri hanya melihat dengan mngangkap alisnya sebelah.
"Iya, soalnya dia itu misterius tidak ada yang tau tentang latar belakang dia sama sekali " ucal Rian
__ADS_1
Alif mengangguk "Gue sependapat dengan loe, yang gue tau juga waktu SMP tidak ada satupun wali dari orang tuanya yang datang ngambil rapotnya dia selama tiga tahun" jelas Alif sambil menerawang kedepan.
"Tadi gue ketemu ma dia" ucap Amri sambil menerang kedepan.
"Trus-trus " ucap kedua langsung keluar dari kolam renang dan duduk dipinggil kolam renang.
"Loe berdua tau, kalau gue pergi anter dia kepanti asuhan " lanjutnya.
"Apa dia salah satu dari anak panti ya" tebak Rian.
"Ntah, gue gak tau " ucap Alif.
Amri hanya mengangkat bahunya tak tau.
Berapa menin ketiganya diam, Amri buru-buru turung dari kursi yang dia duduki dan duduk dilantai depan temannya, membuat Rian dan Alif langsung melihat kepadanya dengan bingung dengan tingkanya.
"Loe tau gak kalau pas disekolah tadi gue lihat seseorang yang mencurigakan " ucap Amri serius.
"Dimana ? " tanya keduanya bersamaan.
"Pas jam trakhir tadi, pas kita lihat Aslin nangis trus gue lihat kearah jendela depan kelas, gue lihat orang memperhatiin seseorang tapi gue yakin orang itu memperhatiin Aslin " jelas Amri.
"Wah kita harus selidikin ini, siapa tau tu orang berbuat jahat ma Aslin " ucap Alif dengan semangat.
Amri dan Rian hanya mengangguk menyetujui ucap Alif tadi.
"Sebenarnya gue penasaran dengan Aslin yang tertutup ma semua orang, ingat gak waktu SMP banyak teman-teman yang tau rupa Aslin padahalkan namanya itu cukup terkenal " jelas Amri lagi.
"Loe benar, pasti Aslin nyimpan banyak rahasia dalam hidupnya yang gak mau orang lain tau " ucap Rian .
"Loe berdua mau gak selidikin siapa Aslin sebenarnya" tanya Alif. Yang dijawab anggukan oleh Rian dan Amri.
"Kapan kita mulai nyelidikin nya "
"Bagaimana kalau pas pulang Aslin ajarin kita, kita ikutin aja dia pulang kemana, loe tau sendirikan kalau dia tidak akan mau dianter pulang ma siapapun" ucap Amri.
"Emang benar Aslin gak mau dianter pulang ma siapapun " tanya Alid yang memang tidak tau.
Rian dan Amri mengangguk serempak sebelum Rian menjawab pertanyaan dari Alif.
"Iya, pas kita pulang tadi Anggun nawarin tumpangan buat Aslin tapi Aslinnya nolak bahkan Anggun sampai minta-munta buat anterin dia tapi tetap dia nolak" jelas Amri yang diangguki oleh Alif.
"Gue makin penasaran" gumam Alif.
Amri dan Rian hanya diam dengan pikiran mereka masing-masing.
Amri melihat jam tangan yang terdapat di bergelangan tangan rupanya sekarang sudah jam 4.30 menit itu artinya mereka sudah cukup lama berada di rumah Rian.
Amri bangun dari duduknya sebelum meminta izin untuk pulang kepada kedua sahabatnya itu.
"Gue balik dulu takut dicariin nyokap "izin Amri .
"Gue juga kalau gitu tapi gue mau ganti baju dulu " ucap Alif.
"Mau gue tungguin gak loe "
"Gak usah loe pulang aja takut bunda kawatir ma loe"
Iya, kedua sahabat Amri sudah sangat dekat dengan bundanya bahkan mereka sedang dianggap seperti anak sendiri oleh ibunya Amri begitupun denga ibu Rian dan Alif.
"Iya sudah kalau gitu, Gue balik dulu ya Yan "
"Yoi bro hati-hati dijalan "
Amri mengangat jempolnya oke kepada sahabatnya itu sambil berjalan keluar dari rumah Rian setelah mengambil tas yang berada di ruang keluarga.
Sedang Rian dan Alif berjalan kelantai dua dimana kamar Rian berada untuk mengganti pakaian mereka.
Amri langsung menanyap gas motornya menuju rumahnya yang tak terlalu jauh dari rumah Rian.
_________________________________
Jangan lupa FOLLOW akun Author.
Bila berkenan Berikan LIKE, VOTE dan berikan kritik dan saran dikolom KOMENTAR.
__ADS_1
Jangan lupa masukkan juga cerita Author kedalam favorit kalian, jika Author UP kalian bisa langsung baca .
Salam manis dari penulis abal-abal ❤