Mengagumimu Dalam Diam

Mengagumimu Dalam Diam
Bab 11 ( Rapat persiapan )


__ADS_3

Aslin berjalan menyusuri lorong demi lorong untuk menuju Ruang musik yang berada di ujung lorong sesuai dengan perkataan kak Amel di chat tadi.


Banyak tatapan sinis, benci, dan meremehkan kepadanya. Aslin hanya menunduh mendengar perkataan mereka.


"Bukankah dia yang berjalan dengan Amri digerbang tadi pagi" ucap salah satu siswi sambil melihat kearah Aslin yang terus berjalan.


"Iya benar dia, dasar cewek murahan"


"Loe tau gak kalau dia itu masuk kesini karna beasiswa, itu yang gue dengar dari guru waktu gue pergi keruang guru"


"Yang benar loe, wah apa jangan-jangan dia itu mau dekatin Amri cuman karna harta secara gitu Amri itu kaya"


"Mungkin saja, dasar cewek murahan "


"Muka nya aja yang polos tapi kelakuannya tidak lebih dari cewek jal*ng"


Aslin mempercepat jalannya sungguh dia tidak sanggup mendengarnya lagi, dadanya seperti ditusuk mendengar perkataan mereka. Matanya telah berkaca-kaca mendengar hinaan demi hinaan yang dia dapat.


Setelah dia dapat melihat pintu ruang musik buruh-buruh dia membersihkan mukanya dengan tangan dan menghapus air mata agar orang lain tidak dapat melihatnya sedih. Dia hanya ingin diingat bahwa dia orang yang tegar bukan Aslin yang lemah, cukup hanya dia saja yang tau bahwa dia lemah jangan orang lain.


Sampainya didepan pintu dia menghembuskan nafas kasar sebelum bengetuk pintu.


Tok tok tok


"Masuk" ucap orang yang berada didalam.


Aslin langsung mendong pintu pelan setelah mendengar jawaban dari dalam


"Assalamualaikum " ucap Aslin pelan.


"Waalaikumsalam" ucap mereka serempak.


"Duduk sini Lin " ucap Amel kepada Aslin


"Iya kak" ucap Aslin dengan senyum canggung.


Aslin langsung berjalan kesamping Amel yang sedang duduk bersilah diatas lantai yang telah diberi karbet yang cukup besar untuk menampung semua anggota club musik yang beranggotaan sekitar 35 orang diantaranya 15 orang laki-laki dan sisanya perempuan.


Kak Raka sebagai ketua club musik mulai membuka suara setelah memastikan semua anggota telah lengkap.


"Assalamualaikum wr.wb " ucap kak Raka.


"Waalaikumsalam wr.wb" ucap mereka serempak.


"Apa kalian sudah tau tujuan saya untuk mengumpulkan kalian semua kesini?" Tanya Raka.


"Sudah" ucap mereka serempak.


"Karna kalian sudah tau tujuan mengapa saya mengumpulkan kalian, jadi langsung keintinya saja mungkin diantara kalian ada yang mau mengajukan sesuatu untuk ditampilkan diacara perlombaan nanti" tanya Raka.

__ADS_1


"Saya kak" ucap dela salah satu anggota club musik.


"Iya silahkan" ucap Raka.


"Kenapa tidak kita kolaborasi dengan club teater kak, nanti kita bisa gabungkan Antara musik dengan drama itu pasti menasik kak" jelas dela.


Raka yang mendengar ide dari dela menganggukan kepala seolah ide dela bagus.


"Mungkin ada lagi yang mau mengeluarkan pendapat" tanya Raka.


"Aku" ucap Amel.


"Silahkan Mel" ucap Raka.


"Kenapa tidak kita gabung dengan club deater nanti kita bisa pentaskan antara musik, tari sama drama secara bersamaan. Bagaimana? " Tanya Amel.


"Kalau menurut kalian gimana" tanya Raka kepada semua anggota.


Mereka semua mengangguk serempak sebagai persetujuan kalau mereka setuju.


"Oke karna kalian semua sudah setuju nanti aku diskusiin dulu dengan Fauzi selaku ketua club deater, kita juga akan diskusiin ini sama guru pembimping " jelas Raka.


"Baik kak" ucap mereka serempak.


"Untuk menyingkat kegiatan kita kedepannya, bagaimana kalau kita pilih sekarang aja siapa yang akan nyanyi nanti dan yang akan ikut serta dalam drama dan yang gak ikut dia tetap bersiap dibelakang panggung jadi semuanya pasti akan dapat tempat masing-masing dalam kegiatan ini " jelas Raka.


"Bagaimana kalau Aslin aja yang nyanyi suaranya bagus dan lembut juga "usul Amel.


Yang diangguki serempak oleh yang lain.


Aslin yang disebut namanya kaget, mau menolak tapi tidak enak jadi dia pasrah dengan hasil akhirnya nanti.


"Bagaimana Aslin apa kamu menyanggupi" tanya Raka.


"Aku si nurut aja kak" ucap Aslin pasrah.


"Oke jadi kita semua sudah sepakat kalau Aslin yang akan nanyi dipentas nanti "ucap Raka kepada mereka semua.


"Aslin dan Amel ikut saya nanti untuk bertemu dengan Fauzi untuk mendiskusikan tentang rencara kita" ucap Raka kepada Aslin dan Amel.


Keduanya hanya mengangguk saja .


Amel selaku sekretaris diclub musik jadi dia juga pasti dibutuhkan dalam diskusi nanti dengan ketua club teater begitupun dengan Aslin karna dia yang akan berperan penting dalam drama yang akan mereka selenggarakan.


"Oke apa ada yang ditanyakan lagi?" Tanya Raka.


"Tidak ada kak" ucap mereka serempak.


"Baik kalau begitu kalian semua bisa kembali ke kelas masing-masing kecuali Amel dan Aslin, buat rapat selanjutnya nanti saya sampaikan melalui GC " jelas Raka.

__ADS_1


Mereka mulai meninggalkan ruang musik satu tersatu hingga tersisa Raka, Amel dan Aslin.


"Iya sudah kalau gitu kita langsung keruang teater saja soalnya gue tadi udah chat dia katanya dia sekarang ada di ruang teader " ucap Raka kepada Amel dan Aslin .


Keduanya hanya mengangguk dan mulai bangun dari duduknya mereka berjalan dengan Raka yang berada didepan mereka.


Ruang teater yang tidak terlalu jauh dengan ruang musik hingga mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai.


Tok tok tok


Raka mengetuk pintu ruang teater.


"Masuk aja gak dikunci kok" ucap suara dari dalam ruangan.


Mereka bertiga langsung masuk setelah mendengar jawaban dari dalam .


Rupanya mereka juga sedang mengadakan rapat.


"Mari duduk Rak, Mel dan " ucap Fauzi menggantung karna dia tidak tau nama Aslin.


"Aslin kak " ucap Aslin dengan senyum tipis


"Ah iya Aslin ayo duduk " sambung Fauzi.


Mereka langsung duduk dengan Raka yang duduk disamping Fauzi sedangkan Amel dan Aslin duduk di samping Raka.


"Maaf sebelumnya menggangguk " ucap Raka tak enak hati karna telah menggagu kegiatan mereka.


"Gak apa-apa kok, santai aja " ucap Fauzi.


"Langsung keinti nya aja ya, " yang di angguki oleh Fauzi " jadi maksud kedatangan kami bertiga kesini ingin mengajak club teater untuk berkolaborasi dengan club musik untuk penampilan diacara nanti" jelas Raka.


Fauzi berfikir terlebih dahulu hingga di mengangguk tidak ada salahnya menampilkan sesuatu yang baru menurutnya .


"Bagaimana menurut kalian apa kalian juga setuju " tanya Fauzi kepada anggotanya .


Mereka mengangguk semangat karna sebelumnya belum ada kolaborasi antara dua club yang ditampilkan oleh sekolah ini.


"Oke kita sejutu, jadi gimana buat temanya " tanya Fauzi


"Kalau buat tema dan yang lainnya kita belum diskusi karna kita masih mau minta persetujuan dari kalian, gimana kalau kita adakan rapat gabungan antara club musik dan club teater terlebih dahulu tapi kita udah tentuin buat yang akan nyanyi nanti itu Aslin " ucap Raka sambil menunjuk kepada Aslin . Sedangkan Aslin hanya tersenyum tipis untuk menanggapi.


"Buat yang akan ikut diatas panggung lainnya kita belum diskusiin mungkin nanti kita bisa diskusiin lebih lanjut di rapat gabungan, bagaimana ? " tanya Raka.


"Kalau kita si oke-oke saja mengingat waktunya juga sudah memet, bagaimana kalau kita adain rapat gabungan itu besok pagi saja, mengingat sekolah kita tidak akan masuk pelajaran juga karna persiapan buat minggu depan" ucap Fauzi.


"Oke kalau gitu nanti gue akan sampaikan pada anggota gue, kalau gitu kita pamit dulu soalnya masih ada urusan lain yang harus gue urus" pamit Raka.


"Oke "ucap Fauzi.

__ADS_1


Mereka bertiga mulai berjalan keluar dari ruang teater Raka mulai berjalan keruang guru untuk menemui guru pembimbing musik untuk menyampaikan hasil rapat mereka. Sedangkan Aslin dan Amel pergi ke kelas mereka masing-masing.


__ADS_2